Selasa, 06 Maret 2018

Tubuhmu adalah Hartamu

"Tubuhmu adalah Hartamu"
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 7 Maret 2018

Tubuhmu adalah hartamu...tidak percaya? Coba saja tidak hidup sehat, makan sembarangan, tidak pernah berolahraga.  Tubuhmu akan sakit, dan kamu harus mengeluarkan uang yg sangat banyak untuk mengembalikan kesehatanmu.  Mungkin ada beberapa orang yg berkilah bahwa tak apa karena mereka memiliki asuransi, namun sekalipun kamu tidak mendapat kerugian secara finansial tetap saja kamu rugi, mungkin rugi waktu, yg seharusnya kamu kerja/ sekolah, tapi gara2 sakit, kamu harus di rumah sakit.  Atau mungkin rugi kenyamanan, karena sakit, kamu mengalami rasa tidak enak.
Pelihara kesehatan tubuhmu, sama seperti kamu menjaga barang berhargamu.
Peliharalah kesehatanmu, karena bila kamu sehat, kamu sudah menghemat amat sangat banyak uang

dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 7 Maret 2018

4.4.1 Bronkiolitis

4.4.1 Bronkiolitis
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

 
A/ ISPB (bawah) o/ virus, BIASAnya lebih berat pd bayi muda, terjadi epidemik setiap t, & ditandai obstruksi sal nafas & mengi
 
Sebab TERSERING: RSV
 
Bisa inf bakteri sekunder
 
If disertai napas cepat atau td distres nafas --> = tx pneumonia
 
Episode mengi bisa terjadi bbrp b stlh serangan bronkiolitis, namun akhirnya akan berhenti
 
 
 
Dx:
~Mengi yg tidak membaik dg 3 dosis bronkodilator kerja cepat
~Ekspirasi memanjang/ Expiratory effort
~H-inflasi dinding dada dg hipersonor pd perkusi
~Retraksi
~Crackles
~Sulit makan, menyusu, minum
 
 
 
Tx:
^AB:
*Napas cepat SAJA -->:
-RJ
-Kotri TMP 8mkD 2x/h 3h
-Or Amok 50mkD 2x/h 3h
*(+) td distres napas tanpa sianosis & masih bisa minum -->:
-RI
-Ampi/ amok 25-50mkd iv/im 4x/h
-72j pertama: pantau 24j:
`Respon baik --> lanjutkan di rumah/ RS dg amok 50mkD u/ 3h berikutnya
`+ kloram 25mkd im/iv 3x/h if Respon memburuk in 48j or Keadaan berat: --> membaik: lanjut po 4x/h 10h
*Datang klinis berat --> O2 + kombi ampi - kloram or ampi - genta
Alternatif: Seftriakson 80-100mkD iv/im 1x/h
 
 
 
Komplikasi
Pneumotoraks, if:
*Ggl respon thd tx O2
*Tiba2 memburuk
--> CXR
 
 
 
Tension pneumotoraks

-Diikuti distres nafas & pergerseran jtg
-Penanganan segera --> jarum di daerah terkena, diikuti insersi kateter dada dg katup di bawah air u/ jamin kelangsungan keluarnya udara sd kebocoran udara menutup spontan & paru mengembang



