Minggu, 04 Maret 2018

3.13.1 Sifilis Kongenital

3.13.1 Sifilis Kongenital
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
 
Tanda klinis:
~SERING berat lahir rendah
~Palm & sole:
*Ruam merah
*Grey Patches
*Kulit melepuh/ mengelupas
~"Snuffles": Rinitis disertai dg obstruksi nasal sangat infeksius
~Distensi perut yg disebabkan pembesaran hati & limpa
~Ikterus
~Anemia
~Bbrp BBLSR sifilis:
*Mempunyai tanda sepsis berat
*Letargi
*Distres pernapasan
*Petekie kulit or perdarahan lain
 
If SUSPEK sifilis --> cek VDRL
 
 
 
 
Tatalaksana
^Neo tanpa gx + ibu VDRL/ RPR (+): --> Benzathine Benzyl Penicillin 50.000u/kg im dosis tunggal
^Neo dg gx:
*Prokain benzil penisilin 50.000u/kg 1x/h 10h
*Benzil penisilin 50.000u/kg im/iv 2x/h 7h pertama lalu 3x/h 3h lanjutan

^Tx ibu + pasangan & cek STD lain



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Mar 2018

3.12 Masalah-Masalah Umum Bayi Baru Lahir Lainnya

3.12 Masalah-Masalah Umum Bayi Baru Lahir Lainnya
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
3.12.1. Ikterus
>50% Neo N
80% Prematur
Pembagian Ikterus: N & aN
Ikterus aN (non fisiologis)
~H1
~Cukup b <14h, Prematur <21h
~Demam
~Berat: palm & sole kuning
O/:
*Inf bak berat
*Py hemolitik: Tidak cocok gol drh or Def G6PD
*Sifilis kongenital or Inf intrauterin lain
*Py hati: Hep or Atresia bilier
*hTiroidisme
Pemeriksaan I aN:
-Konfirmasi kuning --> bil
-Hb or Ht
-DPL: Td Hemolisis & Td Inf Bak Ber (Hit Netrofil Tinggi/ Rendah dg Btg >20%)

Tatalaksana
Tx sinar if:
~I h1
~I berat
~Prematur
~Hemolisis
Lanjut sd:
^Bil < nilai ambang
^Bayi terlihat baik dg palm & sole tidak kuning

If Bil sangat >> --> Transf tukar

AB
If susp inf or sifilis
Antimalaria
`Demam dan dari daerah endemis malaria
`Cek apus darah cari parasit malaria
3.12.2.Konjungtivitis
Mata Lengket dan Konjuntivitis Ringan
*Perlakukan sbg pasien rawat jalan
*Tunjukkan ibu cara cuci mata dg air atau ASI & memberi salep mata
Ibu harus cuci tangan sblm & stlhnya
*Cuci mata & pakai salep mata 4x/h 5h
1 tube salep mata tetrasiklin/ kloramfenikol
Evaluasi stlh 48j
Konjungtivitis berat (Bernanah banyak dan/atau Kelopak mata bengkak) SERING o/ inf Gonokokus
=Oftalmia neonatorum
RI ec:
~Risiko kebutaan
~Evaluasi 2x/h
Cuci mata u/ bersihkan nanah sebanyak mungkin
Sefotaksim 100mkd iv/im 1x/h
Juga gunakan seperti telah diuraikan di atas: salep mata Tetrasikliln/ Kloramfenikol
Obati ibu & pasangannya:
^Gonorhoea: amoksisilin/ spektinomisin/ siprofloksasin
^Khlamidia: tetrasiklin
3.12.3 Tetanus
Tatalaksana
~C rumatan iv
~Diazepam 10mkD in 24j or bolus iv q3 0,5ml Max 40mkD
~Tidak terpasang iv --> pr
~If RR<20x/' --> stop obat (walau spasme)
~If apnu selama spasme or sianosis sentral stlh spasme --> O2 aliran sedang
If belum bernapas spontan --> resus --> tidak berhasil --> rujuk
~Jika ada: Human Tetanus Immunoglobulin 500iu im or Tetanus Antitoksin 5000iu im
~Tetanus toksoid 0,5ml im (tempat berbeda dg antitoksin)
~Penisilin prokain 50.000iu/kg/h im or Metronidazol iv 10h
~If kemerahan &/ pembengkakan pd kulit sekitar tali pusat or keluar nanah dari permukaan tali pusat or bau busuk dari area tali pusat --> berikan tx u/ inf lokal tali pusat
3.12.4 Trauma Lahir
Trauma Ekstrakranial
Kaput Suksedaneum
^TERSERING ditemui
^Tekanan serviks pd kulit kepala
^Akumulasi darah/ serum subkutan, ekstraperiosteal
^TIDAK PERLU Tx, menghilang bbrp h
Sefalhematoma
*Perdarahan sub periosteal akibat ruptur vaskular antara tengkorak & periosteum
*Benturan kepala janin dg pelvis
*PALING UMUM terlihat di parietal tetapi kadang oksipital
*Ukuran bertambah seiring waktu
*5-18% berhubungan dg fraktur tengkorak --> foto kepala
*UMUMnya menghilang in 2-8m
*Komplikasi: Ikterus, Anemia
*Kalsifikasi mungkin bertahan selama >1t
Perdarahan Subgaleal
~Drh di bawah galea aponeurosis
~Pembengkakan kulit kepala, ekimoses
~Mungkin meluas ke daerah periorbital & leher
~Seringkali berkaitan dg trauma kepala (40%)

