"Hidupmu tidak akan berubah sebelum kamu duluan berubah" by Freddy Adiwinata, 5 Juli 2018
Misal: Kamu ingin pintar, ya kamu harus merubah sikap malasmu menjadi rajin. Sebelum kamu menjadi rajin, ya kamu ngak akan jadi pintar. Karena kepintaran itu tidak jatuh dari langit, tapi merupakan proses yg harus kamu jalani
Kamis, 05 Juli 2018
Sabtu, 09 Juni 2018
BAYI BERAT LAHIR RENDAH
BAYI BERAT
LAHIR RENDAH
Disadur o/ dr. Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak
Indonesia jilid 1, 2009
BBLR (Bayi
Berat Lahir Rendah)
BL (Berat lahir)
<2500g TDK pandang usia gestasi
BL ditimbang dlm 1
jam stlh lahir
Dpt terjadi pd:
Kurang bulan (<37m)
Cukup bulan (IUGR/ Intra Uterine Growth Restriction)
Mrpk masalah
dunia
Penyebab UTAMA:
Kesakitan & Kematian masa neonatal
15,5% dari seluruh
kelahiran adalah BBLR: Negara berkembang 90%
Angka kematiannya
20-35x LEBIH tinggi dari >2500g
Angka kematian di
Indonesia 9-30%
Penyebab TERBANYAK:
prematur
Faktor: Ibu: Umur:
<t20 ATAU >T40
Paritas, dll
Plasenta: Py
vaskular
Kehamilan ganda, dll
Janin
Masalah yg SERING
timbul pd BBLR: Paru2 belum matur
Masalah jantung
Perdarahan otak
Fx hati belum sempurna
Anemia atau polisitemia
Lemak sedikit, sulit pertahankan suhu tubuh N
Masalah pencernaan/ toleransi minum
Risiko
infeksi
Dx
Anamnesis:
Ibu: Umur
HPHT (Hari pertama haid terakhir)
Riw. persalinan sblmnya
Paritas, jarak kelahiran sblmnya
Kenaikan BB selama hamil
Selama hamil: Aktivitas
Py
Obat
PF:
<2500g
Td
prematuritas JIKA kurang bulan
Td cukup/
lebih bulan JIKA kecil u/ masa kehamilan
PP: Skor
Ballard
Shake test
(tes kocok) u/ prematur
Darah:
Rutin
GDS
Prn: Kadar
elektrolit
AGD
CXR JIKA:
Kurang bulan
DAN Sindrom ggn napas
USG: <35m:
Mulai h3
Dilanjutkan sesuai hasil yg didpt
Tx
Vit K1: 1mg 1x
im
2mg 3x
po: Saat lahir
H3-10
M4-6
Pertahankan suhu
tubuh Normal: Cara: K4 (Kontak kulit ke kulit)
KMC (Kangaroo mother care)
Pemancar panas
Inkubator
Ruangan hangat
Jangan
mandikan/ sentuh bayi dg tangan dingin
Ukur suhu tubuh sesuai jadwal
Pemberian: ASI:
UTAMA
Nilai:
Jumlah
Cara
pemberian
Kemampuan bayi menghisap minimal 1x/h
Min 8x/h
Indikasi nutrisi
parenteral: Status TDK stabil: Kardiovaskuler
Respirasi
Usus: Belum berfungsi
Anomali mayor sal. cerna
NEC
IUGR
berat
<1000g
Pd by sakit,
pemberian minum TDK perlu segera ditingkatkan selama: Td dehidrasi (-)
Normal: Na
Glukosa
Timbang bayi 2x/m
BILA: Bayi sudah TDK dpt cairan IV
DAN berat naik 20g/h 3h berturut2
Panduan
pemberian minum berdsrkan BB:
<1000g
Gavage feeding: Via pipa lambung
Jenis: ASI perah
Term
formula
Half-strength preterm formula
Minum: Awal:
<10ml/kg/h
Ditingkatkan JIKA toleransi baik: Tambahan 0,5-1ml
Interval 1j
Tiap >24j
Stlh 2m: ASI perah
+ HMF (Human milk fortifier)
ATAU
Full-strength preterm formula
Sd BB 2000g
1000-1500g
Gavage
feeding
Jenis: ASI
Perah
Term
formula
Half-strength preterm formula
Minum: Awal:
<10ml/kg/h
Ditingkatkan
JIKA toleransi baik: Tambahan 1-2ml
Interval
2j
Setiap >24j
Stlh 2m: ASI perah
+ HMF
ATAU
Full-strength preterm formula