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 6 Maret 2018

4.2 Pneumonia

4.2 Pneumonia
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)


Mayoritas episode serius o/ bakt
4.2.1 Pneumonia Ringan
Dx:
~Di samping batuk atau kesulitan bernapas, HANYA terdapat napas cepat saja (b2-11 >50x/'; t1-5 >40x/')
~Pastikan no tanda pnemonia berat
Tx:
^RJ
^AB:
*Kotri (TMP 4mkd) 2x/h u/3h
*Amox 25mkd 2x/h u/ 3h
*U/ HIV: 5h
Tindak lanjut:
-Anjurkan ibu beri makan anak
-Kontrol stlh 2h & Lebih cepat if memburuk/ tidak bisa minum/ menyusu
#If pernapasan membaik, demam <<, nafsu makan >> --> lanjutkan tx sd 3h
#If no perbaikan -->:
*ganti AB lini 2
*Kontrol 2h lagi
#If (+) td pneumonia berat --> RI
4.2.2 Pneumonia Berat
Dx:
Batuk &/ kesulitan bernapas + min 1:
~Bobbing
~Flaring (napas cuping hidung)
~Retraksi
~CXR gbrn pneumonia: infiltrat luas, konsolidasi, dll
Selain itu, bisa didapatkan pula:
^Napas cepat: <b2 >60x/', b2-11 >50x/', t1-5 >40x/', >t5 >30x/'
^Grunting
^Auskultasi: crakles, suara pernapasan <<, suara pernapasan bronkial
Sangat berat:
~Tidak dapat menyusu/ minum/ makan or muntah semua
~Kejang, letargis, or tidak sadar
~Sianosis
~Distres pernapasan berat
Tx:
*RI
*AB:
-Ampi/ amok 25-50mkd iv/im 4x/h
-72j pertama: pantau 24j
~If respon baik -->:
`Lanjut sd 5h
`Lalu lanjut Amok po 15mkd 3x/h di rumah/ RS u/ 5h berikutnya
~+ Kloram 25mkd im/iv 3x/h, if:
*Memburuk <j48
*Or (+) keadaan berat:
-Tidak dpt menyusu or minum/ makan or muntah semua
-Kejang, letargis or tidak sadar
-Distres pernapasan berat
*Datang dg keadaan klinis berat -->: O2 + kombi ampi - kloram or ampi - genta
*Alternatif: Seftriakson 80-100mkD im/iv 1x/h
*Tidak membaik in 48j --> CXR
*If susp stafilokokal --> ganti dg genta 7,5mkD im 1x/h dan kloksasilin 50mkD im/iv 4x/h or klindamisin 15mkD 3x/h
--> If membaik lanjutkan kloksasilin/ dikloksasilin po 4x/h sd 3m or klindamisin po sd 2m
Tx O2
-U/ SEMUA pneumonia berat
-If ada pulse oximetry -->:
*Panduan: O2 u/ SatO2<90%
*Tiap hari if stabil --> uji coba tanpa O2
*Stop O2 if stabil + >90%
-Nasal prongs: metode TERBAIK hantarkan O2 u/ bayi muda.
Masker wajah/ kepala tidak direkomendasikan
-Stop O2 if hilang tanda hipoksia (mis retraksi or RR>70x/')
-Cek tiap 3j bahwa kateter/ prong:
^Tidak tersumbat mukus
^Berada di tp benar
^Sambungan baik
Perawatan Penunjang
-Pct if >39C + distres
-Bronkhodilator kerja cepat if mengi
-Alat pengisap perlahan if sekret kental di tenggorokan tdk dpt dikeluarkan
-C. rumatan:
*Terutama ASI & c. po
*Tdk dpt minum --> pipa nasogastrik --> c. rumatan porsi sedikit tapi sering
*If butuh O2 juga --> pasang di lubang hidung yg sama
-Segera stlh bisa menelan makanan --> beri makan
Pemantauan
~Min px di-cek o/ perawat tiap 3j & dokter tiap 1j
~If no komplikasi --> perbaikan in 2h
Komplikasi
^2h tidak membaik
^CXR ulang
^Komplikasi yg sering:
*Pneumonia stafilokokus:
Dx:
-Cepat memburuk meski tlh di-tx
-CXR: Pneumatokel or pneumotoraks dg efusi pleura
-Sedian apus sputum: kokus g(+)
-Inf kulit disertai pus/ pustula
Tx:
-Kloksasilin 50mkD im/iv 4x/h + genta 7,5mkD im/iv 1x/h  --> perbaikan, lanjut kloksasilin po 50mkD 4x/h 3m
Dpt diganti dg AB anti-stafilokokal lain spt: Oksasilin, Flukloksasilin, Dikloksasilin
*Empiema:
Dx:
^Demam persisten meski di-AB
^Tanda pendorongan organ intratorakal (masif)
^Pekak pd perkusi
^CXR: cairan pd 1-2 sisi dada
^C. pleura keruh/ purulen
Tx:
^Drainase:
*HARUS
*2-3x
*Analisis c. pleura: Prot, G, jumlah sel, jenis sel, pewarnaan Gram & Ziehl-Nielsen
^AB:
*If datang sudah empiema --> tx sbg pneumonia
*If mrpk komplikasi RI --> alternatif AB pneumonia
*If susp Staf --> tx Staf
^Ggl tx: --> cek TB
`If demam persisten >2m + gx pneumonia
`Skor TB >6 --> tx TB
^Suspek/ HIV