Perdarahan intrakranial atau fraktur tengkorak
Dx UMUMnya secara klinis:
^Massa padat berfluktuasi yg timbul di kepala
^Berkembang bertahap 12-72j
^Hematoma menyebar di seluruh kalvarium
^Anemia/ hV/ Syok
Tatalaksana: suportif
*Observasi ketat
*Pantau Ht
*Pantau HBil
*Mungkin perlu cek koagulopati

Trauma intrakranial
Perdarahan Subdural
TERSERING: 73% dari semua perdarahan intrakranial
~Gx (in 24j):
Respirasi: Apnu, Sianosis
SSP: Kejang, Defisit fokal, Letargi, hTonia
Fossa posterio: >> TIK
~Dx: CT kepala, Ro: fraktur tengkorak
~Tx: Konservatif (suportif) or Bedah (evakuasi)

Trauma Pleksus Brakialis
Palsi Erb
Cedera akibat regangan C5-7 (pleksus atas)
90% kasus
Manifestasi klinis
*Ekstremitas terlibat dlm posisi aduksi, pronasi & rotasi internal
*No refleks moro, biseps, dan radial
*Biasanya ada refleks genggam
*2-5% paresis saraf frenicus ipsilateral --> gawat napas
*Postur "waiter's tip"
Palsi Klumpke
Cedera karena regangan thd C8-T1 (pleksus bawah)
Mrpk 10% kasus
~No refleks genggam
~Jari berada dlm posisi spt akan mencakar (Clawing)
~Terkait sind Horner (Ptosis, Miosis, Anhidrosis): trauma serabut simpatis T1
Tatalaksana
^Imobilisasi ekstremitas perlahan, melintang di atas perut u/ m1
Lalu mulai latihan pergerakan pasif semua sendi
^If no pemulihan fungsional bermakna in 3b --> eksplorasi bedah
Prognosis
*Bergantung keparahan & luas lesi
*88% sembuh in 4b
Disadur oleh dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018

Sabtu, 03 Maret 2018

Kacamata Gaya

Kacamata Gaya


Hai teman,

Di hari2 ini, muak rasanya kita melihat berbagai berita baik di media sosial, elektronik atau cetak, orang-orang yg memakai topeng, yg maling berteriak maling.  Seolah dengan uang, yg benar dapat disalahkan, yg salah dibenarkan bahkan dijadikan pahlawan. Fakta dijadikan fiksi, fiksi disulap jadi fakta, yg jahat tambah berjaya dan yg jujur tambah digencet.  Sang koruptor seolah memiliki tangan raja Midas, semua yg disentuhnya menjadi emas yg berhasil, sedangkan kita yg bekerja siang malam, belajar siang malam, mendapatkan kesempatan untuk mereguk sedikit kenikmatan pun tidak.  Apa yg kita kumpulkan bertahun2 seolah lenyap dalam sekejap mata..... Seolah dunia memberikan pesan baru kepada kita, bahwa kalau kita ngak mau ikut permainan kotor mereka, maka kita tidak akan bisa hidup...
Apakah itu yg kamu rasakan? Kamu tidak sendirian......saya pun merasakan yg sama, dan saya yakin banyak orang di dunia ini pun merasakan hal yg sama
Namun sebenarnya apakah ini yg terjadi?

Di toko2 banyak dijual kacamata gaya yg lensanya berwarna warni, ada yg hitam, ada yg merah, biru, dll. Apa yg terjadi saat kita memakai kacamata berlensa merah, kita akan merasa seolah-olah semua berwarna merah, air berwarna merah, langit berwarna merah, tumbuhan berwarna merah, semua sekeliling kita berwarna merah.  Tapi apakah memang demikian adanya? Bukalah kacamatamu, kamu akan melihat sekelilingmu berbeda.
Mengapa kita tidak puas, karena kita sudah memakai kacamata ukuran dunia ini, semua diukur dari materi, rumahmu di mana? Arloji mu merk apa?, Handphone mu merk apa? dll.
Kita tidak puas saat adanya kesenjangan yg kita rasakan saat kita membandingkan kelemahan kita dengan kekuatan orang lain.
Seandainya bila kita menetapkan target kita sesuai dengan idola kita tersebut, misalnya tetangga kita membeli mobil Ferrari, apakah kita akan puas bila telah mencapainya? Saya yakin tidak, kita akan terus merasa kurang dan kurang
Tapi buatlah target kita sesuai dengan rencana Tuhan, Tuhan kita ngak pernah menilai kita dari pencapaian harta kita, atau jumlah kebaikan kita, atau prestasi kita. Tuhan kita kenal kita detik per detik, Dia tahu saat kita belajar siang dan malam, Dia tahu saat kita mati2an bekerja.  Dan Dia sangat menghargai semua hal itu, bila kita melakukannya untuk Dia
Jadi mulai sekarang janganlah bersedih lagi, toh kalau kita kerja keras apa pun hasilnya, Dia senang.  Biarlah target kita berbeda dengan dunia ini, biarlah target kita menyenangkan hati Tuhan.
Pakailah kacamata gaya dari Tuhan, dengan lensa yg diterangi ayat-ayat kitab suci, sehingga kita bisa melihat kehidupan dengan berbeda.  Dengan perspektif dari Tuhan, biarlah kita jalani hidup ini, karena memang untuk inilah kita hidup di dunia, bukan mengumpulkan harta, bukan mencetak berbagai prestasi, namun di atas semuanya itu adalah untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018

Emas Murni

Emas Murni


Hai Teman, jumpa lagi nich...