Sd BB 2000g
1500-2000g
Gavage
feeding
Jenis: ASI
Perah
Term
formula
Half-strength preterm formula
Minum: Awal:
<10ml/kg/h
Ditingkatkan JIKA toleransi baik: Tambahan 2-4ml
Interval 3j
Setiap
>12-24j
Stlh 2m: ASI
perah + HMF
ATAU
Full-strength preterm formula
Sd BB
2000g
2000-2500g
BILA mampu
sebaiknya diberikan minum po
Jenis: ASI
perah
Term
formula
Bayi
sakit:
Awal:
<10ml/kg/h
Ditingkatkan JIKA
toleransi baik: Tambahan 3-5ml
Interval
3j
Setiap >8j
Lain2
Prn: USG kepala
ATAU
fisioterapi
Konsul: Mata u/ ROP
(Retinopathy of prematurity): M4
ATAU selambat2nya Usia koreksi mg34 (minggu gestasi)
THT: Skrining pendengaran: B3
BILA (+) kelainan dpt dikoreksi <b6
Cek AlP (Alkaline
phosphatase), P, Ca saat: >4m
DAN
2m stlh bayi minum penuh 24kal/oz
JIKA AlP>500u/L,
berikan PO4 2-3mmol/kg/h 3x/h
Imunisasi = bayi
normal KECUALI Hepatitis B
M2: mulai
suplementasi preparat besi
Tumbuh
kembang
Hilang BB: 7-10h
pertama: BBL: >1500g: 10%
<1500g: 15%
BBL tercapai
kembali dlm 14h KECUALI ada komplikasi
BILA Sudah ASI
penuh DAN >h7 maka: Tingkatkan ASI 20mL/kg/h sd 180mL/kg/h
BILA Kenaikan BB
TDK adekuat, tingkatkan sd 200mL/kg/h
Tiap: H: Timbang
BB
M: Ukur: PB
(Panjang Badan)
LK
(Lingkar Kepala)
Potensi masalah jk
pj: Ggn: Perkembangan
Pertumbuhan
Pendengaran
ROP
CLD
(Chronic Lung Disease)
Kenaikan: Angka kesakitan & sering masuk RS
Frek kelainan bawaan
Pemantauan:
Kunjugan ke dokter: Setelah pulang: h2, h10, h20, h30 lalu tiap bulan
Hitung
umur koreksi
Pertumbuhan: BB, PB, LK
Tes perkembangan: DDST (Denver Development Screening Test)
Awasi kelainan bawaan
Potensi komplikasi
pd BBLR: Metabolisme: hipoTermi
hipoGlikemi
HiperBilirubinemia
Respirasi: RDS (Respiratory distress syndrome)
CLD (Chronic Lung Disease)
AOP (Apnea of prematurity), TERUTAMA <1000g
Neuro: IVH (intraCerebral & intraVentricular Haemorrhage)
PVL
(Periventricular leucomalasia)
Inf Bakteri
Digestif: Kesulitan minum
NEC (Necrotizing enterocolitis)
Jantung: PDA
(Patent ductus arteriosus) pd <1000g
Disabilitas mental dan fisik: Keterlambatan perkembangan
CP
(Cerebral Palsy)
Ggn: Pendengaran
Penglihatan (ROP)
dr. Freddy
Adiwinata, Baung, Palembang, 9 Juni 2018
Selasa, 05 Juni 2018
ASUHAN NUTRISI PEDIATRI
ASUHAN
NUTRISI PEDIATRI
Ditulis ulang
o/ dr. Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak
Indonesia jilid 1, 2009
3 asuhan
pelayanan: Asuhan medik: Obat
Bedah
Asuhan keperawatan: Ruang biasa
Ruang
intensif
Asuhan nutrisi: Zat gizi agar penuhi kebutuhan
px optimal
Asuhan
Nutrisi
Tujuan:
Memenuhi kebutuhan gizi px optimal
5 kegiatan
berurutan & berulang: Buat dx masalah nutrisi
Tentukan kebutuhan
nutrisi
Pilih alternatif cara
pemberian zat gizi
Pilih alternatif bentuk
sediaan zat gizi
Evaluasi respons
Dx
masalah nutrisi
A/ hasil
evaluasi status nutrisi ttg bgm status: Gizi px
Nutrien
ttt
Masalah nutrisi
dpt berkaitan dg: Ggn proses pencernaan
Metabolisme
Ekskresi nutrien pd berbagai
py
Masalah timbul:
Sblm px dirawat
Saat px dirawat
Masalah terjadi
karena: Kekurangan zat gizi: Deplesi
