Minggu, 20 September 2015

BAB 15 PENILAIAN PERTUMBUHAN (Nelson 20th edition)

Mau beli atau jualan parfum?

BAB 15 PENILAIAN PERTUMBUHAN (Nelson 20th edition)

Banyak masalah biofisiologi dan psikososial dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan, dan aberrant growth dapat menjadi tanda awal dari underlying problem.
Alat paling kuat dalam pengukuran pertumbuhan adalah kurva pertumbuhan digunakan dengankombinasi dengan pengukuran akurat tinggi, berat, lingkar kepala, dan penghitungan BMI.

PROSEDUR UNTUK PENGUKURAN AKURAT
Penilaian pertumbuhan memerlukan pengukuran akurat.
Berat harus ditentukan dengan accurate scale.
Untuk infant dan toddler, dapatkan berat, panjang, lingkar kepala.

Penghitungan harus dilakukan dalam keadaan telanjang, dan idealnya, pengukuran ulang menggunakan alat yg sama.
Lingkar kepala ditentukan menggunakan flexible tape measure mulai dari supraorbital r
menggunakan stadiometer.
Pengukuran dengan cara lain, seperti marking examination paper di kaki dan kepala dari anak yg berbaring, atau menggunakan Simple Wall Growth Chart dengan buku atau penggaris pada kepala dapat mengarahkan ke tidak akuratan yg membuat pengukuran sia-sia
Adalah penting untuk membandingkan pengukuran dengan trend pertumbuhan sebelumnya, ulangi bila ada inkonsistensi dan plot secara longitudinal.

DERIVATION AND INTERPRETATION
Th 2000, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mempublikasikan kurva pertumbuhan yg baru menggantikan versi 1977.
Modifikasi sejak itu tidak mengganti data points.
Set 1 termasuk 5th to 95th percentiles; set 2, the 3rd to 97th percentiles.
Kurva ini mengandung data dari survei nasional oleh National Center for Health Statistics antara 1963 – 1994.
Data mewakili US population, baik demografic dan pada bayi term ASI.
Langkah metodologi telah menjamin bahwa peningkatan prevalensi obesitas has not unduly raised the upper limits of normal.
Beberapa kekurangan dari kurva lama telah dikoreksi, seperti over-representasi pada bottlefed infant dan reliance on local data set untuk kurva infant.
The disjunction antara panjang dan tinggi, bila bergerak dari kurva infant untuk mereka, tidak ada lagi.
Kurva meliputi kurva untuk memplot BMI untuk 2-20th daripada berat thd tinggi, memfasilitasi identifikasi obesitas.
Data dipresentasikan dalam 5 kurva standar spesifik gender:
1.Weight for age
2.Height (length and stature) for age
3.Headcircumference
4.Weight for height for infants
5.BMI untuk umur untuk anak lebih dari 2th

Tiap kurva dikomposisikan dari kurva persentil, mewakili cross-sectional distribution dari berat, panjang, tinggi, lingkar kepala, berat thd panjang, atau BMI tiap umur.
Kurva persentil mengindikasikan persentase anak-anak pada umur tertentu pada sumbu x dimana hasil ukuran jatuh dibawah corresponding value pada sumbu y.
Pada kurva berat untuk anak laki 0-36bl, umur 9bl intersects kurva 25th persentil pada 8.6kg, menunjukkan 25% dari bayi laki 9bulan dalam NCHS sample weigh kurang dari 8.6kg (75% beratnya lebih).
Sama, bila bayi laki 9 bulan berat lebih dari 11.2kg lebih berat dari 95% sesamanya.
Median atau 50th persentil juga disebut Standard value, in the sense bahwa standard height untuk bayi 7 bulan, adalah 67cm.
Kurva berat thd tinggi dikonstruksi in an analogous fashion, dengan panjang dan tinggi sebagai pengganti umur pada sumbu x, median atau standard berat untuk perempuan 110cm adalah 18.6kg.

Untuk bayi, the revised CDC charts mewakili observed tapi tidak necessarily optimal growth karena mereka sedang menginkorporasikan data dari banyak bottlefed infants.
Angka insiasi breastfeeding di US telah meningkat 2kali lebih dari 26% di 1970 ke 74% di 2005, tetapi secara nasional baru 49% yang melanjutkan breastfeed di umur 6bulan, dan hanya 27% sampai 12mo.
Dibandingkan dengan standard sekarang, exclusively breastfed infant akan diharapkan to plot higher untuk berat di 6 bulan pertama, tetapi relatif lebih rendah pada second half of the 1 tahun pertama.
Awareness dari this growth difference should mencegah overidentification of masalah pertumbuhan pada bayi breastfed.

Dalam usaha untuk men set standard yang dapat dipakai secara internasional untuk pertumbuhan anak optimal, WHO released kurva pertumbuhan berdasarkan Multicenter Growth Reference Study untuk young children di 2006 dan untuk anak 5-19th di 2007.
Daripada menggambarkan pertumbuhan anak tertentu, Multicenter Growth Reference Study menggambarkan pertumbuhan anak yang predominan breastfed dan dibesarkan dalam kondisi optimal.
6 tempat studi mewakili 5 benua yaitu, US, Brazil, Norway, Ghana, Oman, dan India.
Pengunaan kurva WHO di negara berkembang menghasilkan identifikasi banyak anak yang malnutrisi dan eligible untuk program therapeutic feeding.
Penggunaan di US umumnya menghasilkan lebih sedikit bayi diidentifikasikan sebagai underweight, meskipun studi menemukan overindication pertumbuhan buruk bahkan menggunakan kurva ini.
CDC merekomendasikan penggunaan kurva WHO untuk anak US dari lahir sd 24bulan.