Suka dan duka berganti dalam kehidupan, terkadang kita bingung, sebenarnya apa yg sedang terjadi sich dalam kehidupan kita.  Kenapa tidak suka terus, koq Tuhan sepertinya tega mengizinkan duka yach....

Ternyata Tuhan sedang membentuk kita, sedang memurnikan kita dari semua kekotoran yg tidak berkenan di hadapanNya.
Tuhan kita itu maunya kita murni 100%, ngak ada campurannya.  Percaya Dia 100% meskipun jalan yg harus kita lalui ngak sejalan dengan kemauan kita.  Bersyukur kepadaNya 100%, meskipun kita menyanyi sambil menetes air mata.  Merayakan dukacita.....paradoks sekali dengan dunia yach :).....Memang kita dipanggil untuk tampil beda.....Berjalan tidak menggantungkan diri kepada hal sekitar yg seolah nyata, tapi bersandar iman.....  Siapa yg menang dalam alam roh, akan menang dalam alam nyata.  

Seperti emas, semakin murni, semakin dia mudah dibentuk, semakin dia gampang menurut kepada rencana Si Pengrajin Emas
Sama2 harus melewati tungku pemurnian, sama2 diizinkan penderitaan yg tidak mengenakkan, semua mau ngak mau harus menjalani, cuma yg berbeda respon kita, apakah kita mau menjalaninya dengan menurut sehingga cepat selesai prosesnya, atau bersikeras sehingga tidak selesai2 prosesnya...
Si Pengrajin Emas yg Agung itu tidak pernah memaksa, Dia menunggu dengan sabar, sampai kita dengan sukarela berserah padaNya, bersandar pada kekuatanNya untuk mau dimurnikan.  Karena selama kita masih mengandalkan kebajikan kita, kekuatan kita, kearifan kita, kita akan berakhir dengan keputusasaan.  Karena ini ujian diizinkanNya, hanya juga bisa dilalui dengan kekuatan dariNya, sehingga nyata tanpa Tuhan kita bukan siapa2.  Sehingga kalau pun kita akhirnya lulus, kita akan bertelut bersyukur memuji Tuhan, karena 100% tidak ada bagian dari kita yg bisa dibanggakan, tetapi segala pujian hanya untuk Tuhan.  Sehingga kalau pun kita akhirnya dapat mahkota, kita pun akan tersungkur dihadapannya, dan mempersembahkan mahkota itu, karena hanya karena Dia saja, kita dapat mahkota, jadi kita ngak layak juga memakainya, hanya Dia juga yg layak memakainya.

Maukah kita sebagai emas segera dimurnikan?
Maukah kita segera bisa jadi emas yg bisa dibentuk menjadi perhiasan kepunyaanNya?
Sama seperti manusia yg begitu bangga memakai perhiasan emas, begitupun juga Dia, betapa bahagia dan bangganya Dia memakai kita menjadi perhiasannya untuk kemuliaanNya.
Inginkah kita segera membahagiakan Tuhan kita?



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018

Tuhan Sang Sutradara Agung

Tuhan Sang Sutradara Agung


Apa kabarmu, hari ini, teman?
Sedang duka kah?
Sedang senang kah?
Suka dan duka selalu berganti, selalu ada pertemuan dan perpisahan, tidak ada seorang pun yg tahu apa yang akan terjadi, bahkan 1 detik yg akan datang pun, kita tidak tahu.  Hanya 1 yg pasti, hanya Tuhan, dialah Alfa dan Omega, Yg Awal dan Yg Akhir, Dia yg dahulu, sekarang, dan yg akan datang, tidak pernah berubah....

Setiap kita punya kisah, inilah kisah kehidupan kita
Di satu pihak, Tuhan sang Sutradara Agung mempunyai rencana Agung untuk setiap kita untuk kita jalani...namun di lain pihak, Dia menghormati hak pilih kita, Dia tidak pernah memaksa....kalau kita mau ikut rencanaNya, pasti semua indah pada waktuNya, namun kalau kita ikut jalan rencana kita sendiri, pasti berantakan semuanya
Saya tidak percaya takdir, tapi saya akan berjuang sekuat tenaga untuk semua perkara yg Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita, namun untuk hasilnya, kita serahkan padaNya.  Dia Tuhan spesialis mujizat, Sang Tabib Agung, Sang Raja empunya Langit dan Bumi.

Bak film-film di dunia, kita sebagai penonton tentu sangat menikmati alur cerita, semakin rumit dan tidak bisa ditebak, semakin kita berdecak kagum terhadap kepiawaian sang sutradara.  Demikian juga Tuhan, kalau kita mau ikut rencanaNya, biasanya kita akan dibawa menghadapi hal-hal yg tidak mungkin, tidak masuk logika, namun saat kita sudah kehabisan akal dan tenaga, di situlah Dia memberi jalan keluar.  Untuk seketika Dia akan biarkan seolah2 musuh menang atas kita, namun di saat kritis, Dia akan balikkan semua keadaan.  Apa yg tidak pernah didengar oleh telinga, apa yg tidak pernah dilihat oleh mata, itu semua yg sudah Dia sediakan untuk kita.
Bayangkan bila seorang aktor film pada saat pembuatan film, tidak mau ikut alur cerita yg disediakan sutradara, mau-maunya sendiri, tidak percaya 100% pada sang sutradara, pasti hancur lebur film itu.  Kalau di dunia, pasti sudah dipecat aktor kurang ajar itu.  Namun sangat berbeda dengan Tuhan kita, Dia tetap lembut dan sabar kita dengan sukarela berserah dan percaya 100% pada alur ceritaNya.