Defisiensi
Kelebihan
Keracunan
4 Cara
pengkajian status nutrisi: Pemeriksaan klinis
Analisis diet
Pemeriksaan antropometri
Pemeriksaan laboratorium
Penentuan
status gizi scr antropometris a/ berdsrkan persentase BB aktual thd BB ideal
(persentil-50 grafik tumbuh kembang) menurut tinggi badan (TB) saat
pemeriksaan
Status gizi
menurut klasifikasi Waterlow: Obesitas 120%
Overweight
110-120%
Gizi baik
90-110%
Gizi kurang
70-90%
Gizi buruk
<70%
Menentukan kebutuhan zat gizi
Bersifat
individual
TDK sama dg:
RDA (kecukupan gizi yg dibutuhkan)
RDI (kecukupan masukan gizi yg dianjurkan)
Kebutuhan zat
gizi a/ kebutuhan thd masing2 zat gizi yg perlu dipenuhi agar dpt mencakup 3
macam kebutuhan:
Kebutuhan
penggantian zat gizi yg kekurangan (deplesi-defisiensi)
Kebutuhan
rumat
Kebutuhan
tambahan: Karena kehilangan
Untuk pemulihan jaringan/ organ yg
sakit
Dokter wajib
membuat dx gizi u/ tentukan kebutuhan nutrisi yg berorientasi pd px (tgt jenis
py)
Resep nutrisi
diterjemahkan oleh: Dietisien ke dlm bentuk makanan
Ahli farmasi ke dlm bentuk
nutrisi: Parenteral
Suplemen
Perawat
mengawasi: Terjaminnya asupan dari nutrisi
Respons & toleransi px
Rumus:
Umur di mana TB
saat ini berada pd persentil-50 (lihat kurva TB/ U)
Persentil 50 BB
menurut TB saat ini (lihat kurva BB/ TB)
Kebutuhan
nutrisi anak sakit berdsrkan kondisi: Stres --> dukungan metabolik
Non stres
--> dukungan nutrisi
Selama periode
stres metabolik, pemberian nutrisi berlebihan (overfeeding) meningkatkan:
Kebutuhan metabolisme: Paru
Hati
Kematian
Komplikasi
overfeeding: Paru: Kelebihan produksi CO2 yg meningkatkan ventilasi
Edema paru & ggl nafas
Metabolisme: HiperGlikemia yg tingkatkan
kejadian inf
Lipogenesis karena
peningkatan produksi insulin
Imunosupresi
Hati: Perlemakan hati
Kolestasis intrahepatik
Kebutuhan
kalori & protein: Tentukan BEE (Basal Energy Expenditure/ kebutuhan energi
basal)
Tentukan Faktor stres
Kebutuhan kalori total = BEE x faktor
stres
Tentukan kebutuhan protein pasien
(RDA)
Kebutuhan protein toal = RDA x faktor
stres
Evaluasi & sesuaikan kebutuhan
berdasarkan hasil pemantauan
U/ Tumbuh kejar
(Catch-up growth), nilai kembali kebutuhan Kalori & Protein, stlh: Perbaikan
klinis
Lewat fase kritis (>h7-10)
Faktor stress:
Rumatan tanpa stres 1-1,2
Demam 12% per derajat >37C
Bedah rutin/ elektif, Sepsis minor 1,1 - 1,3
Ggl jtg: 1,25 - 1,5
Bedah mayor: 1,2 - 1,4
Sepsis: 1,4 - 1,5
Tumbuh kejar 1,5 - 2
Trauma atau cedera kepala 1,5 - 1,7
Alternatif cara pemberian zat gizi
Dukungan
nutrisi: Enteral
Parenteral
Nutrisi
enteral
Indikasi: JIKA
pemberian PO & keadaan lambung TDK memungkinkan/ TDK dpt memenuhi kebutuhan
gizi
Dan fungsi usus masih baik
Rute nutrisi
enteral dpt melalui: Oral
ATAU pipa makanan
Keuntungan:
Lebih: Aman
Mudah
Praktis
Bentuk fisiologis
Komposisi zat gizi lengkap
Meski hanya
diberikan 10-15% dari kebutuhan kalori total, nutrisi enteral dpt merumat:
struktur & fungsi intestinal (efek trofik)
Nutrisi
parenteral
JIKA nutrisi
enteral TDK memungkinkan.