Untuk remaja, harus digunakan hati-hati dalam mengaplikasikan cross-sectional charts.
Pertumbuhan selama remaja dihubungkan sementara dengan onset pubertas, yang sangat bervariasi.
Dengan menggunakan data based umur kronologis, kurva mengkombinasikan youth who different stages of maturation.
Variasi normal dalam waktu growth spurt dan mengarahkan misdiagnosis abnormalitas pertumbuhan.
Data anak laki 12 tahun termasuk baik early-maturing boys yg berada pada puncak growth spurtsnya dan late-maturing yang masih bertumbuh pada kecepatan prepubertal.
The net result adalah to artificially level of the growth peak, membuat ia tampak bahwa pertumbuhan remaja lebih gradual dan untuk periode panjang lebih dari yang seharusnya.
Ketika presisi tambahan penting, kurva pertumbuhan muncul dari data longitudinal, seperti height velocity chart of Tanner, direkomendasikan.

Specialized chart telah dikembangkan untuk berbagai anai warga US dengan variasi kondisi, termasuk Very-low birthweight and prematurity; Sindrom Down; Turner; dan Klinefelter; Cerebral palsy; and Achondroplasia.

BMI untuk umur melengkapik kurva pertumbuhan standar untuk anak berumur lebih dari 2 th.
BMI dapat dihitung sebagai berat dalam kilogram/ (tinggi (m))2.
Nilai dapat diplotkan pada kurva BMI standard.
Perhitungan ini dapat dengan mudah dilakukan secara elektronik.
Persentase BMI bervariasi dengan umur over childhood: wanita 6 th dengan BMI 21 adalah overweight, di lain pihak wanita 16 th dg BMI yg sama adalah diatas 50th percentile.

Electronic Medical Recods (EMRs) termasuk kurva pertumbuhan dan biasanya menghitung dan memplot BMI.
Meskipun demikian, the origin of kurva pertumbuhan yg dimasukkan di EMR yang digunakan oleh spesialis anak may be unknown to the pediatrician; konsekwensinya, spesialis anak are cautioned untuk menghubungi perusahan EMR dan memastikan kurva pertumbuhan CDC dan WHO tersedia di EMR untuk memastikan penilaian akurat.

Kurva Height Velocity,yg dapat mengevaluasi rate pertumbuhan tiap tahun, dipertimbangkan oleh banyak pihak dapat memberikan indikator yang lebih sensitif dan spesifik dari pertumbuhan abnormal.
Mereka digunakan primarily oleh spesialis anak endokrin.
Meskipun banyak orang tua berpikir adalah penting untuk melihat kurva pertumbuhan, orang tua dapat salah menginterpretasikan.
Klinisi agar berhati-hati saat menyediakan interpretasi jelas ketika menggunakan kurva pertumbuhan sebagai alat bantu visual.

ANALYSIS OF GROWTH PATTERNS
Growth is a process daripada sebuah kualitas statik.
Bayi pada 5th percentile dari berat menurut umur Dapat bertumbuh normal, Dapat gagal tumbuh, atau Dapat pulih dari gagal tumbuh, tergantung  trajectory kurva pertumbuhan.
Bayi dapat kehilangan sampai 10% berat lahirnya pada minggu pertama kehidupan dan mendapatkan kembali di akhir minggu ke 2.
Mereka akan gain steadily pada rate 20-30g/day untuk 3 bulan pertama.

0-3bulan ( rerata bertambah berat 30g/hari ( panjang 3.5cm/bulan ( lingkar kepala 2cm/bulan ( Recommended daily allowance 115kcal/kg/hari
3-6bulan ( 20g/hari ( 2cm/bulan ( 1cm/bulan ( 110kcal/kg/hari    
6-9bulan ( 15g/hari ( 1.5cm/bulan ( 0.5cm/bulan ( 100kcal/kg/hari
9-12bulan ( 12g/hari (1.2cm/bulan ( 0.5cm/bulan ( 100kcal/kg/hari
1-3year ( 8g/hari ( 1cm/bulan (0.25cm/bulan ( 100kcal/kg/hari
4-6year ( 6g/hari ( 3cm/tahun ( 1cm/tahun ( 90-100kcal/kg/hari                                                                                                                                                                                                                                                       
Despite fakta bahwa kurva NCHS mewakili cross-sectional daripada data longitudinal dan bahwa anak cenderung bertumbuh in spurts, kebanyakan anak tend to track along a percentile, referred sebagai mengikuti kurva.
Pengecualian normal biasanya terjadi antara umur 6 – 18 bulan.
Untuk bayi full-term, ukuran saat kelahiran merefleksikan pengaruh lingkungan uterus; meskipun demikian ukuran 2 tahun berhubungan dengan rerata tinggi orang tua, merefleksikan pengaruh gen.
 Antara 6 dan 18 bulan, bayi dapat shift percentiles di atas atau di bawah toward potensi genetik mereka.
Sehingga, kebanyakan anak akan track sepanjang growth percentile, dengan variasi dalam 2 pita besar percentile (small infant dapat track antara 5th and 25th percentiles, a large one antara 75th dan 95th)
Tracking ini sering merepresentasikan the midparental height and a corresponding weight, di mana midparental height dihitung dalam metric seperti ini
Laki: [(maternal height + 13) + paternal height]/2
Perempuan: [maternal height + (paternal height – 13)]/2

Penting untuk mengkoreksi faktor-faktor yang bervariasi dalam plotting dan interpretasi kurva pertumbuhan.
Untuk premature infants, overdiagnosis gagal tumbuh dapat dihindari dengan penggunaan kurva pertumbuhan yang dikembangkan secara spesifik untuk populasi ini.
Metode yang lebih kasar, mengurangi minggu prematurity dari umur postnatal ketika plotting parameter pertumbuhan, tidak dapat menangkap variasi dalam kecepatan pertumbuhan yang very-low birthweight infants tunjukkan.
Meskipun very-low birthweight infants dapat terus menunjukkan catchup growth selama early school age, most achieve weight catchup selama tahun kedua dan height catchup umur 2.5tahun, barring komplikasi medis.
Untuk anak dengan particularly tall atau short parents, ada risiko overdiagnosis gangguan pertumbuhan bila tinggi orang tua tidak masuk hitungan atau sebaliknya underdiagnosis gangguan pertumbuhan bila tinggi orang tua accepted uncritically sebagai penjelasannya.

