Ke Tempat Tinggi
Hai, teman, pernahkah kalian tersesat di hutan, saya pernah......Saat itu saya diminta untuk menemukan rute perjalanan masuk hutan untuk sebuah acara anak2 SD/ SMP/ SMA. Saat itu saya sudah kelas 4 di FKUI. Terus terang saya belum pernah melakukan kegiatan seperti itu sebelumnya, maklum saya anak kuper dan kutu buku hehehehe...cuma saya pikir apa susahnya sich.....jadi tanpa pengalaman dan peralatan, saya dan 2 teman saya memberanikan diri. Kami menyusuri hutan kecil itu di rute yg sudah biasa dilalui, lalu kami pikir, koq ngak ada tantangannya yach....lalu kami melayangkan pandangan ke lokasi tujuan kami, kami berpikir mengapa kami harus ikut rute yg biasa, karena rutenya memutar, tentu pikir kami lebih jauh dan makan waktu, mengapa tidak memotong saja.....Benar2 keputusan yg saya sesali sesudahnya hehehehe...jadi kami mulai keluar dari rute utama dan berusaha memotong lembah itu yg kami anggap rute tercepat.
Awalnya biasa saja, namun makin lama pepohonan semakin tinggi dan semakin rapat. Tak terasa semakin gelap, ditambah mulai gerimis, di situ kami mulai sadar, sepertinya kami tersesat.....
Kami sukar memandang apa yang ada di depan karena tertutup oleh pohon2 besar yg rimbun, terkadang tebing terjal... Untunglah teman kami segera sadar dan naik ke tempat tinggi, dari tempat ketinggian itulah dia bisa melihat arah yg benar....Segera kami melanjutkan perjalanan, dan acap kali kami kebingungan arah, kami selalu ke tempat tinggi untuk menilai medan, mana arah yg harus ditempuh sampai akhirnya kami tiba juga di tujuan, lengkap dengan lecet di sana sini
Teman, dalam menjalani kehidupan, pernah kita bingung, bertanya apa rencana Tuhan dalam hidup kita, seakan kita selalu bertanya dan berserah pada rencanaNya tapi pada saat kita jalani koq sepertinya ngak berhasil, saat kita jalani koq malah ditentang kiri dan kanan. Terkadang kita melihat teman2 kita, orang2 yg kita kenal atau tidak kenal yg melakukan usaha yg sama, koq rasanya begitu gampang yach, begitu cepat berhasil, semua mendukung mereka. Tapi kenapa hal itu tidak terjadi pada saya? Saat itulah kita seperti saat saya berada tersesat di lembah yg paling bawah, melihat ke kanan ke kiri rasanya tidak ada jalan keluar. Ingatlah, itu yg akan kita lihat saat kita hanya melihat sejauh mata kita memandang, peta kita sangat sempit. Tapi cobalah seandainya kita pada posisi Tuhan, dari tempatnya yg tinggi, Dia melihat dengan jelas sebenarnya ke arah mana kita harus berjalan. Jadi saat kamu merasa tersesat, segeralah lari padaNya, supaya kepada kita diperlihatkan rencana jalanNya.
Namun terkadang kita sudah berdoa siang dan malam, namun tidak juga dijelaskan rencanaNya, entah kita kurang peka atau bagaimana.... Saat itulah kita tetap beriman, karena iman adalah bukti dari segala sesuatu yg kita lihat, bahwa dalam ketidaktahuan dan keputusasaan kita, Dia tetap Tuhan yg sanggup dan mau menjaga dan memimpin kita. Bahwa meski bila kita memandang ke atas, hanya awan-awan gelap yg menggantung, percayalah ada langit biru di belakang awan2 itu. Terkadang mungkin Tuhan berpikir, seandainya pun dijelaskanNya rencana indahNya untuk kita dari A sampai Z, otak kita yg sangat terbatas ini pun ngak sanggup mencernanya. Jadi ya sudah percaya saja dan jalani, percayalah bahwa Dia adalah Bapa yg sangat mengasihi kita, yg bila kita sudah ditepi jurang, tidak akan dibiarkanNya kita jatuh, tapi secepat kilat, Dia akan tarik kita ke jalan yg benar.