Pada saat kita percaya sepenuhnya pada Sang Sutradara Agung, tetap berserah saat musuh menindas, tetap bersyukur saat seolah apa pun yg kita kerjakan tak ada hasilnya, tetap sabar menunggu pertolonganNya.  Bayangkan saat-saat ini jutaan malaikat yang sedang menonton arena dunia ini bagaikan awan yg mengelilingi sedang tegang menunggu klimaks cerita Sang Sutradara.  Sehingga saat kita setia sampai akhir, kita bersama mereka akan berdecak kagum, bertelut memuji Tuhan, karena sungguh kalau kita bisa sampai akhir pertandingan, itu sama sekalli bukan karena kekuatan kita, tetapi semata karena kasih karunia belas kasihan Tuhan saja

Jadi sebenarnya yg terjadi di dunia, bukannya si kaya tambah kaya, si koruptor bisa bebas menang tak terjamah hukum, si miskin tambah miskin, apa pun yg dikerjakan tidak pernah berhasil....bukan...bukan begitu...hanya seolah begitu....sebenarnya hanya Sang Sutradara yg bisa mengubah alur cerita, kita para pemain hanya ikut alurnya...
Jadi kalau kita mau merubah alur cerita, dekatilah Dia, buatlah Dia senang, lakukan semua perintahNya.  Lihat dalam film, bagaimana pun hancur-hancuran seorang pemeran utama, namun segampang membalikkan telapak tangan, tiba2 kejadian tidak terduga akan datang diizinkanNya terjadi mengubah keadaan, kalau perlu kekuatan supranatural pun terjadi, yg tadinya si lemah akan mengalahkan penguasa dan raja-raja. Mustahil? Ya itu mustahil bagi manusia, namun tiada yg mustahil bagi Tuhan.  Dia Sang Sutradara Spesialis Mujizat, Dia sangat senang membuat hal-hal mustahil menjadi klimaks alur ceritanya, di situlah semua malaikat akan terheran2, semua lutut bertelut, semua lidah mengaku, bahwa Dialah Tuhan yg melampaui akal pikiran, yg di tengah kemahakuasaannya, dia mau mengasihi kita yg adalah debu tanah

dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 3 Maret 2018

Minggu, 15 Mei 2016

Gelas Kehidupan

Gelas Kehidupan


Teman, dalam kehidupan terkadang kita tidak habis pikir, bagaimana seolah banyak ketidakadilan di dunia.

Kadang kita berpikir kita yg sudah bekerja keras, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, seakan pendapatan kita berkejaran dg kebutuhan, seperti gali tutup lubang.  Sedangkan orang lain mereka pun kebingungan, kebingungan menyimpan uangnya atau menghabiskan uangnya, sehingga sering mereka melakukan hal-hal yang menurut benak kita adalah hal-hal yg sia2 dan tidak masuk akal

Tapi benarkah demikian adanya? Kalau kita hanya melihat kehidupan dari kacamata materi, tentu jawabannya adalah ya.  Namun hal itu pun tidak akan menjawab, karena sering kali juga kita mendengar seseorang yg bunuh diri di tengah kepopuleran dan kejayaannya.  Seseorang yg akhirnya masuk penjara karena keserakahannya, tidak puas dengan harta berlimpah yang telah dimiliki dan berusaha menambah dengan korupsi, dll

Jadi sebenarnya apa yg kita cari dalam kehidupan?
Tidak ada yg tahu akan mencapai umur berapa kita kelak? Hari inikah, esokkah, atau masih sepuluh-dua puluh tahun lagi, kita tidak tahu.....   Tetapi kita harus selalu siap kapanpun Tuhan memanggil kita, siap untuk bertanggung jawab di hadapan Nya tentang talenta yg telah Dia percayakan untuk kita kelola selama di dunia..

Prinsip ini Tuhan bisikkan kepada saya, saat saya depresi berat melihat kehebatan dan kenikmatan orang lain, saat saya iri terhadap mereka yg saya anggap tidak pernah bekerja keras namun dengan gampangnya berhasil dalam studi dan bergelimang harta, saat saya menangis merenungi kekurangan fisik saya dan membandingkan dengan kesempurnaan fisik orang2 di sekeliling saya..... Dia berbisik, "AnakKu, kamu tahu bahwa Si Tuan akan meminta pertanggung jawaban tidak lebih dari berapa talenta yg diberikan.  Kepada yg memiliki 5 talenta, tidak pernah Dia meminta untuk mempertanggungjawabkan menjadi 20 talenta, tetapi Dia hanya meminta, 5 menjadi 10 talenta.  Tetapi pertanggungjawaban 20 talenta, Dia akan minta dari si penerima 10 talenta..."

Kalau begitu bagaimana kita bisa tahu, apakah kita memiliki 5 atau 10 talenta, kita ngak pernah tahu sampai kita berjalan sampai ke batas kita, bekerja keras begitu rupa sampai ke batas kita.  Di saat kita sudah melakukan semua daya upaya, waktu dan tenaga, barulah kita tahu berapa talenta yg ternyata kita punya.