Analisis pola pertumbuhan dan deteksi aberrant growth pattern menyediakan critical information untuk deteksi kondisi patologis.
Perhitungan pertumbuhan harian dan bulanan, seperti weight gain dalam g/hari, allows perbandingan yang lebih presisi dari kecepatan pertumbuhan normal.
Weight loss, atau gagal untuk mendapatkan secara normal seringnya adalah tanda awal patologis.

Diagnosis gagal tumbuh, biasanya diagnosis anak <3th, dipertimbangkan bila berat anak Di bawah 5 percentile, bila Turun lebih dari 2 garis percentile utama, atau bila Berat untuk tinggi <5 percentile.
Berat untuk tinggi <5th percentile tetap Single best growth chart indicator untuk Acute Undernutrition.
BMI <5th percentile juga mengindikasikan anak underweight.
Brief periods kehilangan berat atau poor weight gain biasanya cepat dikoreksi dan tidak secara permanen mempengaruhi ukuran.
Anak-anak yang telah secara kronis malnutrisi dapat pendek (stunted) selain kurus, jadi kurva berat untuk tinggi mereka relatif normal.
Kronis, severe undernutrition pada infancy dapat menekan pertumbuhan kepala, yang merupakan prediktor buruk untuk later cognitive disability.
Low weight for age atau height atau Weight loss may be referred to as Wasting.
Bila parameter pertumbuhan dibawah 5th percentile, values dapat diekspresikan sebagai persentase dari median, atau standard value.
Perempuan 12 bulan berat 7.1kg adalah 75% dari median weight (9.5kg) untuk seumurnya.

Cara lain untuk mengevaluasi berat adalah determinasi berat ideal untuk height dan membandingkan dengan berat saat ini dengan berat ideal untuk panjang atau tinggi.
15 bulan anak laki yg79cm berada pada 50th percentile.
Berat idealnya 12kg.
Bila beratnya 8kg (<5 percentile), ia hanya 67% dari berat badan ideal, indikasi severe wasting.

Tinggi atau berat ekstrim dapat juga diekspresikan dalam term umurnya dimana mereka merepresentasikan standard atau median.
Untuk contohnya 30bulan anak laki adalah 79cm (<5%) adalah 50th percentile untuk umur 16bulan.
Thus the height age adalah 16 bulan.
Weigth age dapat juga diekspresikan seperti ini.

INTERPRETATION OF PERCENT OF IDEAL BODY WEIGHT
>120% ( Obese
110-120% ( Overweight
90-110% (Normal variation
80-90% ( Mild wasting
70-80% ( moderate wasting
<70% ( Severe wasting

LINEAR GROWTH DEFICIENCY (STUNTING) adalah more likely hasil dan kongenital, konstitutional, familial, atau penyebab endokrin daripada karena defisiensi nutrisi.

Dalam gangguan endokrin, panjang dan tinggi berkurang pertama atau bersamaan dengan berat; berat untuk tinggi dapat normal atau meningkat.
Dalam insufisiensi nutrisi, berat berkurang  sebelum tinggi, dan Berat untuk tinggi nya rendah (kecuali ada kronik stunting)
Typical growth curves untuk 4 kelas of decreased linear growth.
Pada Congenital pathologic short stature, bayi lahir kecil dan bertumbuh bertahap, bayi dilahirkan kecil dan bertumbuh secara gradual tapers off through-out infancy.
Penyebab termasuk abnormalitas kromosom (Sindrom Turner, Trisomy 21), Perinatal Infection, Extreme prematurity, dan Teratogen (Phenytoin, alcohol).
Dalam constitutional growth delay, berat dan tinggi berkurang near the end of infancy, paralel the norm melalui middle childhood, dan accelerate menjelang akhir adolescence.
Ukuran dewasa adalah normal.
Dalam familial short stature, baik infant dan parents kecil, bertumbuh paralel ke dan sedikit lebih rendah dari kurva normal.

Obesitas mempengaruhi sejumlah besar anak.
Kurva pertumbuhan mengkonfirmasikan impresi obesitas bila berat untuk tinggi melebihi 120% dari standard (median) berat untuk tinggi.
Berdasarkan CDC, BMI lebih dari 95th percentile indikasikan obesitas dan BMI antara 85th dan 95th persentil mengindikasikan berat berlebih.
Meskipun secara luas diterima sebagai best clinical measure dari under dan overweight, BMI tidak dapat menyediakan accurate index of adiposity, karena tidak membedakan lean tissue dan tulang dari lemak.
Pengukuran dari triceps, subscapular, and suprailiac skinfold thickness dapat digunakan untuk memperkirakan adiposity; mempertimbangkan pengalaman yang dibutuhkan untuk accuracy.
The American Academy of Pediatric Nutrition Handbook, 6th editio, mempertanyakan penggunaan fat folds untuk memperkirakann total body fat, notinng bahwa metode tersebut belum divalidasi di young children dan asumsi dasar metode tersebut adalah lemak subkutan adalah penanda lemak total dan tempat yang diukur merepresentasikan rerata lemak kulit, adalah tidak benar.
Metode lain adalah mengukur lemak, seperti Hydrodensitometry, Bioelectrical impedance, dan pengukuran Total body water telah dilakukan dalam riset tetapi tidak dalam evaluasi klinis.