Rute: Vena
perifer
Vena
sentral
Alternatif bentuk sediaan zat gizi
Zat gizi obat
(Medicinal nutrient) u/ melengkapai masukan zat gizi yg tdk dpt dipenuhi melalui
makanan: Mikronutrien (Vitamin & Mineral)
Makronutrien (Karbo, Lemak, Protein)
Air
Faktor: Px:
Umur
Dx
Masalah gizi terkait
Kebutuhan nutrisi
Fx gastrointestinal
Formula: Osmolalitas
RSL = Renal Solute Load
Kepekatan & kekentalan kalori
Komposisi zat gizi: Jenis & Jumlah:
Karbohidrat
Protein
Lemak
Ketersediaan produk
Harga
Formula enteral
pediatrik berdsr usia konsumen: Bayi: Prematur
Aterm
Anak:
t1-10
>t10
F. t1-10:
LEBIH: Tinggi kalori drpd F. bayi
Tinggi Fe, Zn, Ca, P, vit D drpd F. Dws
Rendah Prot, Na, K, Cl drpd F. Dws
JIKA terpaksa
pakai F. Dws u/ <t10: Suplementasi: Zn, Fe, Ca, P, Vit
Awasi ketat [Dehidrasi
karena keterbatasan ginjal u/ konsentrasi & ekskresi: Nutrien
Elektrolit
Metabolit yg tidak dimetabolisme (RSL)]
Batas atas
potensial RSL bayi = 33mOsm/100kkal formula
Akibat
HiperOsmolalitas berakibat tertariknya air ke dlm sal cerna: Diare
Mual
Kembung
Kram
AAP rekomendasi
F. bayi 460mOsm/L
Cairan
parenteral
<t2: Lar AA
(Asam Amino) khusus: Anak: Aminofusin Paed
Aminosteril
Bayi: Primene 5%
Aminosteril
infant
Dibanding ASI,
Neonatus yg dpt cairan nutrisi parenteral dws akan: Peningkatan konsentrasi:
Metionin
Fenilalanin
Glisin
Penurunan
konsentrasi: Tirosin
Sistein
Taurin
Cairan nutrisi
parenteral bayi/ anak, mengandung: Conditionally esensial: Sistein, Histidin,
Tirosin, Lisin, Taurin, Arginin
LEBIH
rendah drpd dws: Metionin, Fenilalanin, Glisin
Evaluasi respons
Respons jk
pendek: Daya terima makanan/ obat
Sal. cerna: Toleransi
Efek samping
Respons jk pj:
Kesembuhan py
Tumbuh kembang
Kegiatan
evaluasi: Pengamatan yg dicatat perawat
Pemeriksaan fisis o/ dokter
Analisis diet o/ ahli gizi
Pemeriksaan laboratorium
Antropometri
Penentuan
kebutuhan zat gizi & pemberiannya TDK diketahui pasti sd teruji dampaknya pd
px
Komplikasi
pemberian nutrisi: Enteral: Mekanis
GI
(GastroIntestinal)
Infeksi
Parenteral: Mekanis/ teknis
Infeksi: Sepsis
6-20%
Metabolik:
Kolestasis: TERSERING
TERUTAMA bayi yg dpt nutrisi parenteral >2m
Tata
Laksana komplikasi nutrisi enteral
Mual/ muntah:
Posisi kepala lebih tinggi
Obat prokinetik
Pemberian makan via pipa dg kec. rendah kemudian
ditingkatkan bertahap
Pertimbangkan rute makanan berselang-seling misalnya
duodenal/ jejunal
Konstipasi:
Tingkatkan asupan cairan
Disimpaksi manual
Pilih formula berserat ATAU tambahkan serat
Diare: Konsul
apoteker ttg kemungkinan efek samping obat & kemungkinan
penghentiannya
