"Luar biasa, biasa atau binasa"
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018
Kompetisi di dunia dan bangsa kita sudah sangat berat, di luar sana berlomba-lomba orang mendapatkan posisi/ kesempatan, ada yg bekerja keras ada juga yg mengandalkan uang sogokan, nepotisme, kolusi, bahkan kadang SARA.
Kalau kamu merasa kamu bukan siapa2, kamu harus bekerja mati2an, belajar sungguh2 ... kenapa....karena kalau kamu ngak menjadi yg luar biasa, tidak akan mungkin mereka mau memberikan kesempatan kepadamu. Karena kalau kamu biasa saja, bisa hidup saja sudah bersyukur, jangan2 malah binasa.
Ngak ada gunanya kamu menangisi keadaan
Ngak ada gunanya kamu berteriak-teriak tidak adil
Memang begini kenyataannya
Memang begini dunia dan negeri yg kamu tinggali
Jangan salahkan mereka yg lebih memilih mereka yg adalah saudaranya atau memilih mereka yg sanggup membayar lebih besar karena kamu dan sainganmu sama2 mempunyai nilai yg setara padahal tempat yg diperebutkan terbatas.
Kalau kamu sadar ngak punya apa2 dan ngak punya siapa2, maka kamu harus memakai apa yg telah diberikan Tuhan kepadamu semaksimal mungkin. Kalau mereka baca 1x, ya kamu baca 2-3x. Kalau mereka bekerja 8 jam sehari ya kamu 10 jam atau lebih. Selalu berikan hasil lebih daripada yg diharapkan dari mu, maka suatu saat mau ngak mau mereka harus memberikan kesempatan itu kepadamu karena memang tidak ada kandidat lain yg lebih baik daripadamu
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018
Sabtu, 10 Maret 2018
"Prestise hanya untuk mereka yg berprestasi tapi mungkin hanya terasi untuk mereka yg kontraprestasi"
"Prestise hanya untuk mereka yg berprestasi tapi mungkin hanya terasi untuk mereka yg kontraprestasi"
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018
Dunia terkadang hanya melihat hasil, kadang mereka tidak tahu perjalanan seseorang menghasilkan prestasi itu
All or none, kadang meskipun kita sudah bersusah payah, namun bila pada detik2 terakhir, kita menyerah, ya jadi sia-sia semua, karena dunia hanya melihat hasil
Kadang bila kita bersikeras melakukan sesuatu, dan akhirnya berhasil, maka dunia akan memuji2 kita bahwa kita adalah orang yg teguh, tidak mudah terombang-ambing
Tapi bila kita bersikeras dan tidak berhasil juga maka dunia akan mengatai kita orang bodoh, keras kepala, tidak bisa beradaptasi dll.
Jadi berprestasilah, jangan berhenti sebelum berhasil....
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018
Dunia terkadang hanya melihat hasil, kadang mereka tidak tahu perjalanan seseorang menghasilkan prestasi itu
All or none, kadang meskipun kita sudah bersusah payah, namun bila pada detik2 terakhir, kita menyerah, ya jadi sia-sia semua, karena dunia hanya melihat hasil
Kadang bila kita bersikeras melakukan sesuatu, dan akhirnya berhasil, maka dunia akan memuji2 kita bahwa kita adalah orang yg teguh, tidak mudah terombang-ambing
Tapi bila kita bersikeras dan tidak berhasil juga maka dunia akan mengatai kita orang bodoh, keras kepala, tidak bisa beradaptasi dll.
Jadi berprestasilah, jangan berhenti sebelum berhasil....