INDEX PERTUMBUHAN LAIN
PROPORSI TUBUH
Proporsi tubuh mengikuti a predictable sequence of changes with develpment.
Kepala dan tubuh relatif besar saat lahir dengan progresif pemanjangan extremitas throughout development, khususnya saat pubertas.
LOWER-BODY SEGMENT DIDEFINISIKAN PANJANG SIMFISIS PUBIS KE LANTAI, DAN UPPER-BODY SEGMEN ADALAH TINGGI DIKURANGI LOWER-BODY SEGMENT.
The Ratio of Upper-body segment dibagi Lower-body segment (U/L ratio) sama dengan kira-kira 1.7 saat lahir, 1.3 saat 3 tahun, 1.0 setelah 7tahun.
Higher U/L ratios adalah karakteristik Short-limb dwarfism atau Bone disorders seperti Rickets.

SKELETAL MATURATION
Reference standards untuk maturasi tulang memfasilitasi estimasi umur tulang.
Umur tulang berkorelasi dengan tahap pubertal development dan dapat membantu dalam memprediksi tinggi dewasa di Early- atau Late-maturing adolescents.
Dalam Familial short stature, umur tulang adalah normal (dibandingkan dengan umur kronologis).
Dalam Constitutional delay, Endocrinologic short stature, dan Undernutrition, umur tulang is low dan comparable to the height age.
Maturasi tulang berhubungan lebih erat dengan sexual maturity rating daripada umur kronologis.
It is more rapid and kurang bervariasi pada perempuan daripada laki.

PERKEMBANGAN GIGI
Perkembangan gigi termasuk mineralisasi, erupsi, dan exfoliasi.
Mineralisasi awal dimulai as early as trimester ke 2 (rerata untuk central incisors, 14minggu) dan berlanjut sampai 3 tahun untuk gigi primer (deciduous) dan 25th untuk gigi permanen.
Mineralisasi dimulai pada crown dan progresses laterally.
Exfoliasi dimulai saat umur 6th dan berlanjut through umur 12th.
Erupsi gigi permanen dapat mengikuti exfoliasi segera atau dapat lag sampai 4-5bulan.
Waktu perkembangan gigi poorly correlated dengan proses lain pertumbuhan dan maturasi.
Delayed eruption selalu dianggap bila tidak ada gigi sampai usia 13 bulan (mean +3SD).
Penyebab utama termasuk Hipotiroid, Hipoparatiroid, Familial, dan (Most Common) idiopathic.
Gigi individual dapat gagal erupsi karena mechanical blockage (Crowding, Gum fibrosis).
Penyebab exfoliasi dini termasuk Histiocytosis X, Cyclic neutropenia, Leukemia, Trauma, dan Idiopathic factors.
Gangguan nutrisi dan metabolik, Prolonged illness, dan Medikasi lain (tetracycline) biasanya menyebabkan perubahan warna dan malformasi dari enamel gigi.
A discrete line of pitting di enamel menandakan a time-limited insult.


========================================================================

Mau tahu tentang FM Indonesia, buruan supaya ngak nyesel, segera klik
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
WA 081808395318
BBM 5376DABF
Email federicomahora@outlook.com
http://freddyfragrance.blogspot.co.id/
Jangan lupa "Like" www.facebook.com/federicomahoraindonesia#

Mau beli atau jualan parfum?

BAB 9 NEONATUS (Nelson 20th edition)

www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
Mau beli atau jualan parfum?

BAB 9 NEONATUS (Nelson 20th edition)

Tidak memandang usia gestasi, periode neonatus dimulai saat kelahiran dan sampai bulan pertama kehidupan.
Selama masa ini, transisi fisiologik bermakna terjadi di semua sistem organ dan infant belajar untuk berespon terhadap berbagai bentuk stimulus ekternal.
Karena infant bertumbuh secara fisik dan psikologis dalam hubungan sosialnya.

PERAN ORANG TUA DALAM MOTHER – INFANT ATTACHEMENT
Menjadi orang tua neonatus membutuhkan dedikasi karena kebutuhan neonatus urgent, terus-menerus, dan kadang tidak jelas.
Orang tua harus memperhatikan signal infant dan berespon secara empati.
Banyak faktor yg mempengaruhi kemampuan orang tua dalam hal ini.

FAKTOR PRENATAL
Kehamilan adalah periode persiapan psikologis untuk profound demands of parenting.
Wanita dapat mengalami ambivalence, khususnya bila kehamilan tidak direncanakan.
Bila financial worries, penyakit fisik, prior miscarriages atau stillbirths, atau krisis lain yg interfere dengan persiapan psikologis, the neonate may not be welcomed.
Untuk ibu remaja, the demand that they relinquish their own developmental agenda, seperti kehidupan sosial aktif, may be especially burdensome.

The early experience of being mothered may establish unconsciously held expectation about nurturing relationship that permit mothers to “tune in” to their infants.
Pengharapan ini berhubungan dengan kualitas later infant-parent interactions.
Ibu yg early childhoods ditandai dengan traumatic separations, abuse, atau neglect may find it especially sukar untuk provide consistent, responsive care.
Instead, mereka mungkin reenact pengalaman masa kecil mereka dengan infant mereka sendiri, as if unable to conceive of the mother-child relationship in any other way.
Ikatan tersebut dapat adversely dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko selama kehamilan dan periode postpartum yg melandasi mother-child relationship dan dapat mengancam the infant’s cognitive and emotional development.

