Rabu, 14 Maret 2018

5.3.2 Diare persisten (tidak berat)

5.3.2 Diare persisten (tidak berat)
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

Beri makan khusus & c.tambahan di rumah
Dx
Diare >14h tanpa td dehidrasi or gizi buruk
Tx
~RJ
~Beri zat gizi mikro & vitamin
Suplemen multivitamin & mineral 2m
Min 2 RDA (Recommended Daily Allowance) folat, vit A, magnesium, copper
1 RDA t1: Folat 50ug, Zinc 10mg, Vit A 400ug, Fe 10mg, Tembaga 1mg, Magnesium 80mg
~Cegah dehidrasi dg rencana terapi A
Pemberian Makan
Mungkin kesulitan cerna susu sapi dibanding ASI
^Nasihati ibu u/ kurangi susu sapi dlm diet anak sementara
^Teruskan ASI & makanan pendamping ASI yg sesuai:
*If masih menyusu --> ASI lebih sering, lebih lama, siang malam
*If SF --> ganti dg SFBL (SF bebas laktosa)
*If pengganti susu tidak mungkin -->:
-Batasi SF sd 50ml/kg/h
-Campur susu dg bubur nasi ditambah tempe, tapi jangan diencerkan
*Beri makanan lain sesuai umur
*Porsi kecil tapi sering, min 6x/h
Tindak Lanjut
Periksa ulang stlh 5h OR <5h if memburuk/ masalah lain

Anak yg bertambah bb & bab<3x/h --> lanjut diet N sesuai umur



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 14 Maret 2018

5.3.1 Diare Persisten Berat

5.3.1 Diare Persisten Berat
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

 
Dx
Diare >14h + td dehidrasi
 
 
Tx
-Nilai dehidrasi --> Rencana B OR C
-Oralit efektif u/ MAYORITAS px
-Sebag kecil px --> tidak efektif ec penyerapan G terganggu --> rehidrasi iv sd Oralit bisa diberikan tanpa sebabkan perburukan diare
-Inf yg tidak berhub dg usus: Pneumonia, Sepsis, ISK, Sariawan mulut, Otitis media
-If mungkin kultur tinja
-Beri zat gizi mikro & vitamin
-AB:
*Shigella: if (+) drh
*Amubiasis (Metro po 50mkD 3x/h 5h) HANYA IF:
^Mikroskopis tinja: (+) trofozoid Entamoeba histolytica dlm eri
^OR 2 AB berbeda u/ Shigella tidak efektif
*Giardiasis (Metro 50mkD 3x/h 5h): if Kista/ Trofozoit Giardia lamblia (+) di tinja
*Clostridium defisil (Metro 30mkD 3x/h)
*Klebsiela spesies OR Escherichia coli patogen --> sesuai sensitivitas kultur
 
 
Pemberian makan u/ diare persisten:
ASI sesering mungkin
 
 
Diet Rumah Sakit
Diet khusus sd diare berkurang & bb bertambah
Min 110 Kal/kg/h
 
<b6
ASI eksklusif
Bantu ibu yg belum eksklusif jadi eksklusif
If tidak dapat ASI --> SF no laktosa via sendok/ cangkir.  Bila membaik, bantu ibu menyusui lagi
Ibu HIV (+) [tidak dpt memberi ASI] --> konseling penggunaan susu pengganti scr benar
 
 
>b6
Mulai makan lagi segera stlh bisa makan
Min 6x/h (total 110 Kal/kg/h)
Mayoritas malas makan, sd setiap inf serius diobati 24-48j.  Mungkin awalnya perlu pipa nasogastrik
 
2 diet rekomendasi:
Diet ke-2 7h IF ggl diet OR refrakter stlh 7h diet ke-1
 
 
 
Ciri tx diet berhasil:
~Asupan cukup
~BB bertambah (TERPENTING) 3h berturut2
~Diare berkurang
~Afebris
 
 
Anak yg bereaksi baik --> tambah buah segar & sayur matang
Stlh 7h diet efektif --> kembali ke diet sesuai umur (termasuk susu) min 110Kal/kg/h
Bisa RJ --> harus diawasi u/ pastikan pertambahan bb & sesuai nasihat pemberian makan
 
 
Gagal diet:
#Peningkatan frek bab (BIASAnya >10x/h encer),  sering diikuti kembalinya td dehidrasi (BIASAnya terjadi segera stlh mulai diet baru)
#OR gagal tambah bb in 7h
 
 
 
Pemantauan

BB, Suhu, Asupan makanan, Jumlah bab


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 14 Maret 2018

Sang Sutradara Agung bagian ke-2

Sang Sutradara Agung bagian ke-2


Halo, ketemu lagi...