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Maret 2018
Senin, 05 Maret 2018
3.13.2 Bayi dari Ibu dengan Tuberkulosis
3.13.2 Bayi
dari Ibu dengan Tuberkulosis
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
If ibu:
~TB aktif
~Di-tx <2b
~Di-dx sesudah
melahirkan
Maka:
^Yakinkan ibu aman
u/ beri ASI
^Jangan BCG saat
bayi baru lahir
^INH profilaktik
5mkD po 1x/h
^M6 --> evaluasi
bayi: BB & if mungkin CXR --> If:
*(+) temuan py aktif --> start tx antiTB lengkap*Terlihat baik & hasil pemeriksaan (-) --> lanjut INH profilaktik sd 6b
^Tunda BCG 2m stlh
tx
^If BCG sudah
diberikan --> ulangi BCG 2m stlh tx
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Mar 2018
Minggu, 04 Maret 2018
3.13.1 Sifilis Kongenital
3.13.1
Sifilis Kongenital
(Disadur dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
Tanda klinis:
~SERING berat lahir
rendah
~Palm &
sole:
*Ruam merah*Grey Patches*Kulit melepuh/ mengelupas
~"Snuffles": Rinitis disertai dg obstruksi nasal sangat infeksius
~Distensi
perut yg disebabkan pembesaran hati & limpa
~Ikterus
~Anemia
~Bbrp BBLSR
sifilis:
*Mempunyai tanda sepsis berat*Letargi*Distres pernapasan*Petekie kulit or perdarahan lain
If SUSPEK
sifilis --> cek VDRL
Tatalaksana
^Neo tanpa
gx + ibu VDRL/ RPR (+): --> Benzathine Benzyl Penicillin 50.000u/kg im dosis
tunggal
^Neo dg
gx:
*Prokain benzil penisilin 50.000u/kg 1x/h 10h*Benzil penisilin 50.000u/kg im/iv 2x/h 7h pertama lalu 3x/h 3h lanjutan
^Tx ibu +
pasangan & cek STD lain
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 5 Mar 2018
3.12 Masalah-Masalah Umum Bayi Baru Lahir Lainnya
3.12
Masalah-Masalah Umum Bayi Baru Lahir Lainnya
(Disadur dari Buku
Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
3.12.1.
Ikterus
>50% Neo N
80% Prematur
Pembagian Ikterus:
N & aN
Ikterus aN (non
fisiologis)
~H1
~Cukup b
<14h, Prematur <21h
~Demam
~Berat: palm &
sole kuning
O/:
*Inf bak
berat
*Py hemolitik:
Tidak cocok gol drh or Def G6PD
*Sifilis kongenital
or Inf intrauterin lain
*Py hati: Hep or
Atresia bilier
*hTiroidisme
Pemeriksaan I
aN:
-Konfirmasi kuning
--> bil
-Hb or Ht
-DPL: Td Hemolisis
& Td Inf Bak Ber (Hit Netrofil Tinggi/ Rendah dg Btg >20%)
Tatalaksana
Tx sinar if:
~I h1
~I berat
~Prematur
~Hemolisis
Lanjut sd:
^Bil < nilai
ambang
^Bayi terlihat baik
dg palm & sole tidak kuning
If Bil sangat
>> --> Transf tukar
AB
If susp inf or sifilis
Antimalaria
`Demam dan dari
daerah endemis malaria
`Cek apus darah
cari parasit malaria
3.12.2.Konjungtivitis
Mata Lengket dan
Konjuntivitis Ringan
*Perlakukan sbg
pasien rawat jalan
*Tunjukkan ibu cara
cuci mata dg air atau ASI & memberi salep mata
Ibu harus cuci
tangan sblm & stlhnya
*Cuci mata &
pakai salep mata 4x/h 5h
1 tube salep mata
tetrasiklin/ kloramfenikol
Evaluasi stlh
48j
Konjungtivitis
berat (Bernanah banyak dan/atau Kelopak mata bengkak) SERING o/ inf
Gonokokus
=Oftalmia