PRENATAL RISK FACTORS FOR ATTACHMENT
1.Recent death of a loved one.
2.Previous loss of or serious illness in another child.
3.Prior removal of a child.
4.History of depression or serious mental illness.
5.History of infertility or pregnancy loss
6.Troubled relationship with parents.
7.Financial stress or job loss.
8.Marital discord or poor relationship with the other parent.
9.Recent move or no community ties.
10.No friends or social network.
11.Unwanted pregnancy.
12.No good parenting model.
13.Experience of poor parenting.
14.Drug and/ or alcohol abuse.
15.Extreme immaturity.

DUKUNGAN SOSIAL selama kehamilan, khususnya dukungan ayah dan anggota keluarga dekat, juga penting.
Sebaliknya, konflik dengan atau abandonment oleh ayah selama kehamilan dapat mengurangi kemampuan ibu to become absorbed with her infant.
Antisipasi of an early return to work dapat membuat beberapa wanita reluctant untuk mencintai bayi mereka karena anticipated separation.
Kembali ke kerja harus ditunda minimal 6 minggu, by which time feeding dan basic behavioral adjustments telah terbentuk.

Banyak keputusan harus dibuat orang tua mengantisipasi kelahiran anak mereka.
Satu pilihan penting adalah bagaimana infant dapat diberikan nutrisi.
Di antara keuntungan-keuntungan penting dari ASI adalah kemampuannya untuk promotion of bonding.
Menyediakan pendidikan menyusui untuk orang tua saat kunjugan prenatal oleh spesialis anak dan spesialis kandungan meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menyusui setelah melahirkan dan mengurangi stress selama periode neonatus.

PERIPARTUM DAN POSTPARTUM INFLUENCES
The continuous presence selama labor of seorang wanita dilatih to offer friendly support dan encouragement (a DOULA) menghasilkan shorter labor, komplikasi obstetric yang lebih sedikit (termasuk cesarean section) dan berkurangnya postpartum hospital stays.
Early skin-to-skin contact antara ibu dan bayi segera setelah kelahiran dapat berhubungan dengan meningkatnya rate dan longer duration of breastfeeding.
Kebanyakan orang tua baru value even a brief period  of uninterrupted time in which to get to know anak mereka, dan meningkatnya mother-infant contact over the 1st days of life dapat meningkatkan interaksi ibu-anak jangka panjang.
Nonetheless, early separaton, meski dapat diprediksi very stressful, does not inevitably mengganggu kemampuan ibu untuk bond dengan bayinya.
Early discharge home dari maternity ward dapat undermine bonding, khususnya bila ibu baru is required to resume tanggungjawab penuh dari tugas rumahtangga yg sibuk.

Depresi postpartum dapat terjadi pada minggu pertama kehamilan sampai 6 bulan setelah kelahiran dan dapat adversely affect pertumbuhan dan perkembangan neonatus.
Metode skrining digunakan selama kunjungan neonatus dan bayi ke spesialis anak.
Referral for care akan sangat mempercepat penyembuhan.

PERAN BAYI DALAM MOTHER-INFANT ATTACHMENT
The in utero environment contributes besar tetapi not completely ke future growth and development dari bayi.
Abnormalitas pada sirkulasi plasenta maternal-feal dan metabolisme glukosa ibu atau adanya infeksi ibu yg dapat mengakibatkan pertumbuhan fetal tidak normal.
Sebagai hasilnya bayi dapat kecil atau besar untuk masa kehamilan.
Abnormalitas pola pertumbuhan tidak hanya predispose infant to an increased requirement untuk intervensi medis tapi dapat mempengaruhi kemampuan mereka berespon behaviorally terhadap orang tuanya.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan neonatus harus mencakup evaluasi pertumbuhan dan observasi kelakuan.
Rata-rataberat badan term newborn adalah 3.4kg, laki sedikit lebih berat daripada wanita.
Rerata berat bervariasi tergantung etnik dan status sosioekonomi.
Spesifik growth charts untuk kondisi yang dihubungkan dengan variasi pola pertumbuhan sudah dibuat.
Respon bayi berguna saat diperiksa berguna untuk menilai vigor, alertness, dan tonenya.
Mengamati bagaimana orang tua menangani bayinya, their comfort dan affection juga penting.
Urutkan pemeriksaan fisik mulai dari yang paling sedikit ke yang paling banyak intrusive maneuver.
Menilai visual tracking dan respon terhadap suara dan memperhatikan perubahan tone dengan level aktivitas dan alertness sangat membantu.
Lakukan pemeriksaan ini dan bagikan impression dengan orang tua sangat penting untuk memfasilitasi bonding.

KEMAMPUAN INTERAKSI
Segera setelah kelahiran, neonatus are alert dan siap untuk berinteraksi dan nurse.
This first alert-awake period dapat dipengaruhi oleh analgesik ibu dan anestetik dan fetal hypoxia.
Neonatus are nearsighted, fixed focal length of 8-12 inches, kira-kira jarak dari payudara ke muka ibu, as well as an inborn visual preference for faces.
Pendengaran juga well developed, dan bayi preferentially turn toward a female voice.
These innate abilities dan predileksi meningkatkan likelihood bila ibu gazes kepada bayinya, bayi pun akan gaze back.
Periode awal dari interaksi sosial, biasanya sekitar 40 menit, diikuti periode somnolence.
Setelah itu, periode singkat alertness atau excitation alternate with sleep.
Bila ibu misses her baby’s first alert-awake period, ia may not experience as long a period of social interaction untuk beberapa hari.
Hypothalamic – Midbrain – Limbic – Paralimbic – Cortical circuit of the parents interact to support responses to the infants that are critical for effective parenting (e.g., emotion, attention, motivation, empathy, and decision making).