Talenta? Apa sich talenta, suatu kata asing di telinga orang Indonesia, mungkin terlalu jauh kalau saya ambil persamaan dengan gelas, saya ngak tahu kenapa, namun rasanya inilah yg dibisikkanNya dalam sanubariku....
Bahwa kita semua diberikan gelas yg ukurannya tidak sama, ada yang berisi 100ml, 200ml, bahkan ada yg 350ml atau lebih, ada cangkir teh, ada gelas, ada juga mug dll.  Semua dengan kapasitas berbeda, semua dengan fungsi dan tujuan yg berbeda..
Seandainya saja kita dipercayakan Tuhan gelas kaca 200ml, kita tidak akan pernah puas bila selalu membandingkan dengan mug ukuran 350ml, Kenapa? Karena sampai selamanya bila isi gelas kita dicurahkan ke dalam mug itu, selalu ada yg tidak terisi..... Itulah yg membuat kita depresi, sedih dan iri.......
Ingat Tuhan tidak pernah meminta kita mengisi mug 350ml bila kapasitas kita hanya gelas kaca 200ml....
Lalu apa yg terjadi bila kita dengan kapasitas 200ml, tetapi karena kemalasan kita, kita hanya mengisi cangkir teh 100ml, tentu akan luber sia-sia.....Waktu dan tenaga hanya untuk perkara sia-sia....
Hal itu pun dapat terjadi karena keputusasaan kita lalu mata kita dibutakan untuk melihat kapasitas diri sendiri, dan membatasi diri dengan mempercayai bahwa kita tidak bisa apa2, tidak berarti apa, hanya menjalani hidup apa adanya....
Ingatlah ada rencana besar Tuhan dalam hidupmu, mungkin sebagai cangkir teh, atau gelas, atau mug.  Jangan kuatir tentang apa yang dipikirkan manusia tentang dirimu.  Kamu ngak akan bertanggung jawab kepada mereka.  Tapi kamu akan bertanggung jawab ke Tuhan.  Hanya Tuhan yg tahu kerja kerasmu, hanya Dia yg menampung tiap tetes airmatamu.  Manusia sekitar, bahkan mungkin mereka yg paling kamu sayangi, mungkin tidak pernah melihat jerih payahmu, tidak pernah melihat kamu belajar hingga larut malam, mereka hanya melihat hasil akhirmu saja, titelmu apa, mobilmu apa, rumahmu di mana.  Teramat dangkal mereka menilaimu, janganlah kau pasrahkan dirimu ke dalam penilaian mereka.  Untuk selamanya kau tidak akan pernah bisa memuaskan mereka, selalu akan ada yg kurang.
Kasihilah Tuhanmu dengan segenap akal budimu, persembahkanlah hidupmu menjadi persembahan yg harum dan berkenan di hadapan Tuhan.  Dia yg paling kenal dirimu.
Jangan kamu kuatir tentang masa depanmu, tugas Dialah memeliharamu, tetapi lakukan tugasmu dengan sebaik-baiknya, yaitu melakukan kehendakNya selama kamu masih menjadi musafir di bumi ini.
Apakah gelasmu? Kamu ngak akan pernah tahu, apa gelasmu, seberapa besar kapasitasnya sampai kamu mengisi sampai penuh

Baung, Palembang, 3 Maret 2018 dr. Freddy Adiwinata,

Minggu, 29 November 2015

PII.III.1.IMUNISASI PADA BAYI DAN ANAK BERISIKO

Artis saja pakai parfum FM, masa Anda ngak?


PII.III.1.IMUNISASI PADA BAYI DAN ANAK BERISIKO
Diketik ulang dari PEDOMAN IMUNISASI DI INDONESIA, yang ditulis oleh SYAWITRI P. SIREGAR

Pada bayi dan anak yg mempunyai risiko tinggi untuk mendapatkan infeksi, harus iimunisasi berdasarkan prioritas.
Misalanya pada bayi dan anak yg menderita imunokompromais, transplantasi sumsum tulang/ organ dan splenektomi serta bayi prematur, imunisasi harus diatur.

PASIEN IMUNOKOMPROMAIS
Penekanan respons imun (imunokompromais) dapat terjadi pada penyakit defisiensi imun kongenital (primer) dan defisiensi imun didapat (sekunder) yaitu pemakaian kortikosteroid sistemik dosis tinggi dan lama, penyakit keganasan seperti leukemia, limfoma, pasien dengan pengobatan alkilating agents, antimetabolik radioterapi, bayi/ anak menderita HIV dan transplantasi sumsum tulang.

DEFISIENSI IMUN PRIMER
Pada defisiensi imun primer humoral, defisiensi imun primer selular dan kombinasi defisiensi keduanya seperti penyakit X-linked agammaglobulinemia, Bruton, Wiskott-Aldrich, Ataxia telangiectasia dan sindrom di George, kontraindikasi untuk vaksinasi dengan vaksin hidup.
Dapat diberikan imunisasi pasif dengan gammaglobulin spesifik atau dengan IgIV.

Pada defisiensi komplemen dapat diberikan semua jenis vaksin baik hidup ataupun vaksin kuman mati/ dilemahkan sedangkan pada defisiensi fagosit misalnya pada penyakit granulomatosis tidak boleh diberikan vaksin bakteri hidup dan dianjurkan untuk divaksinasi thd penyakit influenza dan pneumokokus.