neonatorum
RI ec:
~Risiko
kebutaan
~Evaluasi
2x/h
Cuci mata u/
bersihkan nanah sebanyak mungkin
Sefotaksim 100mkd
iv/im 1x/h
Juga gunakan
seperti telah diuraikan di atas: salep mata Tetrasikliln/ Kloramfenikol
Obati ibu &
pasangannya:
^Gonorhoea:
amoksisilin/ spektinomisin/ siprofloksasin
^Khlamidia:
tetrasiklin
3.12.3
Tetanus
Tatalaksana
~C rumatan iv
~Diazepam 10mkD in
24j or bolus iv q3 0,5ml Max 40mkD
~Tidak terpasang iv
--> pr
~If RR<20x/'
--> stop obat (walau spasme)
~If apnu selama
spasme or sianosis sentral stlh spasme --> O2 aliran sedang
If belum bernapas
spontan --> resus --> tidak berhasil --> rujuk
~Jika ada: Human
Tetanus Immunoglobulin 500iu im or Tetanus Antitoksin 5000iu im
~Tetanus toksoid
0,5ml im (tempat berbeda dg antitoksin)
~Penisilin prokain
50.000iu/kg/h im or Metronidazol iv 10h
~If kemerahan
&/ pembengkakan pd kulit sekitar tali pusat or keluar nanah dari permukaan
tali pusat or bau busuk dari area tali pusat --> berikan tx u/ inf lokal tali
pusat
3.12.4 Trauma
Lahir
Trauma
Ekstrakranial
Kaput
Suksedaneum
^TERSERING
ditemui
^Tekanan serviks pd
kulit kepala
^Akumulasi darah/
serum subkutan, ekstraperiosteal
^TIDAK PERLU Tx,
menghilang bbrp h
Sefalhematoma
*Perdarahan sub
periosteal akibat ruptur vaskular antara tengkorak & periosteum
*Benturan kepala
janin dg pelvis
*PALING UMUM
terlihat di parietal tetapi kadang oksipital
*Ukuran bertambah
seiring waktu
*5-18% berhubungan
dg fraktur tengkorak --> foto kepala
*UMUMnya menghilang
in 2-8m
*Komplikasi:
Ikterus, Anemia
*Kalsifikasi
mungkin bertahan selama >1t
Perdarahan
Subgaleal
~Drh di bawah galea
aponeurosis
~Pembengkakan kulit
kepala, ekimoses
~Mungkin meluas ke
daerah periorbital & leher
~Seringkali
berkaitan dg trauma kepala (40%)
Perdarahan
intrakranial atau fraktur tengkorak
Dx UMUMnya secara
klinis:
^Massa padat
berfluktuasi yg timbul di kepala
^Berkembang
bertahap 12-72j
^Hematoma menyebar
di seluruh kalvarium
^Anemia/ hV/
Syok
Tatalaksana:
suportif
*Observasi
ketat
*Pantau Ht
*Pantau HBil
*Mungkin perlu cek
koagulopati
Trauma intrakranial
Perdarahan Subdural
TERSERING: 73% dari semua perdarahan
intrakranial
~Gx (in 24j):
Respirasi: Apnu, SianosisSSP: Kejang, Defisit fokal, Letargi, hToniaFossa posterio: >> TIK
~Dx: CT
kepala, Ro: fraktur tengkorak
~Tx:
Konservatif (suportif) or Bedah (evakuasi)
Trauma Pleksus Brakialis
Palsi Erb
Cedera akibat regangan C5-7 (pleksus atas)
90% kasus
Manifestasi klinis
*Ekstremitas terlibat dlm posisi aduksi, pronasi & rotasi
internal
*No refleks moro, biseps, dan radial
*Biasanya ada refleks genggam
*2-5% paresis saraf frenicus ipsilateral --> gawat napas
*Postur "waiter's tip"
Palsi Klumpke
Cedera karena regangan thd C8-T1 (pleksus bawah)
Mrpk 10% kasus
~No refleks genggam
~Jari berada dlm posisi spt akan mencakar (Clawing)
~Terkait sind Horner (Ptosis, Miosis, Anhidrosis): trauma serabut simpatis