MODULATION OF AROUSAL
Adaptasi ke extrauterine life memerlukan rapid and profound physiologic changes, termasuk Aeration of the lungs, Rerouting of the circulation, and Activation of the intestinal tract.
Untuk Mendapatkan nourishment, untuk Menghindari hypo dan hyperthermia, dan untuk Menjamin keamanan, neonatus harus bereaksi sesuai to an expanded range of sensory stimuli.
Neonatus harus menjadi aroused dalam respon terhadap stimulus, tapi tidak terlalu overaroused sehingga tingkah bayi menjadi disorganized.
Underaroused infants tidak dapat makan dan interaksi; Overaroused infants menandakan INSTABILITAS OTONOM termasuk Flushing atau Mottling, Perioral pallor, Hiccupping, Vomiting, Uncontrolled limb movements, dan Inconsolable crying.

BEHAVIORAL STATES
The organization dari kelakuan bayi menjadi discrete behavioral states dapat merefleksikan infant’s inborn ability to regulate arousal.
Six states telah described: Quiet sleep, Active Sleep, Drowsy, Alert, Fussy, dan Crying.
Pada Alert state, bayi visually fixate pada objek atau muka dan follow them horizontally dan dalam waktu sebulan vertikal; mereka juga reliably turn toward a novel sound, as if searching for its source.
Ketika Overstimulated, mereka menenangkandiri sendiri dengan melihat ke bawah, menguap, dan mengisap bibir dan tangannya, sehingga meningkatkan aktivitas parasimpatik dan mengurangi sympathetic nervous activity.
Behavioral state menentukan tonus otot bayi, gerakan spontan, pola elektroensefalogram, dan respon terhadap stimulus.
Active sleep, bayi menunjukkan progressively less reaction to a repeated heel stick (habituation) sedangkan Drowsy state, stimulus yg sama dapat membuat bayi fussing or crying.

MUTUAL REGULATION
Orang tua berpartisipasi aktif dalam infant’s state regulation, bergantian stimulating and soothing.
Pada gilirannya, mereka diatur oleh signal dari bayi, berespon terhadap tangis kelaparan dengan letdown of milk (atau dengan botol).
Interaksi seperti ini contitute sebuah sistem directed toward furthering the infant’s physiologic homeostasis dan pertumbuhan fisik.
Pada waktu yg bersamaan, mereka membentuk dasar untuk emerging hubungan psikologik antara orang tua dan anak.
Bayi come untuk menghubungkan kehadiran orang tua dengan pleasurable pengurangan ketegangan (seperti dalam proses feeding) dan menunjukkan preferensi ini dengan lebih mudah tenang bila ada ibunya daripada orang asing.
Response ini pada gilirannya, memperkuat mother’s sense of efficacy dan hubungannya dengan bayinya.

IMPLIKASI UNTUK SPESIALIS ANAK
Spesialis anak dapat mendukung perkembangan sehat bayi dalam beberapa cara.

PRAKTEK OPTIMAL
Kunjungan prenatal ke spesialis anak mengijinkan spesialis anak menilai potensial ancaman terhadap bonding (a tense spousal relationship) dan sumber dukungan sosial.
Kebijaksanaan Rumah Sakit yang mendukung termasuk Penggunaan birthing rooms daripada kamar operasi dan delivery rooms; Encouragement untuk ayah atau saudara atau teman yang dipercaya untuk menemani ibu selama persalinan atau Penyediaan professional doula; the practice memberikan neonatus ke ibu segera setelah dikeringkan dan a brief assessment; Penempatan neonatus di ruang ibu daripada central nursery; dan Menghindari distribusi formula bayi di RS.
Kebijakan “Baby Friendly Hospital” telah bermakna meningkatkan angka breastfeeding.
Setelah pulang, kunjungan rumah oleh perawat dan konselor laktasi dapat mengurangi masalah early feeding dan mengidentifikasi kondisi medis yang muncul padaibu maupun bayi.
Bayi yg memerlukan transport ke rumah sakit lain, harus dibawa untuk melihat ibu dahulu, kalau semua itu mungkin.
Pada saat pulang ke rumah, ayah dapat melindungi ibu dari kunjungan-kunjungan dan telepon yang tidak perlu dan mengambil alih tugas rumah tangga, allowing ibu dan bayi time to get to know each other without distractions.
Kunjungan pertama sebaiknya dalam 2 minggu pertama setelah pulang dari RS untuk menentukan kelancaran ibu dan anak membuat transisi ke kehidupan di rumah.
Bayi yang dipulangkan dini, Mereka yang ASI, dan Mereka yang berisiko jaundice harus dilihat dalam 1-3 hari setelah pulang.

MENILAI INTERAKSI ORANG TUA – BAYI
Selama a feeding atau bila bayi alert atau face-to-face dengan orang tuanya, adalah normal untuk dyad  to appear absorbed in one another.
Bayi yg menjadi overstimulated oleh suara ibunya atau aktivitas may turn away atau menutup matanya, mengakibatkan terminasi prematur dari encounter.
Alternatively, bayi sudah siap untuk berinteraksi, tapi ibu tampat preoccupied.
Tanyakan ibu baru tentang keadaan emosionalnya dan khususnya riwayat depresi, Fasilitasi untuk rujukan untuk terapi, sehingga menyediakan keuntungan jangka panjang bagi bayi.
Spesialis anak dapat mendeteksi depresi postparum menggunakan EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE at wellchild visits during the 1st yr.