4.7 Pertusis
4.7
Pertusis
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
Pertusis berat
terjadi pd bayi muda yg belum pernah diberi imunisasi
Stlh masa inkubasi
7-10h, anak timbul demam, biasanya disertai batuk dan keluar c.hidung (scr
klinik mirip bapi biasa)
M2, timbul batuk
paroksismal yg dpt dikenali sbg pertusis
Batuk dpt berlanjut
sd >3b
Anak infeksius
selama 2m sd 3m stlh terjadinya py
Dx
Susp if batuk berat
>2m
Td diagnostik
PALING BERGUNA:
*Batuk paroksismal diikuti suara whoop saat inspirasi, sering disertai muntah*Perdarahan subkonjungtiva*Imunisasi belum/ tidak lengkap*Bayi muda mungkin tidak disertai whoop, tapi diikuti berhentinya napas/ sianosis atau napas berhenti tanpa batuk*Cek td pneumonia & tanyakan ttg kejang
Tatalaksana
Kasus
ringan pd:
^>t6: RJ^<t6: RI termasuk dg pneumonia, kejang, dehidrasi, gizi buruk, henti napas lama, kebiruan stlh batuk
Antibiotik
Eri po
50mkD 4x/h 10h/ makrolid lain
Tidak
memperpendek lama sakit tapi menurunkan periode infeksius
O2
Pd px if
pernah sianosis/ apnu/ batuk paroksismal berat
Dg nasal
prongs (JANGAN kateter nasofaringeal/ nasal --> picu batuk)
Lanjut sd
gx tidak ada
Cek by
perawat q3j nasal prongs benar posisi & tidak tertutup mukus & semua
sambungan aman
Tatalaksana jalan napas
~Selama
batuk paroksismal, letakkan anak telungkup/ miring dg posisi kepala lebih rendah
(cegah aspirasi muntahan & bantu pengeluaran sekret)
~If episode
sianotik --> isap lendir dari hidung/ tenggorokan dg lembut & hati2
~If apnu
--> bersihkan jalan nafas + O2 dg VTP
Perawatan Penunjang
-Hindarkan
sejauh mungkin tindakan yg dpt rangsang terjadinya batuk (alat isap lendir,
pemeriksaan tenggorok, NGT)
-Jangan
beri penekan batuk, obat sedatif, mukolitik, atau antihistamin
-Bila batuk
AMAT mengganggu --> antitusif
->39C --> pct
-ASI/
cairan po
-If tidak
bisa minum --> NGT & makanan cair porsi kecil tapi sering
-Distres
napas --> c.rumatan iv (cegah aspirasi & kurangi rangsang btk)
-Jika
penurunan bb terus --> makanan via NGT
Pemantauan
O/ perawat
q3j & dokter 1x/h
Letakan
dekat O2 & perawat (observasi deteksi & tx dini thd serangan apnu,
serangan sianotik, atau episode batuk berat)
Edukasi
ortu kenali apnu
Komplikasi
Pneumonia
Komplikasi
TERSERING
O/ inf
sekunder bak OR aspirasi muntah
Tanda:
*Napas cepat di antara episode batuk*Demam*Terjadinya distres napas scr cepat
Kejang
-Anoksia
sehubungan apnu/ sianotik
-Ensefalopati karena toksin
If tidak
berhenti in 2' --> antikonvulsan
Gizi kurang
Berkurangnya asupan makanan
Sering
muntah
Perdarahan
^Perdarahan
subkonjungtiva
^Epistaksis
Hernia
H.umbilikalis OR inguinalis
If terjadi
obstruksi sal cerna --> rujuk bedah
Tindakan kesehatan masyarakat
*Berikan
imunisasi DPT pd px pertusis & setiap anak dlm keluarga yg imunisasinya
belum lengkap
*DPT ulang
u/ anak yg sebelumnya tlh diimunisasi
*Eri
suksinat 50mkD 4x/h 14h u/ <b6 yg demam OR td lain inf sal nafas
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 10 Maret 2018
Jumat, 09 Maret 2018
4.5.2 Difteri
4.5.2
Difteri
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
Inf bak yg dpt
dicegah dg imunisasi
Inf sal nafas atas/