T1
Tatalaksana
^Imobilisasi ekstremitas perlahan, melintang di atas perut u/ m1
Lalu mulai latihan pergerakan pasif semua sendi
^If no pemulihan fungsional bermakna in 3b --> eksplorasi bedah
Prognosis
*Bergantung keparahan & luas lesi
*88% sembuh in 4b
Disadur oleh dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret
2018
Sabtu, 03 Maret 2018
Kacamata Gaya
Kacamata Gaya
Hai teman,
Di hari2 ini, muak rasanya kita melihat berbagai berita baik di media sosial, elektronik atau cetak, orang-orang yg memakai topeng, yg maling berteriak maling. Seolah dengan uang, yg benar dapat disalahkan, yg salah dibenarkan bahkan dijadikan pahlawan. Fakta dijadikan fiksi, fiksi disulap jadi fakta, yg jahat tambah berjaya dan yg jujur tambah digencet. Sang koruptor seolah memiliki tangan raja Midas, semua yg disentuhnya menjadi emas yg berhasil, sedangkan kita yg bekerja siang malam, belajar siang malam, mendapatkan kesempatan untuk mereguk sedikit kenikmatan pun tidak. Apa yg kita kumpulkan bertahun2 seolah lenyap dalam sekejap mata..... Seolah dunia memberikan pesan baru kepada kita, bahwa kalau kita ngak mau ikut permainan kotor mereka, maka kita tidak akan bisa hidup...
Apakah itu yg kamu rasakan? Kamu tidak sendirian......saya pun merasakan yg sama, dan saya yakin banyak orang di dunia ini pun merasakan hal yg sama
Namun sebenarnya apakah ini yg terjadi?
Di toko2 banyak dijual kacamata gaya yg lensanya berwarna warni, ada yg hitam, ada yg merah, biru, dll. Apa yg terjadi saat kita memakai kacamata berlensa merah, kita akan merasa seolah-olah semua berwarna merah, air berwarna merah, langit berwarna merah, tumbuhan berwarna merah, semua sekeliling kita berwarna merah. Tapi apakah memang demikian adanya? Bukalah kacamatamu, kamu akan melihat sekelilingmu berbeda.
Mengapa kita tidak puas, karena kita sudah memakai kacamata ukuran dunia ini, semua diukur dari materi, rumahmu di mana? Arloji mu merk apa?, Handphone mu merk apa? dll.
Kita tidak puas saat adanya kesenjangan yg kita rasakan saat kita membandingkan kelemahan kita dengan kekuatan orang lain.
Seandainya bila kita menetapkan target kita sesuai dengan idola kita tersebut, misalnya tetangga kita membeli mobil Ferrari, apakah kita akan puas bila telah mencapainya? Saya yakin tidak, kita akan terus merasa kurang dan kurang
Tapi buatlah target kita sesuai dengan rencana Tuhan, Tuhan kita ngak pernah menilai kita dari pencapaian harta kita, atau jumlah kebaikan kita, atau prestasi kita. Tuhan kita kenal kita detik per detik, Dia tahu saat kita belajar siang dan malam, Dia tahu saat kita mati2an bekerja. Dan Dia sangat menghargai semua hal itu, bila kita melakukannya untuk Dia
Jadi mulai sekarang janganlah bersedih lagi, toh kalau kita kerja keras apa pun hasilnya, Dia senang. Biarlah target kita berbeda dengan dunia ini, biarlah target kita menyenangkan hati Tuhan.