PENGAJARAN TENTANG KOMPETENSI INDIVIDUAL
The NEWBORN BEHAVIOR ASSESSMENT SCALE (NBAS) menyediakan pengukuran formal tentang kompetensi neurodevelopmental bayi, termasuk State control, Autonomic reactivity, Reflexes, Habituation, and Orientation toward auditory and visual stimuli.
Pemeriksaan ini dapat juga digunakan untuk memperlihatkan kepada orang tua tentang infant’s capabilities and vulnerabilities.
Orang tua dapat belajar bahwa mereka perlu menelanjangi bayi mereka untuk meningkatkan level arousal atau untuk swaddle bayi untuk mengurangi over-stimulation by containing random arm movements.
NBAS digunakan untuk mendukung perkembangan early parent-infant relationships yg positif.
Demonstrasi NBAS ke orang tua pada minggu pertama kehidupan telah memperlihatkan perbaikan dalam caretaking environment bulan-bulan berikutnya.


========================================================================

Mau tahu tentang FM Indonesia, buruan supaya ngak nyesel, segera klik
www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy
WA 081808395318
BBM 5376DABF
Email federicomahora@outlook.com
http://freddyfragrance.blogspot.co.id/
Jangan lupa "Like" www.facebook.com/federicomahoraindonesia#

Mau beli atau jualan parfum juga?