Defisiensi imun sekunder, terjadi pada anak yg mendapat:
1.Mendapat pengobatan kortikosteroid dosis tinggi sama atau lebih dari 20mg sehari atau 2mg/kgBB/hari dengan lama pengobatan>7 hari atau dosis 1mg/kgBB/hari lama pengobatan>1bulan.
2.Pengobatan dengan alkylating agents, antimetabolik dan radioterapi.  Untuk penyakit keganasan seperti leukemia, dan limfoma.
Pada pasien dengan sistem imun tertekan tidak boleh diberikan imunisasi vaksin hidup karena dapat berakibat fatal disebabkan kuman/ virus akan bereplikasi hebat karena tubuh tidak dapat mengontrolnya.
Vaksin hidup misalnya vaksin polio oral, MMR dan BCG.
Vaksinasi dengan mikroorganisme hidup dapat diberikan setelah penghentian pengobatan imunosupresif minimal 3 bulan.

Vaksinasi dengan mikroorganisme mati atau yg dilemahkan dapat segera diberikan seperti hepatitis B, hepatitis A, DTP, influenza dan Hib, dosis sama dengan anak sehat.
Respon imun yg timbul tidak sama dengan anak sehat sehingga bila kontak dengan pasien campak harus diberikan imunisasi pasif dengan normal immunoglobulin (human) NigH dosis 0,2ml/kgBB intramuskular.
Untuk profilaksis varisela dosis lebih besar 0,4-1,0ml/kgBB, bila mungkin sebaiknya diberikan imunisasi profilaksis (spesifik) dengan varicella-zoster immunoglobulin (VZIg), namun pada saat ini belum ada di Indonesia.

PENGORBATAN KORTIKOSTEROID
Pada pasien dengan pengobatan kortikosteroid (1) topikal atau obat semprot hidung, paru, salep kulit, salep mata, injeksi lokal, intra artikular, (2) kortikosteroid dosis rendah yg diberikan setiap hari atau selang sehari, dapat diberikan imunisasi dengan vaksin hidup.

Sedangkan pada pasien yg mendapat kortikosteroid sistemik dosis tinggi setiap hari atau selang sehari dan lama pemberian kurang dari 14 hari, dapat diberikan vaksinasi dengan vaksin hidup segera setelah pengobatan, namun ada pendapat yg menganjurkan setelah penghentian 14 hari.

Pada pasien yg mendapat kortikosteroid sistemik dosis tinggi setiap hari atau selang sehari selama >14 hari, dapat diberikan dapat diberikan vaksin hidup setelah penghentian pengobatan 1 bulan.
Imunisasi dengan vaksin hidup dapat diberikan pada pasien yg telah menghentikan pengobatan imunosupresi selama 3 bulan atau 6 bulan dengan pertimbangan bahwa status imun sudah mulai membaik dan penyakit primer dalam remisi atau sudah dapat dikontrol.

Keluarga pasien imunokompromais yg kontak langsung  (serumah) dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi polio inaktif (inactivated polio vaccine), varisela dan MMR.
Vaksin varisela sangat dianjurkan untuk keluarga imunokompromais, oleh karena walaupun dapat terjadi penularan tranmisi virus varisela pada pasien tetapi gejala lebih ringan daripada bila infeksi alamiah yg akan berakibat lebih buruk dan dapat fatal.

Pengecualian untuk pasien leukemia limfositik akut dalam keadaan remisi lebih dari 1 tahun, dapat diberikan imunisasi dengan virus hidup varisela, oleh karena bila mendapat infeksi alamiah dengan varisela keadaannya dapat fatal.

Pasien defisiensi imun kongenital  ataupun yg didapat, imunisasi tidak akan memberikan respons maksimal yg diinginkan, sehingga dianjurkan memeriksa titer antibodi serum setelah imunisasi diberikan sebagai data untuk pemberian imunisasi berikutnya.


INFEKSI HUMAN IMMUNODEFISIENSI VIRUS (HIV)
Pasien HIV mempunyai risiko lebih besar untuk mendapatkan infeksi sehingga diperlukan imunisasi walaupun responsnya terhadap imunisasi kurang optimal.
Yang menjadi pertanyaan, kapan pasien HIV harus diberikan imunisasi?
Apabila diberikan terlambat mungkin tidak akan berguna karena penyakit sudah lanjut dan efek imunisasi tidak ada atau kurang; namun apabila diberikan dini, vaksin hidup akan mengaktifkan sistem imun yg dapat meningkatkan replikasi virus HIV sehingga memperberat penyakit HIV.
Organisasi WHO menganjurkan pemberian imunisasi rutin untuk anak HIV yg belum ada gejala (asimptomatik HIV), kecuali BCG tidak diberikan.
Pasien HIV dapat diimunisasi dengan mikroorganisme yg dilemahkan atau yg mati.
Vaksin pneumokok konjugasi (PCV7) diberikan pada anak dengan HIV (+).
Pada umur kurang dari 23 bulan mendapatkan imunisasi PCV7 3 kali dengan interval 2 bulan, sedangkan anak umur 24-59 bulan karena mempunyai risiko tinggi maka diberikan imunisasi dengan PCV7 2 kali dengan interval 2 bulan dan dilanjutkan dengna imunisasi ke-3 memakai vaksin pneumokok Polisakarida PCV23

Asimptomatik HIV: BCG tidak diberikan
Simptomatik HIV: BCG tidak diberikan, IPV menggantikan OPV
MMR tidak pada imun supresi berat, sel T CD4+ <15%                                            