Pakailah kacamata gaya dari Tuhan, dengan lensa yg diterangi ayat-ayat kitab suci, sehingga kita bisa melihat kehidupan dengan berbeda. Dengan perspektif dari Tuhan, biarlah kita jalani hidup ini, karena memang untuk inilah kita hidup di dunia, bukan mengumpulkan harta, bukan mencetak berbagai prestasi, namun di atas semuanya itu adalah untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018
Hai teman,
Di hari2 ini, muak rasanya kita melihat berbagai berita baik di media sosial, elektronik atau cetak, orang-orang yg memakai topeng, yg maling berteriak maling. Seolah dengan uang, yg benar dapat disalahkan, yg salah dibenarkan bahkan dijadikan pahlawan. Fakta dijadikan fiksi, fiksi disulap jadi fakta, yg jahat tambah berjaya dan yg jujur tambah digencet. Sang koruptor seolah memiliki tangan raja Midas, semua yg disentuhnya menjadi emas yg berhasil, sedangkan kita yg bekerja siang malam, belajar siang malam, mendapatkan kesempatan untuk mereguk sedikit kenikmatan pun tidak. Apa yg kita kumpulkan bertahun2 seolah lenyap dalam sekejap mata..... Seolah dunia memberikan pesan baru kepada kita, bahwa kalau kita ngak mau ikut permainan kotor mereka, maka kita tidak akan bisa hidup...
Apakah itu yg kamu rasakan? Kamu tidak sendirian......saya pun merasakan yg sama, dan saya yakin banyak orang di dunia ini pun merasakan hal yg sama
Namun sebenarnya apakah ini yg terjadi?
Di toko2 banyak dijual kacamata gaya yg lensanya berwarna warni, ada yg hitam, ada yg merah, biru, dll. Apa yg terjadi saat kita memakai kacamata berlensa merah, kita akan merasa seolah-olah semua berwarna merah, air berwarna merah, langit berwarna merah, tumbuhan berwarna merah, semua sekeliling kita berwarna merah. Tapi apakah memang demikian adanya? Bukalah kacamatamu, kamu akan melihat sekelilingmu berbeda.
Mengapa kita tidak puas, karena kita sudah memakai kacamata ukuran dunia ini, semua diukur dari materi, rumahmu di mana? Arloji mu merk apa?, Handphone mu merk apa? dll.
Kita tidak puas saat adanya kesenjangan yg kita rasakan saat kita membandingkan kelemahan kita dengan kekuatan orang lain.
Seandainya bila kita menetapkan target kita sesuai dengan idola kita tersebut, misalnya tetangga kita membeli mobil Ferrari, apakah kita akan puas bila telah mencapainya? Saya yakin tidak, kita akan terus merasa kurang dan kurang
Tapi buatlah target kita sesuai dengan rencana Tuhan, Tuhan kita ngak pernah menilai kita dari pencapaian harta kita, atau jumlah kebaikan kita, atau prestasi kita. Tuhan kita kenal kita detik per detik, Dia tahu saat kita belajar siang dan malam, Dia tahu saat kita mati2an bekerja. Dan Dia sangat menghargai semua hal itu, bila kita melakukannya untuk Dia
Jadi mulai sekarang janganlah bersedih lagi, toh kalau kita kerja keras apa pun hasilnya, Dia senang. Biarlah target kita berbeda dengan dunia ini, biarlah target kita menyenangkan hati Tuhan.
Pakailah kacamata gaya dari Tuhan, dengan lensa yg diterangi ayat-ayat kitab suci, sehingga kita bisa melihat kehidupan dengan berbeda. Dengan perspektif dari Tuhan, biarlah kita jalani hidup ini, karena memang untuk inilah kita hidup di dunia, bukan mengumpulkan harta, bukan mencetak berbagai prestasi, namun di atas semuanya itu adalah untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018
Emas Murni
Emas Murni
Hai Teman, jumpa lagi nich...
Hai Teman, jumpa lagi nich...
Suka dan duka berganti dalam kehidupan, terkadang kita bingung, sebenarnya apa yg sedang terjadi sich dalam kehidupan kita. Kenapa tidak suka terus, koq Tuhan sepertinya tega mengizinkan duka yach....
Ternyata Tuhan sedang membentuk kita, sedang memurnikan kita dari semua kekotoran yg tidak berkenan di hadapanNya.