Label
obat: sorbitol
Pemberian makan kontinu, mulai lambat, bertahap dipercepat sesuai
toleransi
Kurangi kecepatan pemberian makan sd dpt ditoleransi
Komplikasi teknis berhubungan dg pemasangan kateter:
Pneumotoraks
Hematotoraks
Tamponade jtg
Malfungsi peralatan
Komplikasi sepsis
Dx & tx
dini SANGAT tentukan prognosis
SETIAP demam pd
nutrisi parenteral ditatalaksana sepsis sd terbukti bukan
REFEEDING SYNDROME
Komplikasi
metabolik pd malnutrisi berat, ditandai: hipoFosfatemia
hipoKalemia
hipoMagnesemia
Perubahan
sumber energi utama: Lemak (kelaparan) --> Karbo (dukungan nutrisi)
Shg terjadi:
Peningkatan insulin
Perpindahan elektrolit u/ metabolisme intraseluler
Klinis: KV:
Disritmia
Ggl jtg
Respiratory: Ggl napas akut
SSP:
Koma
Paralisis
Gjl:
Nefropati
Hati:
Disfx hati
dr. Freddy
Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Juni 2018
Minggu, 03 Juni 2018
ANEMIA DEFISIENSI BESI
ADB (ANEMIA
DEFISIENSI BESI)
Ditulis ulang
o/ dr. Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak
Indonesia jilid 1, 2009
A/ anemia karena
kekurangan zat besi u/ sintesis Hb
Mrpk Defisiensi
Nutrisi TERBANYAK pd anak
Masalah kesehatan
TERBESAR di seluruh dunia TERUTAMA negara berkembang
SKRT 92: prevalens
ADB balita: 55,5%
Komplikasi: Ggn
fungsi: Kognitif
Imun
Perubahan tingkah laku
Tumbuh kembang terlambat
Karena: Jumlah
total besi rendah
Ggn
pembentukan Hb
Prevalens
TERTINGGI: Akhir masa bayi
Awal masa anak
Anak sekolah
Remaja
Karena: Percepatan
tumbuh
Asupan
besi rendah
Penggunaan susu sapi berkadar besi rendah
Exudative
enteropathy
Kehilangan
darah menstruasi
Dx
Anamnesis
Pucat lama tanpa
manifestasi perdarahan
Mudah: Lelah
(aktivitas & prestasi belajar)
Marah
(ggn perilaku)
Infeksi
Makan: TDK nafsu
TDK
biasa (pica): Es batu, Kertas, Tanah, Rambut
Makanan: Yg kurang mengandung zat besi
Hambat penyerapan zat besi: Kalsium
Fitat: Beras
Gandum
Milkaholics (Susu sbg sumber energi UTAMA sejak bayi sd t2)
Infeksi
Malaria
Infestasi Parasit:
Ankylostoma
Schistosoma
PF
Gx perlahan, SERING
TDK diperhatikan
Hb: <7g/dL:
Pucat
<5g/dL:
Iritabel
Anoreksia
TANPA
Organomegali
Td infeksi
Ggn
pertumbuhan
Penurunan aktivitas
kerja
Dpt ditemukan:
Integumen: Koilonikia (spoon nail)
Sal. Cerna: Stomatitis angularis
Glositis
Protein-losing
enteropathy
Jantung: Takikardia
Ggl
jtg
Pemeriksaan
Penunjang
Darah lengkap:
Rendah: Hb
MCV, MCH, MCHC
MCH <70fL HANYA: ADB
Thallasemia mayor
Sbg skrining: RDW (Red cell Distribution Width) tinggi >14,5% [JIKA N
<13%: Talasemia trait]
MCV
rendah
Index: Mentzer: Ratio MCV/ RBC >13