nasofaring menyebabkan selaput keabuan & if kena laring/ trakea sebabkan
stridor & sumbatan
Sekret hidung
kemerahan
Toksin difteri
sebabkan paralisis otot & miokarditis --> mortalitas tinggi
Dx
Cek hidung &
tenggorok --> selaput keabuan sulit dilepas
Hati2 pemeriksaan
tenggorok --> cetuskan obstrusi total sal nafas
Difteri faring
--> bull neck
Tatalaksana
Antitoksin
-Berikan 40.000
unit ADS im/iv ASAP (if terlambat --> tingkatkan mortalitas
Risiko alergi thd
serum kuda -->:
*Tes kulit deteksi rx hipersensitivitas*Tersedia tx u/ anafilaksis
Antibiotik
-Penisilin prokain
50.000 unit/kgBB im 7h
O2:
Hindari kecuali
terjadi obstruksi sal nafas
Nasal prongs/
kateter hidung/ nasofaring --> tidak nyaman --> cetuskan obstruksi
Trakeostomi/
intubasi:
Retraksi berat
& gelisah
Orotrakeal intubasi
--> potensi membran lepas
Perawatan
penunjang
->39C:
Pct
-If sulit menelan
--> pipa nasogastrik
Pemantauan
Min perawat
q3j
Min dokter
2x/h
Posisi dekat
perawat shg if obstruksi jalan napas dpt dideteksi segera
Komplikasi
Miokarditis &
paralisis otot dpt terjadi in 2-7m stlh awitan
Tanda miokarditis:
*Nadi tidak teratur, lemah*Ggl jtg
Tindakan kesehatan masyarakat
Rawat anak
di ruangan isolasi dg perawat yg tlh diimunisasi thd difteri
Lakukan
imunisasi pd anak serumah sesuai riw imunisasi
Berikan
eritromisin pd kontak serumah sbg tindakan pencegahan
Lakukan
biakan usap tenggorok pd keluarga serumah
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 2018
4.5.1 Croup
4.5.1
Croup
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
=Laringotrakeobronkitis
viral
Obstruksi sal nafas
atas
If berat -->
ancam jiwa
TERBERAT pd masa
bayi
Dx
Croup ringan:
*Demam*Suara serak*Batuk menggonggong*Stridor yg hanya terdengar jika anak gelisah
Croup
berat:
^Stridor terdengar walau anak tenang^Napas cepat & retraksi
Tatalaksana
Cr. ringan
--> RJ
Cr. berat
--> RI:
-Steroid: dexa 0,6mkd im/po q6-24j-Epi: 2ml 1/1.000 + 2-3ml NS via neb 20'-Pertimbangkan:*O2:If ada tanda2 Obstruksi sal respiratorikSebaiknya dihindari ec nasal prongs/ kateter hidung/ nasofaring --> tidak nyaman --> memperberat obstruksi sal respiratorik*Intubasi/ trakeostomi:If retraksi berat & gelisahIf tidak mungkin -->:^If punya fasilitas: pantau ketat karena bisa terjadi tiba2^Tidak punya fasilitas: rujuk
Perawatan
penunjang:
-Hindari manipulasi
berlebihan --> perberat obstruksi
-If demam (>39C)
--> Pct
-ASI & makanan
cair
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 9 Maret 2018
Kamis, 08 Maret 2018
Keracunan Ikan Tongkol
Keracunan
Ikan Tongkol
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 9 Maret 2018
Keracunan
scombrotoxin umumnya akibat makan ikan dari famili Scomberesocidae &
Scombridae termasuk di dalamnya tongkol, tuna, bonito, makerel.
Onset timbulnya gx
mulai dari 10' sd 2j stlh makan
Gx
Umum:*Sharp or peppery taste di mulut*Flushing area muka dan leher*Perasaan hangat*Ketidaknyamanan*Kadang flushing diikuti sakit kepala hebat dan palpitasiLain:^Pusing^Pingsan^Gatal^Rasa terbakar mulut & tenggorokan^Pulsasi lemah & kuat^Ketidakmampuan menelan^Beberapa gx GI termasuk mual tanpa muntah & diare
Faktor toksin
Sebenarnya
histaminlah yg sbg faktor toksinnya.