Tuhan kita itu maunya kita murni 100%, ngak ada campurannya. Percaya Dia 100% meskipun jalan yg harus kita lalui ngak sejalan dengan kemauan kita. Bersyukur kepadaNya 100%, meskipun kita menyanyi sambil menetes air mata. Merayakan dukacita.....paradoks sekali dengan dunia yach :).....Memang kita dipanggil untuk tampil beda.....Berjalan tidak menggantungkan diri kepada hal sekitar yg seolah nyata, tapi bersandar iman..... Siapa yg menang dalam alam roh, akan menang dalam alam nyata.
Seperti emas, semakin murni, semakin dia mudah dibentuk, semakin dia gampang menurut kepada rencana Si Pengrajin Emas
Sama2 harus melewati tungku pemurnian, sama2 diizinkan penderitaan yg tidak mengenakkan, semua mau ngak mau harus menjalani, cuma yg berbeda respon kita, apakah kita mau menjalaninya dengan menurut sehingga cepat selesai prosesnya, atau bersikeras sehingga tidak selesai2 prosesnya...
Si Pengrajin Emas yg Agung itu tidak pernah memaksa, Dia menunggu dengan sabar, sampai kita dengan sukarela berserah padaNya, bersandar pada kekuatanNya untuk mau dimurnikan. Karena selama kita masih mengandalkan kebajikan kita, kekuatan kita, kearifan kita, kita akan berakhir dengan keputusasaan. Karena ini ujian diizinkanNya, hanya juga bisa dilalui dengan kekuatan dariNya, sehingga nyata tanpa Tuhan kita bukan siapa2. Sehingga kalau pun kita akhirnya lulus, kita akan bertelut bersyukur memuji Tuhan, karena 100% tidak ada bagian dari kita yg bisa dibanggakan, tetapi segala pujian hanya untuk Tuhan. Sehingga kalau pun kita akhirnya dapat mahkota, kita pun akan tersungkur dihadapannya, dan mempersembahkan mahkota itu, karena hanya karena Dia saja, kita dapat mahkota, jadi kita ngak layak juga memakainya, hanya Dia juga yg layak memakainya.
Maukah kita sebagai emas segera dimurnikan?
Maukah kita segera bisa jadi emas yg bisa dibentuk menjadi perhiasan kepunyaanNya?
Maukah kita segera bisa jadi emas yg bisa dibentuk menjadi perhiasan kepunyaanNya?
Sama seperti manusia yg begitu bangga memakai perhiasan emas, begitupun juga Dia, betapa bahagia dan bangganya Dia memakai kita menjadi perhiasannya untuk kemuliaanNya.
Inginkah kita segera membahagiakan Tuhan kita?
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 4 Maret 2018
Tuhan Sang Sutradara Agung
Tuhan Sang Sutradara Agung
Apa kabarmu, hari ini, teman?
Sedang duka kah?
Sedang senang kah?
Suka dan duka selalu berganti, selalu ada pertemuan dan perpisahan, tidak ada seorang pun yg tahu apa yang akan terjadi, bahkan 1 detik yg akan datang pun, kita tidak tahu. Hanya 1 yg pasti, hanya Tuhan, dialah Alfa dan Omega, Yg Awal dan Yg Akhir, Dia yg dahulu, sekarang, dan yg akan datang, tidak pernah berubah....
Setiap kita punya kisah, inilah kisah kehidupan kita
Di satu pihak, Tuhan sang Sutradara Agung mempunyai rencana Agung untuk setiap kita untuk kita jalani...namun di lain pihak, Dia menghormati hak pilih kita, Dia tidak pernah memaksa....kalau kita mau ikut rencanaNya, pasti semua indah pada waktuNya, namun kalau kita ikut jalan rencana kita sendiri, pasti berantakan semuanya
Saya tidak percaya takdir, tapi saya akan berjuang sekuat tenaga untuk semua perkara yg Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita, namun untuk hasilnya, kita serahkan padaNya. Dia Tuhan spesialis mujizat, Sang Tabib Agung, Sang Raja empunya Langit dan Bumi.