RDW: MCV/ RBC x RDW > 220 [<220: talasemia trait]
Apusan darah tepi:
mikroSitik
hipoKromik
anIsoSitosis
poikiloSitosis
Kadar besi serum
rendah <50mg/dL, TIBC (Total Iron Binding Capacity) meningkat >350mg/dL,
Serum ferritin <12ng/ml
Feritin serum:
Sebagian kecil bersirkulasi dlm serum
Mencerminkan cadangan besi jaringan terutama Retikuloendotel
BILA meningkat: Kelebihan besi
Pelepasan feritin berlebihan dari jaringan rusak
Respons
fase akut: Inflamasi
Anemia py kronik:
N/ Meningkat
Nilai retikulosit:
N/ menurun [Produksi eri yg tidak adekuat]
STfR (Serum
Transferin Receptor): Sensitif u/ tentukan anemia defisiensi besi thd anemia py
kronis
ZEP (Zinc
erytrocyte protoporphyrin) meningkat
Tx besi
(Therapeutic trial): Beri preparat besi 3mkD --> 5-10h: Peningkatan
Retikulosit
1b: Peningkatan: Hb: 1g/dL
Ht: 3%
6b: Cek Hb & Ht u/ evaluasi keberhasilan tx
Kriteria dx
ADB menurut WHO:
1.Hb<N sesuai
usia
2.Konsentrasi Hb
eri rata2 31% (N: 32-35%)
3.Kadar Fe Serum
<50ug/dL (N: 80-180ug/dL)
4.Saturasi
Transferin <15% (N: 20-50%)
Kriteria ini HARUS
dipenuhi, min no.1, 3, 4
Tes TER-EFISIEN u/
ukur cadangan besi tubuh: Ferritin serum
BILA sarana
terbatas: D/ ditegakkan berdasarkan: Anemia tanpa perdarahan
Tanpa organomegali
Gbrn darah tepi: mikroSitik
hipoKromik
anIsoSitosis
sel Target
Tx besi respos (+)
Tx
Cari faktor sebab:
Riw: Nutrisi
Kelahiran
Perdarahan abN
Pasca
pembedahan
Preparat besi:
Sediaan: Ferous sulfat (20%)
Ferous glukonat (11,6%)
Ferous fumarat (33%)
Ferous suksinat
Dosis besi elemental 4-6mkD
Respons tx: Nilai Hb atau Ht stlh 1b: Hb naik >2g/dL
JIKA respons (+), lanjut 2-3b
Transf drh:
JARANG
HANYA: Hb <4g/dL
Berikan PRC
Pencegahan
Primer:
ASI ekslusif 6b
Tunda
susu sapi sd t1
Sereal/
makanan tambahan yg difortifikasi pd b6-t1
Vit C
(Jeruk, apel) waktu minum preparat besi [Tingkatkan absorbsi]
Hindari:
Bhn penghambat absorbsi besi: Teh, Fosfat, Fitat pd makanan
Minum susu berlebihan
Tingkatkan makanan berkadar besi dari hewani
Edukasi
kebersihan lingkungan
Sekunder:
Skrining ADB: cek Hb & Ht
AAP (American Academy of Pediatrics): b9-12
6b kemudian
t2
Daerah risti: tiap t sejak t1 - t5
Dilanjutkan cek: MCV
RDW
Feritin serum
Trial Tx Besi
ZEP PALING: Sensitif, Mudah, Dianjurkan
Suplementasi besi: Cara TER-TEPAT di daerah prevalens tinggi
Dosis elemental: Bayi BBL: N sejak b6: 1mkD
1,5-2kg: sejak m2: 2mkD
1-1,5kg: sejak m2: 3mkD
<1kg: sejak m2: 4mkD
Bahan
makanan yg sudah difortifikasi spt: Susu formula u/: Bayi
Makanan
pendamping ASI: Sereal
dr. Freddy
Adiwinata, Baung, Palembang, 2 Juni 2018
Langganan:
Postingan (Atom)