#Gx sama
#PCP TERSERING b4-6 mrpk penyebab tambahan PENTING & HARUS segera di-tx
#Ampi + Genta 10h
If tidak membaik in 48h --> ganti dg seftriakson 80mkD in 30' 1x/h; bila tidak ada: genta + kloksasilin
#B2-11: + kotri dosis tinggi TMP 8mkd 3x/h po 3m
#B12-59: AB seperti di atas if (+) td PCP [gbrn pneumonia interstisial CXR]

dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 6 Maret 2018

Senin, 05 Maret 2018

Berhasilkah?

Hai teman, jumpa lagi

Terkadang kita sudah merasa sudah sekolah tinggi2, sudah belajar siang malam, sudah lakukan semua prosesnya, semua syarat sudah dipenuhi, kenapa ngak berhasil juga, sedangkan orang lain koq dengan mudahnya berhasil.

Sama seperti seseorang yg akan ke suatu tempat dengan mengendarai mobil.  Secara aturan umum, dia sudah persiapkan semuanya, bensinnya, mesinnya, bannya, olinya, dll.   Jadi harusnya sudah ok, namun adakah yg bisa memastikan dia sampai ke tujuan.  Tidak ada yg bisa.  Mengapa karena semua persiapan hanya dapat meningkatkan probabilitas keberhasilan.  Namun selalu ada faktor yg di luar kekuasaan kita.  Meski mobil kita sudah ok semua, siapa yg tahu tiba2 ada truk yg mogok di depan kita atau ada longsor yg menghambat jalan kita.  Nah, untuk faktor yg diluar kekuasaan kita ya kita serahkan ke Tuhan, karena kita kuatirkan pun, ngak ada gunanya, ngak akan merubah keadaan.
Namun yg pasti bila kita terlalu kuatir terhadap hal2 yg di luar kekuasaan kita, kadang kita jadi lupa dg hal-hal yg bisa kita kerjakan, yg seharusnya bila dikerjakan bisa meningkatkan kemungkinan kita berhasil.
Lagi pula kalau kita tidak melakukan hal2 yg kita tahu seharusnya harus dilakukan, maka 100% kita pasti gagal



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 6 Maret 2018

Kalau tidak bisa membuat gedung, bukan artinya tidak bisa membuat rumah

"Kalau tidak bisa membuat gedung, bukan artinya tidak bisa membuat rumah.
Kalau tidak bisa membuat rumah, bukan artinya tidak bisa membuat gubuk"
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 6 Mar 2018

Artinya
Berbuatlah yg terbaik yg kita bisa, kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu kita bisa atau tidak.  Setelah mencoba dan gagal, ya ngak apa, cobalah lagi, mungkin dengan cara yg berbeda atau bentuk yg berbeda, atau disesuaikan dengan apa yg kita punya dan bisa.  Gagal suatu hal bukan artinya jadi kita gagal jadi manusia dan gagal segalanya.