Masih ingat bahwa Tuhan kita seperti Sutradara Agung dan kita semua adalah para pemain filmNya.  Sedangkan para malaikat dan saksi-saksi kudus sedang melihat pertunjukan kehidupan bagaikan awan-awan yg mengelilingi kita

Sebagai aktor tentu kita harus ikut alur ceritaNya sang Sutradara, meski kadang alur ceritanya ngak sejalan dengan yg kita mau.  Kita maunya enak terus, menang terus hehehehehe.....bayangkan kalau kita menonton cerita di mana sang aktor menang terus, misal berkelahi dengan penjahat, sekali tinju, langsung KO, pasti kita segera bosan.  Tapi kita mencari dan menantikan hal-hal klimaks, di mana terjadi perubahan situasi dengan tak terduga, maka kita akan berdecak kagum memuji kepiawaian sang Sutradara meramu jalan cerita.  Demikian juga Tuhan, sebenarnya itulah rencana keberadaan kita di dunia yaitu untuk memuliakan namaNya.  Karena di dalam klimaks, itu nyata benar, bahwa kalau bukan karena kasih kuasaNya, kita sebagai sang aktor tidak bisa apa-apa, pasti hancur.  Di dalam klimakslah, mujizatNya terjadi, kemustahilan dijadikanNya terjadi.

Pada proses pembuatan film, sang aktor harus memerankan persis sesuai keinginan sang sutradara.  Apa yg terjadi bila belum pas, maka adegan itu akan diulang-ulang terus sampai tepat.  Terbayang, kan, kalau si aktor sengaja menolak terus arahan sutradara, apa yg terjadi, ya filmnya ngak akan selesai2, keadaan klimaks yg membuat si aktor menang ngak akan pernah terjadi, kenapa? Ya karena adegan-adegan yg dibutuhkan untuk membuat klimaksnya belum cukup.

Jadi bagaimana, teman-temanku, para aktor yg ganteng dan aktris yg cantik, mau cepat klimaks sehingga kalian bisa menikmati kemenangan? Ya, harus merendahkan hati, mengosongkan diri mempersilahkan sang Sutradara yg membenahi kehidupan kita sehingga rencanaNya saja yg terjadi dalam hidup kita


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 14 Maret 2018

Selasa, 13 Maret 2018

5.3 Diare Persisten

5.3 Diare Persisten
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

A/ diare akut dg/ tanpa drh & berlanjut >14h
Jika ada dehidrasi sedang-berat --> diklasifikasikan diare persisten berat
Diare persisten a/ bagian dari diare kronik yg disebabkan berbagai penyebab
Diare persisten pd gizi buruk HARUS RI

Susp HIV if (+) td klinis & faktor risiko di daerah angka prevalensi HIV tinggi --> cek mikroskopis tinja cari isospora



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 14 Maret 2018

5.2.3 Diare Tanpa Dehidrasi

5.2.3 Diare Tanpa Dehidrasi
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)


HARUS dapat c. tambahan di rumah
Diet sesuai umur
Lanjutkan ASI
Tx
RJ
4 aturan perawatan di rumah:
~C. tambahan:
^Susui lebih sering & lama
^ASI eksklusif --> Oralit/ air matang abg tambahan dg sendok
^Stlh diare stop --> lanjutkan ASI eksklusif
^Tidak ASI eksklusif --> beri >1 c.:
*Oralit
*C.rumah tangga: sup, air tajin, kuah sayur
*Air matang
^<t2: 50-100ml setiap BAB; >t2: 100-200ml setiap BAB
^Ajari ibu memberi sedikit2 dg cangkir sd diare stop
^Muntah --> tunggu 10' & berikan kembali lebih lambat
^Ajari ibu siapkan Oralit & beri 6 bungkus oralit (200ml)
~Beri tablet Zinc:
*<b6 10mg; >b6 20mg 10h
*Bayi: larutkan tab pd sendok dg sedikit air matang/ ASI perah/ lar Oralit
Anak lebih besar: dikunyah/ dilarutkan
~Lanjutkan pemberian makan
~Kapan kembali:

Segera if:
-Tambah parah
-Tidak bisa minum/ menyusu
-Malas minum
-Demam
-Drh pd tinja
H5 if: Tidak perbaikan