PENYAKIT HODGKIN
Pasien penyakit Hodgkin yg berumur lebih dari 24 bulan dan orang dewasa (close contact) dianjurkan mendapat imunisasi pneumokok dan Hib, karena pasien berisiko thd kedua penyakit tsb.
Respons antibodi paling baik bila imunisasi diberikan 10-14 hari sebelum dilakukan imunoterapi.
Apabila diberikan bersama dengan imunoterapi hasilnya kurang efektif dan harus diulang 3 bulan setelah kemoterapi atau radioterapi dihentikan

Pada spelenektomi dianjurkan untuk pemberian imunisasi pneumokok dan Hib sebelum pengangkatan limpa.
Pemberian profilaksis antibiotik dengan penisilin dianjurkan untuk penderita anemi sickle cell, thalasemia untk melindungi thd infeksi pneumokok.
Dosis yg dianjurkan 2x125mg sehari untk anak yg kurang dari 5 tahun dan 2x250mg sehari untuk anak>5 tahun.
Dapat juga profilaksis dg amoksilin 20mg/kg sehari.

Harus dijelaskan kepada orang tua bahwa walaupun sudah mendapat profilaksis antibiotik masih dapat menderita infeksi oleh kuman lain, sehingga bila demam harus  segera berobat untuk menghindari sepsis.

Pada pasien keganasan seperti leukemia dan limfoma sebelum memulai pengobatan dengan kemoterapi sebaiknya diberikan dahulu imunisasi.

PASIEN TRANSPLANTASI SUMSUM TULANG (TST)
Resipien transplantasi sumsum tulang (TST) alogenik akan menjadi defisiensi imun disebabkan 4 komponen:
1.Pengobatan imunosupresi terhadap penyakit primer
2.Kemoterapi dan radioterapi yg diberikan pada pejamu
3.Reaktivitas imunologi antara graft dan pejamu
4.Pengobatan imunosupresi yg diberikan setelah transplantasi

Sedangkan pada transplantasi sumsum tulang otolog hanya komponen 1 & 2 yg berperan.
Rekomendasi yg dianjurkan pada pasien transplantasi sumsum tulang tampak pada tabel 3.3.
Pada TST alogenik, sistem imun resipien digantikan oleh sistem imun pejamu.

Sebaiknya sebelum transplantasi dilakukan, pada pasien diberikan imunisasi polio dan DTP terlebih dahulu; karena terbukti setelah transplantasi, imunitas terhadap virus polio, tetanus dan difteri hampir tidak ada.
Penelitian klinis menunjukkan bahwa bila donor diberikan imunisasi difteri dan tetanus sebelum transplantasi dilakukan, kemudian segera setelah itu diberikan imunisasi pada resipien dengan antigen yg sama akan memberikan respons yg baik.
Hal yg sama dapat dilakukan dengan vaksin inaktif pertusis, Hib, hepatitis B, pneumokok dan IPV (inactivated polio vaccine).

Imunisasi influenza dapat diberikan 1 tahun setelah transplantasi dan diulangi setiap tahun sebelum epidemi tiba.
Imunisasi dengan hepatitis B diberikan setelah 1 tahun transplantasi.
Pasien berumur di atas 12 tahun yg akan mendapat organ transplantasi sebaiknya diperiksa terlebih dahulu titer antibodi campak, rubela dan varisela.
Mereka yg beresiko tinggi harus mendapat imunisasi MMR sebelum transplantasi dilakukan.
Titer antibodi setelah setahun transplantasi sebaiknya diperiksa.
Pada mereka yg rentan infeksi bila kontak dengan pasien campak, varisela dan rubela sebaiknya diberikan imunisasi pasif dengan imunoglobulin dan bila mungkin titer antibodi diperiksa terlebih dahulu.
Karena hanya sedikit data mengenai imunisasi pada pasien transplantasi, setiap senter mempunyai pengalaman dan cara yg berbeda.

Vaksin DPT (Transplantasi SST alogenik (Ya)) (Transplantasi SST otologus (Ya)): 2-3 dosis setelah 6-12 bulan transplantasi.
Polio (IPV) (Transplantasi SST alogenik (Ya)) (Transplantasi SST otologus (Ya)): 2-3 dosis setelah 6-12 bulan transplantasi.
Campak (Transplantasi SST alogenik (Epidemik campak)) (Transplantasi SST otologus (Hanya pada penderita anak)): Tidak diberikan dalam 24 bulan setelah transplantasi.  Tidak pada GVHD.  Terutama wanita.
Rubela: (Transplantasi SST alogenik (Ya)) (Transplantasi SST otologus (Ya)): 2 dosis mulai 6-12 bulan setelah transplantasi
Hib: (Transplantasi SST alogenik (Ya)) (Transplantasi SST otologus (Ya)): 12 bulan setelah transplantasi.  Hasil tidak baik pada GVHD.
Hepatitis B: (Transplantasi SST alogenik (Ya)) (Transplantasi SST otologus (Ya)): Tidak dalam masa 24 bulan setelah transplantasi.  Tidak pada GVHD
Pneumokok: (Transplantasi SST alogenik (Ya)) (Transplantasi SST otologus (?))
Varisela: (Transplantasi SST alogenik (Tidak)) (Transplantasi SST otologus (Anak dan dewas muda))

TST = Transplantasi Sumsum Tulang
GVHD = Graft Versus Host Disease.