Ke Tempat Tinggi

Ke Tempat  Tinggi


Hai, teman, pernahkah kalian tersesat di hutan, saya pernah......Saat itu saya diminta untuk menemukan rute perjalanan masuk hutan untuk sebuah acara anak2 SD/ SMP/ SMA.  Saat itu saya sudah kelas 4 di FKUI.  Terus terang saya belum pernah melakukan kegiatan seperti itu sebelumnya, maklum saya anak kuper dan kutu buku hehehehe...cuma saya pikir apa susahnya sich.....jadi tanpa pengalaman dan peralatan, saya dan 2 teman saya memberanikan diri.  Kami menyusuri hutan kecil itu di rute yg sudah biasa dilalui, lalu kami pikir, koq ngak ada tantangannya yach....lalu kami melayangkan pandangan ke lokasi tujuan kami, kami berpikir mengapa kami harus ikut rute yg biasa, karena rutenya memutar, tentu pikir kami lebih jauh dan makan waktu, mengapa tidak memotong saja.....Benar2 keputusan yg saya sesali sesudahnya hehehehe...jadi kami mulai keluar dari rute utama dan berusaha memotong lembah itu yg kami anggap rute tercepat.
Awalnya biasa saja, namun makin lama pepohonan semakin tinggi dan semakin rapat.  Tak terasa semakin gelap, ditambah mulai gerimis, di situ kami mulai sadar, sepertinya kami tersesat.....
Kami sukar memandang apa yang ada di depan karena tertutup oleh pohon2 besar yg rimbun, terkadang tebing terjal... Untunglah teman kami segera sadar dan naik ke tempat tinggi, dari tempat ketinggian itulah dia bisa melihat arah yg benar....Segera kami melanjutkan perjalanan, dan acap kali kami kebingungan arah, kami selalu ke tempat tinggi untuk menilai medan, mana arah yg harus ditempuh sampai akhirnya kami tiba juga di tujuan, lengkap dengan lecet di sana sini

Teman, dalam menjalani kehidupan, pernah kita bingung, bertanya apa rencana Tuhan dalam hidup kita, seakan kita selalu bertanya dan berserah pada rencanaNya tapi pada saat kita jalani koq sepertinya ngak berhasil, saat kita jalani koq malah ditentang kiri dan kanan.  Terkadang kita melihat teman2 kita, orang2 yg kita kenal atau tidak kenal yg melakukan usaha yg sama, koq rasanya begitu gampang yach, begitu cepat berhasil, semua mendukung mereka.  Tapi kenapa hal itu tidak terjadi pada saya?  Saat itulah kita seperti saat saya berada tersesat di lembah yg paling bawah, melihat ke kanan ke kiri rasanya tidak ada jalan keluar.  Ingatlah, itu yg akan kita lihat saat kita hanya melihat sejauh mata kita memandang, peta kita sangat sempit.  Tapi cobalah seandainya kita pada posisi Tuhan, dari tempatnya yg tinggi, Dia melihat dengan jelas sebenarnya ke arah mana kita harus berjalan.  Jadi saat kamu merasa tersesat, segeralah lari padaNya, supaya kepada kita diperlihatkan rencana jalanNya.

Namun terkadang kita sudah berdoa siang dan malam, namun tidak juga dijelaskan rencanaNya, entah kita kurang peka atau bagaimana.... Saat itulah kita tetap beriman, karena iman adalah bukti dari segala sesuatu yg kita lihat, bahwa dalam ketidaktahuan dan keputusasaan kita, Dia tetap Tuhan yg sanggup dan mau menjaga dan memimpin kita.  Bahwa meski bila kita memandang ke atas, hanya awan-awan gelap yg menggantung, percayalah ada langit biru di belakang awan2 itu.  Terkadang mungkin Tuhan berpikir, seandainya pun dijelaskanNya rencana indahNya untuk kita dari A sampai Z, otak kita yg sangat terbatas ini pun ngak sanggup mencernanya.  Jadi ya sudah percaya saja dan jalani, percayalah bahwa Dia adalah Bapa yg sangat mengasihi kita, yg bila kita sudah ditepi jurang, tidak akan dibiarkanNya kita jatuh, tapi secepat kilat, Dia akan tarik kita ke jalan yg benar.


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Maret 2018

3.13.2 Bayi dari Ibu dengan Tuberkulosis

3.13.2 Bayi dari Ibu dengan Tuberkulosis
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
 
If ibu:
~TB aktif
~Di-tx <2b
~Di-dx sesudah melahirkan
 
Maka:
^Yakinkan ibu aman u/ beri ASI
^Jangan BCG saat bayi baru lahir
^INH profilaktik 5mkD po 1x/h
^M6 --> evaluasi bayi: BB & if mungkin CXR --> If:
*(+) temuan py aktif --> start tx antiTB lengkap
*Terlihat baik & hasil pemeriksaan (-) --> lanjut INH profilaktik sd 6b
^Tunda BCG 2m stlh tx

^If BCG sudah diberikan  --> ulangi BCG 2m stlh tx


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Mar 2018