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 14 Maret 2018

5.2.1 Diare dengan Dehidrasi Berat

5.2.1 Diare dengan Dehidrasi Berat
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

Rehidrasi iv scr cepat diawasi ketat
Stlh px membaik --> lanjut rehidrasi po
Pd daerah KLB kolera --> berikan AB
Dx
Min 2:
~Letargis/ tidak sadar
~Mata cekung
~Cubitan kulit perut kembali sangat lambat (>2')
~Tidak bisa minum/ malas minum
Tx
C.iv TERBAIK: lar RL (Hartman) juga Ringer Asetat
Jika tak tersedia --> NS
100ml/kg
Rencana Terapi C (termasuk oralit via pipa nasogastrik/ mulut if no iv line)
Kolera
Susp if >t2 d.cair akut + dehidrasi berat + kolera berjangkit di tempat tinggal px
Tx dehidrasi
AB u/ strain Vibrio cholerae: Tetrasiklin, Doksisiklin, Kotrimoksazol, Eritromisin, Kloramfenikol
Zinc segera stlh tak muntah
Pemantauan
Nilai tiap 15-30' sd denyut nadi radial anak teraba
If hidrasi tdk perbaikan --> percepat ttsn infus
tiap jam nilai kembali Turgor, Kesadaran, Kemampuan minum
If jumlah c.iv sudah diberikan semua --> nilai kembali status hidrasi:
*If masih dehidrasi --> ulangi
Dehidrasi berat menetap stlh rehidrasi iv --> JARANG hanya bila terus2n bab cair
*If kondisi membaik tapi masih dehidrasi ringan --> stop iv & mulai oralit 3-4j
Jika anak bisa menyusu dg baik, semangati ibu u/ lebih sering memberikan ASI
*If tidak tdp td dehidrasi -->:
~Susui lebih sering
~Observasi 6j sblm pulang: pastikan ibu dpt memberikan oralit
Saat bisa minum tanpa kesulitan (bayi: 3-4j; anak: 1-2j) --> dimulai minum oralit 5ml/kg/j (Basa & K yg tidak cukup dr c.iv)
If dehidrasi berat diatasi --> beri Zinc
5.2.2 Diare dg Dehidrasi Sedang-Ringan
Umumnya beri oralit 3j pertama di klinik saat pemantauan & ajari ibu menyiapkan & memberi lar. oralit
Dx
Min 2:
#Gelisah/ rewel
#Haus & minum dg lahap
#Mata cekung
#Cubitan kulit perut kembali lambat
If 1 td berat + 1 td sedang --> berarti sedang-ringan
Tx
^3j pertama: oralit.  Min sesuai perhitungan
^Edukasi ibu pemberian oralit: <t2: 1sd teh/ 1-2'; >t2: lebih sering, dg cangkir
^If muntah --> tunggu 10'; lalu beri oralit lebih lambat (1sd teh/ 2-3')
^If kelopak anak bengkta --> stop oralit & beri minum air matang/ ASI
^Susui kapanpun anak mau
^If ibu tidak dpt tinggal di klinik 3j --> ajari ibu siapkan oralit & berti persediaan u/ rehidrasi di rumah + 2h berikutnya
^Nilai kembali stlh 3j:
*If tidak dehidrasi --> ajari ibu 4 aturan perawatan di rumah:
-Beri c. tambahan
-Beri Zinc 10h
-Lanjutkan makan/minum
-Kunjungan ulang if:
~Malas/ tidak bisa minum/ menyusui
~Kondisi memburuk
~Demam
~Drh pd tinja
*If masih dehidrasi sedang-ringan:
-Ulangi Oralit u/ 3j berikutnya
-Mulai makanan, susu, jus, ASI AFAP (As Frequent As Possible)
*If masih dehidrasi berat --> lihat protokol
*Belum dehidrasi berat namun sama sekali tidak bisa minum oralit -->
^Iv ASAP RL/ RA 70ml/kg (<t1: 5j; t1-t5: 2,5j)
^Cek tiap 1-2j
^Stlh mau minum --> Oralit 5ml/kg/j
^Nilai dehidrasi bayi: 6j; anak: 3j --> rencana tx A, B, C
Beri tablet Zinc: 10h <b6 1/2tab 10mg; >b6 20mg
Pemberian makan
~Lanjut ASI
~>b6: Meski nafsu makan belum membaik --> tetap upayakan
Jika anak biasanya tidak diberi ASI --> lihat kemungkinan relaktasi OR SF yg biasa
Jika >b6 --> beri makanan secara segar - dimasak, ditumbuk, digiling
Makanan rekomendasi:
#Sereal/ makanan lain yg mengandung zat tepung dicampur kacang2n, sayuran, dan daging/ ikan, jika mungkin dg 1-2 sendok teh minyak sayur yg ditambahkan ke dlm setiap sajian
#Makanan Pendamping ASI lokal yg direkomendasikan dlm MTBS
#Sari buah segar: Apel, Jeruk manis, Pisang (penambahan kalium)
Bujuk makan min 6x/h

Beri makanan yg sama stlh diare berhenti & makanan tambahan per harinya selama 2m


dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 14 Maret 2018

Senin, 12 Maret 2018

5.1 Anak dengan diare

5.1 Anak dengan diare
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

A/
Riw pemberian makan
Diare: Frek, Lama, Darah, Muntah
Laporan setempat KLB kolera
Tx AB atau lainnya
Gx invaginasi (Tangisan keras & Pucat)
PF/
Td dehidrasi
Drh pd tinja
Td invaginasi (Massa intraabdominal, Tinja HANYA lendir & drh)
Td gizi buruk

Perut kembung



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang 12 Maret 2018