BAYI PREMATUR DAN BERAT LAHIR RENDAH
Bayi prematur dapat diimunisasi sesuai dengan umur kronologisnya dengan dosis dan jadwal yg sama dengan bayi cukup bulan.
Vaksin DTwP atau DTaP, Hib dan OPV diberikan pada umur 2 bulan.
Bila bayi masih dirawat pada umur 2 bulan sebaiknya diberikan IPV, bila akan diberikan OPV sebaiknya ditunda sampai saat bayi akan dipulangkan dari rumah sakit/ rumah bersalin untuk menghindarkan penyebaran virus polio kepda bayi lain yg sedang dirawat.
Pada bayi prematur respons imun kurang bila dibandingkan bayi matur terhadap imunisasi hepatitis B, sehingga pemberian vaksin hepatitis B dapat dilakukan dengan 2 cara sebagai berikut:
*Ibu positif HbsAg, berat lahir>2000g: harus diberikan hepatitis B bersamaan dengan HBIG pada 2 tempat yg berlainan dalam waktu 12 jam.
Dosis ke-2 diberikan 1 bulan kemudian, dosis ke-3 dan ke-4 diberikan umur 6 dan 12 bulan.
Periksa titer anti-HBs dan HBsAg padaumur 9-15 bulan.
Bila HBsAg dan anti-HBs negatif, reimunisasi dengan 3 dosis dengan interval 2 bulan dan periksa kembali HBs.

*Ibu positif HbsAg, berat lahir <2000g: bayi harud diberikan HepB +HBIg pada 2 tempat suntikan yg berlainan dalam waktu 12jam.
Imunisasi vaksin hepatitis B ke-2 diberikan dalam umur 1 bulan dan berat badan mencapai 2000g, selanjutnya umur 2-3 bulan dan 6 bulan umur kronlogis.
Periksa anti HBs dan HBsAg pada umur 9-15 bulan.
Bila HBsAg dan antiHBs negatif, reimunisasi dengan 3 dosis dengan interval 2 bulan dan periksa kembali HBsAg dan antiHBS

Ibu negatif HBsAg, berat lahir  > 2000g: pemberian imunisasi hepatitis B dosis pertama saat lahir, selanjut umur 1 dan 6 bulan umur kronologis.

Ibu HBsAg negatif, berat lahir <2000 g: imunisasi pertama saat berat badan telah mencapai 2000 g atau secara klinis keadaannya stabil dalam 30 hari umur kronologis atau pada saat keluar dari RS sebelum 30 hari.
Imunisasi hepatitis B dalam 3 dosis pada umur 1-2 bulan, 2-4 bulan dan 6-18 bulan umur kronologis.

Ibu tidak diketahui status HBsAg, berat lahir > 2000g: diberikan vaksin HepB dalam 12 jam.
Periksa HBsAg ibu segera.
Bila hasil positif ditambahkan HBIg dalam waktu 7 hari.

Ibu tidak diketahui status HBsAg, berat lahir <2000g: diberikan vaksin hepatitis B.
Periksa HBsAg ibu segera, bila tidak dapat dilakukan dalam 12 jam, berikan HBIg dalam 12jam.

Saat ini telah beredar vaksin kombinasi hepatitis B dengan DTP, DTaP (DTP/HepB).
Vaksin kombinasi baru dapat diberikan pada umur kronologis setelah 6 minggu, jadi vaksin kombinasi tidak dapat diberikan sebagai imunisasi pertama pada bayi prematur.

IMUNISASI PADA ANAK DENGAN PENYAKIT KRONIS
Anaka dengan penyakit kronis peka terhadap infeksi sehingga harus diberikan imunisasi seperti anak sehat kecuali sudah terjadi defisiensi imun sekunder.
Sangat dianjurkan untuk imunisasi terhadap influenza dan pneumokokus.

Tabel 3.4 Imunisasi dan kondisi terpapar infeksi
Paparan infeksi: Campak; Inkubasi: 8-12 hari, pemberian vaksinasi: 0-3 hari paparan.
Paparan infeksi: Varisela; Inkubasi: 14-16 hari, pemberian vaksinasi: 0-3 hari paparan.
Paparan infeksi: Rubela; Inkubasi: 14-23 hari, pemberian vaksinasi: tidak perlu.
Paparan infeksi: Gondongan; Inkubasi: 12-25 hari, pemberian vaksinasi: tidak perlu.
Paparan infeksi: Hepatitis B; Inkubasi: 14-160 hari, pemberian vaksinasi: perlu aktif dan pasif segera dalam 12 jam.
Paparan infeksi: Tetanus; Inkubasi: 24 jam – beberapa bulan, pemberian vaksinasi: perlu aktif dan pasif.
Paparan infeksi: Hepatitis A; Inkubasi: 15-50 hari, pemberian vaksinasi: tidak perlu.

VAKSINASI PADA ANAK DENGAN REAKSI EFEK SAMPING
Pada anak yg pernah menderita reaksi efek samping yg serius setelah imunisasi, imunisasi berikutnya harus di rumah sakit dengan pengawasan dokter.

AIR SUSU IBU DAN IMUNISASI
Tidak terdapat kontra indikasi pada bayi yg sedang menyusui bila ibunya diberikan imunisasi baik dengan bakteri atau virus hidup dan kuman yg dilemahkan.
Sebaliknya air susu ibu tidak akan menghalangi seorang bayi untuk mendapatkan imunisasi.


================================================================

Mau beli atau jualan parfum FM juga?