Selasa, 04 Agustus 2015

DEMAM REMATIK AKUT

Diambil dari PPT II
Demam Rematik Akut
Demam rematik akut (DRA) merupakan penyakit reaksi autoimun lambat terhadap
Streptococcus grup A (SGA) Manifestasi klinis pada penderita ditentukan oleh kerentanan
genetik penderita, virulensi organisme, dan lingkungan. Demam rematik akut yang tidak
diterapi dengan baik akan menimbulkan gejala sisa pada jantung yang dikenal sebagai
penyakit jantung rematik (PJR).
DRA dan PJR terjadi sebagian besar di negara yang sedang berkembang, lingkungan padat,
sosial ekonomi rendah, keadaan malnutrisi, dan fasilitas kesehatan terbatas. Insidens
puncak terjadi pada usia 8 tahun (rentang usia 6 – 15 tahun).
Diagnosis
Kriteria Jones (revisi) untuk pedoman dalam diagnosis reumatik (1992)
Manifestasi mayor Manifestasi minor
Karditi
Poliartriti
Khorea
Eritema marginatum
Nodul subkutan
PLUS
Klinis
Artralgia
Demam
Laboratorium
Peningkatan reaktan fase akut (laju endap darah, C-reactie protein)
Pemanjangan interval PR pada EKG
Bukt infeksi streptokokus grup A sebelumnya
Kultur usap tenggorok atau rapid streptococcal antien test positi
Titer antiodi streptokokus di atas nilai normal atau meningkat
Dasar diagnosis
- Highly probable (sangat mungkin)
- 2 mayor atau 1 mayor + 2 minor
- Disertai bukti infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A
- ASTO atau kultur positif Doubtful diagnosis (meragukan)
- 2 mayor
- 1 mayor + 2 minor
42 Demam Rematik Akut
- Tidak terdapat bukti infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A
- Exception (perkecualian): diagnosis DRA dapat ditegakkan bila hanya ditemukan
- Korea saja atau
- Karditis indolen saja Pada tahun 2003, WHO mengeluarkan rekomendasi untuk
melanjutkan penggunaan kriteria Jones yang diperbaharui (tahun 1992) untuk
demam rematik serangan pertama dan serangan rekuren DR pada pasien yang
diketahui tidak mengalami PJR. Untuk serangan rekuren DR pada pasien yang
sudah mengalami penyakit jantung rematik, WHO merekomendasikan penggunaan
minimal dua kriteria minor dengan disertai bukti infeksi SGA sebelumnya. Kriteria
diagnostik PJR ditujukan untuk pasien yang datang pertama kali dengan mitral
stenosis murni atau kombinasi stenosis mitral dan insufiiensi mitral dan/atau
penyakit katup aorta. Untuk chorea rematik tidak diperlukan kriteria mayor lainnya
atau bukti infeksi SGA sebelumnya (WHO, 2004).
Kriteria DR menurut WHO tahun 2002-2003 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini:
Tabel 1. Kriteria WHO Tahun 2002-2003 untuk diagnosis demam remati dan penyakit jantung
remati (berdasarkan revisi kriteria Jones)
Kategori diagnosti Kriteria
Demam remati serangan pertama Dua mayor atau satu mayor dan dua minor ditambah dengan
bukt infeksi SGA sebelumnya
Demam remati serangan rekuren
tanpa PJR
Dua mayor atau satu mayor dan dua minor ditambah dengan
bukt infeksi SGA sebelumnya
Demam remati serangan rekuren
dengan PJR
Dua minor ditambah dengan bukt infeksi SGA sebelumnya
Korea remati Tidak diperlukan kriteria mayor lainnya atau bukt infeksi SGA
PJR (stenosis mitral murni atau
kombinasi dengan insufiiensi mitral
dan/atau gangguan katup aorta)
Tidak diperlukan kriteria lainnya untuk mendiagnosis sebagai
PJR
Sumber: WHO, 2004
Tata laksana
Tirah baring
Lama dan tingkat tirah baring tergantung sifat dan keparahan serangan (Tabel 2. panduan
aktivitas pada DRA).
Pedoman Pelayanan Medis Edisi II 43
Tabel 2. Panduan aktiitas pada DRA
Aktiitas Artriti Karditi minimal Karditi sedang Karditi berat
Tirah barin 1-2 minggu 2-4 minggu 4-6 minggu 2-4 bulan/selama masih
terdapat gagal jantung
kongesti
Aktiitas dalam rumah 1-2 minggu 2-3 minggu 4-6 minggu 2-3 bulan
Aktiitas di luar rumah 2 minggu 2-4 minggu 1-3 bulan 2-3 bulan
Aktiitas penuh Setelah 6-10
minggu
Setelah 6-10
minggu
Setelah 3-6
bulan
bervariasi
Pemusnahan streptokok dan pencegahan
Rekomendasi untuk pencegahan streptokok dari tonsil dan faring sama dengan
rekomendasi yang dianjurkan untuk pengobatan faringitis streptokok, yaitu:
- Benzantin penicillin G
- Dosis 0,6-1,2 juta U i.m.
- Juga berfungsi sebagai pencegahan dosis pertama
- Jika alergi terhadap benzantin penisilin G
- Eritromisin 40mg/kgbb/hari dibagi 2-4 dosis selama 10 hari
- Alternatif lain: penisilin V 4 X 250 mg p.o. selama 10 hari
Pengobatan antinyeri dan antiradang
Antiinflmasi asetosal diberikan pada karditis ringan sampai sedang, sedangkan prednison
hanya diberikan pada karditis berat.
- Karditis minimal: tidak jelas ditemukan kardiomegali
- Karditis sedang: kardiomegali ringan
- Karditis berat: jelasterdapat kardiomegali disertai tanda gagal jantung
Tabel 3.Panduan obat ant inflmasi
Artriti Karditi ringan Karditi sedang Karditi berat
Prednison - - 2-4 minggu 2-6 minggu
Aspirin 1-2 minggu 2-4 minggu 6-8 minggu 2-4 bulan
Dosis: Prednison : 2 mg/kgbb/haridibagi 4 dosis
Aspirin :100 mg/kgbb/hari, dibagi 4-6 dosis
Dosis prednison di tappering off pada minggu terakhir pemberian dan mulai diberikan
aspirin
Setelah minggu ke-2 dosis aspirin diturunkan menjadi 60 mg/kgbb/hari
44 Demam Rematik Akut
Pencegahan
Sesudah pengobatan DRA selama 10 hari dilanjutkan dengan pencegahan sekunder.
Cara pencegahan sekunder yang diajukan oleh The American Heart Association dan
WHO, yaitu mencegah infeksi streptokokus.
Pencegahan primer
Penisilin oral untuk eradikasi Streptococcus beta hemolyticus group A selama 10 hari atau
benzathine penicillin G 0.6-1.2 juta unit IM
Pencegahan sekunder
Benzantin penisilin G 600.000 U IM untuk berat badan<27 kg (60 pound), 1,2 juta U
untuk berat badan >27 kg (60 pound) setiap 4 minggu/28 hari
- Pilihan lain:
- Penisilin V p.o.125–250mg 2 kali sehari Sulfadiazin 1 g p.o. sekali sehari Eritromisin
250 mg p.o. 2 kali sehari Diberikan pada demam reumatik akut, termasuk korea
tanpa penyakit jantung reumatik.
- Lama pencegahan adalah sebagai berikut:
Kategori pasien Durasi
Demam remati tanpa karditi Sedikitnya sampai 5 tahun setelah serangan terakhir
atau hingga usia 18 tahun
Demam remati dengan karditi tanpa bukt
adanya penyakit jantung residual/kelainan
katup.
Sedikitnya sampai 10 tahun setelah serangan terakhir
atau hingga usia 25 tahun, dipilih jangka waktu yang
terlama
Demam reumati akut dengan karditi dan
penyakit jantung residual (kelainan katup
persisten)
Sedikitnya 10 tahun sejak episode terakhir atau
sedikitnya hingga usia 40 tahun, dan kadang-kadang
seumur hidup
Setelah operasi katup Seumur hidup
Kepustakaan
1. Flyer DC. Rheumatic fever. Dalam: Keane JF, Lock JE, Flyer DC. Nadas’ pediatric cardiology. Edisi ke-2.
Philadelphia: Elsevier; 2006. h. 387-400.
2. Mishra TK. Acute rheumatic fever and rheumatic heart disease: current scenario. JIACM. 2007;8(4):324-
30.
3. WHO. Rhematic fever and rheumatic heart disease.-report of a WHO expert Consultation [Online].
[Diunduhtanggal 15 Juni 2009]. Diunduhdari: http://www.who.int/cardiovaskular_diseases/resources/
trs 923/en/index.html.
4. Vijayalakshmi IB, Vishnuprabhu RO, Chitra N, Rajasri R, Anuradha TV. The effiacy of echocardiographic
criterions for the diagnosis of carditis in acute rheumatic fever. Cardiol Young. 2008;18:586-92.
Pedoman Pelayanan Medis Edisi II 45
5. Gerber MA. Group A streptococcus. Dalam: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB. Nelson textbook
of pediatrics. Edisi ke-18. Philadelphia: Saunders; 2008. h. 1135-44.
6. Gerber MA, Baltimore CRS, Eaton CB, Gewitz M, Rowley AH, Shulman ST, Taubert KA. Prevention
of Rheumatic Fever and Diagnosis and Treatment of Acute Streptococcal Pharyngitis: A Scientifi
Statement From the American Heart Association Rheumatic Fever, Endocarditis, and Kawasaki Disease
Committee of the Council on Cardiovascular Disease in the Young, the Interdisciplinary Council on
Functional Genomics and Translational Biology, and the Interdisciplinary Council on Quality of Care
and Outcomes Research. Circulation. 2009;119:1541-51.
7. Dajani A, Taubert K, Ferrieri P et al. Treatment of acute streptococcal pharyngitis and prevention of
rheumatic fever: a statement for health professionals. Pediatrics 1995;96:758-764


www.sahabat-wangi.com/index.php?id=drfreddy