Bak film-film di dunia, kita sebagai penonton tentu sangat menikmati alur cerita, semakin rumit dan tidak bisa ditebak, semakin kita berdecak kagum terhadap kepiawaian sang sutradara. Demikian juga Tuhan, kalau kita mau ikut rencanaNya, biasanya kita akan dibawa menghadapi hal-hal yg tidak mungkin, tidak masuk logika, namun saat kita sudah kehabisan akal dan tenaga, di situlah Dia memberi jalan keluar. Untuk seketika Dia akan biarkan seolah2 musuh menang atas kita, namun di saat kritis, Dia akan balikkan semua keadaan. Apa yg tidak pernah didengar oleh telinga, apa yg tidak pernah dilihat oleh mata, itu semua yg sudah Dia sediakan untuk kita.
Bayangkan bila seorang aktor film pada saat pembuatan film, tidak mau ikut alur cerita yg disediakan sutradara, mau-maunya sendiri, tidak percaya 100% pada sang sutradara, pasti hancur lebur film itu. Kalau di dunia, pasti sudah dipecat aktor kurang ajar itu. Namun sangat berbeda dengan Tuhan kita, Dia tetap lembut dan sabar kita dengan sukarela berserah dan percaya 100% pada alur ceritaNya.
Pada saat kita percaya sepenuhnya pada Sang Sutradara Agung, tetap berserah saat musuh menindas, tetap bersyukur saat seolah apa pun yg kita kerjakan tak ada hasilnya, tetap sabar menunggu pertolonganNya. Bayangkan saat-saat ini jutaan malaikat yang sedang menonton arena dunia ini bagaikan awan yg mengelilingi sedang tegang menunggu klimaks cerita Sang Sutradara. Sehingga saat kita setia sampai akhir, kita bersama mereka akan berdecak kagum, bertelut memuji Tuhan, karena sungguh kalau kita bisa sampai akhir pertandingan, itu sama sekalli bukan karena kekuatan kita, tetapi semata karena kasih karunia belas kasihan Tuhan saja
Jadi sebenarnya yg terjadi di dunia, bukannya si kaya tambah kaya, si koruptor bisa bebas menang tak terjamah hukum, si miskin tambah miskin, apa pun yg dikerjakan tidak pernah berhasil....bukan...bukan begitu...hanya seolah begitu....sebenarnya hanya Sang Sutradara yg bisa mengubah alur cerita, kita para pemain hanya ikut alurnya...
Jadi kalau kita mau merubah alur cerita, dekatilah Dia, buatlah Dia senang, lakukan semua perintahNya. Lihat dalam film, bagaimana pun hancur-hancuran seorang pemeran utama, namun segampang membalikkan telapak tangan, tiba2 kejadian tidak terduga akan datang diizinkanNya terjadi mengubah keadaan, kalau perlu kekuatan supranatural pun terjadi, yg tadinya si lemah akan mengalahkan penguasa dan raja-raja. Mustahil? Ya itu mustahil bagi manusia, namun tiada yg mustahil bagi Tuhan. Dia Sang Sutradara Spesialis Mujizat, Dia sangat senang membuat hal-hal mustahil menjadi klimaks alur ceritanya, di situlah semua malaikat akan terheran2, semua lutut bertelut, semua lidah mengaku, bahwa Dialah Tuhan yg melampaui akal pikiran, yg di tengah kemahakuasaannya, dia mau mengasihi kita yg adalah debu tanah
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 3 Maret 2018
Apa kabarmu, hari ini, teman?
Sedang duka kah?
Sedang senang kah?
Suka dan duka selalu berganti, selalu ada pertemuan dan perpisahan, tidak ada seorang pun yg tahu apa yang akan terjadi, bahkan 1 detik yg akan datang pun, kita tidak tahu. Hanya 1 yg pasti, hanya Tuhan, dialah Alfa dan Omega, Yg Awal dan Yg Akhir, Dia yg dahulu, sekarang, dan yg akan datang, tidak pernah berubah....
Setiap kita punya kisah, inilah kisah kehidupan kita
Di satu pihak, Tuhan sang Sutradara Agung mempunyai rencana Agung untuk setiap kita untuk kita jalani...namun di lain pihak, Dia menghormati hak pilih kita, Dia tidak pernah memaksa....kalau kita mau ikut rencanaNya, pasti semua indah pada waktuNya, namun kalau kita ikut jalan rencana kita sendiri, pasti berantakan semuanya
Saya tidak percaya takdir, tapi saya akan berjuang sekuat tenaga untuk semua perkara yg Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita, namun untuk hasilnya, kita serahkan padaNya. Dia Tuhan spesialis mujizat, Sang Tabib Agung, Sang Raja empunya Langit dan Bumi.
Bak film-film di dunia, kita sebagai penonton tentu sangat menikmati alur cerita, semakin rumit dan tidak bisa ditebak, semakin kita berdecak kagum terhadap kepiawaian sang sutradara. Demikian juga Tuhan, kalau kita mau ikut rencanaNya, biasanya kita akan dibawa menghadapi hal-hal yg tidak mungkin, tidak masuk logika, namun saat kita sudah kehabisan akal dan tenaga, di situlah Dia memberi jalan keluar. Untuk seketika Dia akan biarkan seolah2 musuh menang atas kita, namun di saat kritis, Dia akan balikkan semua keadaan. Apa yg tidak pernah didengar oleh telinga, apa yg tidak pernah dilihat oleh mata, itu semua yg sudah Dia sediakan untuk kita.
Bayangkan bila seorang aktor film pada saat pembuatan film, tidak mau ikut alur cerita yg disediakan sutradara, mau-maunya sendiri, tidak percaya 100% pada sang sutradara, pasti hancur lebur film itu. Kalau di dunia, pasti sudah dipecat aktor kurang ajar itu. Namun sangat berbeda dengan Tuhan kita, Dia tetap lembut dan sabar kita dengan sukarela berserah dan percaya 100% pada alur ceritaNya.
Pada saat kita percaya sepenuhnya pada Sang Sutradara Agung, tetap berserah saat musuh menindas, tetap bersyukur saat seolah apa pun yg kita kerjakan tak ada hasilnya, tetap sabar menunggu pertolonganNya. Bayangkan saat-saat ini jutaan malaikat yang sedang menonton arena dunia ini bagaikan awan yg mengelilingi sedang tegang menunggu klimaks cerita Sang Sutradara. Sehingga saat kita setia sampai akhir, kita bersama mereka akan berdecak kagum, bertelut memuji Tuhan, karena sungguh kalau kita bisa sampai akhir pertandingan, itu sama sekalli bukan karena kekuatan kita, tetapi semata karena kasih karunia belas kasihan Tuhan saja
Jadi sebenarnya yg terjadi di dunia, bukannya si kaya tambah kaya, si koruptor bisa bebas menang tak terjamah hukum, si miskin tambah miskin, apa pun yg dikerjakan tidak pernah berhasil....bukan...bukan begitu...hanya seolah begitu....sebenarnya hanya Sang Sutradara yg bisa mengubah alur cerita, kita para pemain hanya ikut alurnya...
Jadi kalau kita mau merubah alur cerita, dekatilah Dia, buatlah Dia senang, lakukan semua perintahNya. Lihat dalam film, bagaimana pun hancur-hancuran seorang pemeran utama, namun segampang membalikkan telapak tangan, tiba2 kejadian tidak terduga akan datang diizinkanNya terjadi mengubah keadaan, kalau perlu kekuatan supranatural pun terjadi, yg tadinya si lemah akan mengalahkan penguasa dan raja-raja. Mustahil? Ya itu mustahil bagi manusia, namun tiada yg mustahil bagi Tuhan. Dia Sang Sutradara Spesialis Mujizat, Dia sangat senang membuat hal-hal mustahil menjadi klimaks alur ceritanya, di situlah semua malaikat akan terheran2, semua lutut bertelut, semua lidah mengaku, bahwa Dialah Tuhan yg melampaui akal pikiran, yg di tengah kemahakuasaannya, dia mau mengasihi kita yg adalah debu tanah
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 3 Maret 2018
Langganan:
Postingan (Atom)