Histamin
dapat dihasilkan oleh enzim dekarboksilase bakteri (seperti Morganella
morganii) pd asam amino histidin (kaya terkandung pd daging ikan bewarna
gelap)
Toksinnya
stabil thd panas, pengalengan atau pengasapan
Murray et
al. mengatakan batas toksisitas adalah 20mg/ 100g daging ikan meskipun
McLauchlin et al mengatakan 1000ppm (100mg/ 100g)
Penyimpanan
di atas suhu 10C memfasilitasi peningkatan histamin secara eksponensial
Disimpulkan
dari penemuan histamin >5mg adalah ikan tsb pernah terpapar suhu yg lebih
tinggi
Semakin
tinggi histamin artinya semakin tidak baik penanganan ikannya
Kejadian
"Scrombrotoxin-like" pernah dilaporkan pada anchovies kaleng yg mengandung
histamin 60mg/100g
Tatalaksana:
Kebanyakan
self-limited, <6j
Tapi kondisi atopik
penyerta seperti asma yg dilaporkan dapat memperpanjang durasi dan
keparahan
Umumnya, dapat
dikontrol dg antihistamin po/iv (H1 & H2 blockers)
Kadang
kortikosteroid dapat diberikan
Bila terjadi:
-Bronkospasme
--> O2 & Beta 2 agonist
-hT --> c
-Kadang epi
diberikan karena px di-dx rx alergi akut --> segera meredakan gx
RI if:
1.Komorbid
berat
2.Kasus Refrakter
yg butuh dukungan respirator & pressor
Tatalaksana
Sebelum ke RS:
terutama suportif
UGD:
*Min symptom --> Reassurance & observasi*Bermakna scr klinis -->:-ECG-Iv line-O2-Cardiac monitoring-H1, H2 blocker --> redakan gx-Activated charcoal if:^Makan ikan jumlah banyak^<1j stlh makan^Dapat menjaga sal pernafasan scr adekuat*JARANG: Bronkospasme:~B2 agonist neb~Ipratropium bromide neb~Epi~Kortikosteroid*SANGAT JARANG:#Disfungsi miokardial#Iskhemia#Infark
Mayoritas dpt
dipulangkan dg Anti H1 & H2 po 3-5h
Sakit kepala
diobati dengan Anti H2
Edukasi px bahwa
ini akibat pengolahan & penyimpanan ikan yg tidak baik
Bukan rx
alergi
Tx
AntiH1
& H2
Adrenergic agents
u/ bronkospasme sekunder or hT refrakter
Kortikosteroid u/
bronkospasme berat & angioedema
Antihistamin gen 1
U/ membalikkan gx
dari agen penyebab (Histamin)
Mulai dg
antiH1
AntiH2 ditambahkan
sbg efek sinergis
Difenhidramin
DOC (Drug of
Choice) u/ keracunan histamin ikan
po/iv
Meredakan gx karena
pelepasan histamin
Hidroksisin
Antagonis reseptor
H1 di perifer
Mensupresi
aktivitas histamin di daerah subkortikal
U/ mengatasi
histamine-mediated pruritus
Sbg alternatif dari
difenhidramin
Antagonis
H2
U/ hambat reseptor
H2 dari sel parietal lambung --> inhibisi sekresi lambung
Dapat digunakan sbg
kombinasi dg H1 blockers u/ keracunan histamin ikan berat
Famotidin
Antagonis H2 -->
dikombinasikan dg Anti H1 u/ rx alergi yg tidak respon thd anti H1 saja
Ranitidin
Inhibitor
reversible kompetitif reseptor H2
Dikombinasikan dg
H1 blocker u/ kasus simptomatik berat
ES lebh kurang drpd
simetidin
Lebih ditoleransi
px yg juga makan obat yg dimetabolisme sitokrom P450
Simetidin
Antagonis H2
--> dikombinasikan dg Anti H1 u/ rx alergi yg tidak respon thd anti H1
saja
Kortikosteroid
Anti inflamasi
& imunosupresif
Memodifikasi respon
imun thd stimulus tertentu
Metilprednisolon
Glukokortikoid
yg:
*Mengurangi efek lambat dari rx anafilaktoid*Membatasi anafilaksis bifasik
Prednison
Baru aktif
stlh dimetabolisme di hati mjd prednisolone --> terpengaruh bila ada
kerusakan hati
Kurangi
inflamasi dg:
*Membalikkan efek peningkatan permeabilitas kapiler*Menekan aktivitas PMN
Prednisolon
Dimetabolisme di
hati --> efek meningkat pd sirosis
Mengontrol
inflamasi dg:
*Menekan migrasi PMN & fibroblast*Mengembalikan permeabilitas kapiler*Menstabilkan lisosom pd level seluler
Beta 2
Agonis
Meredakan
bronkospasme dengan merelaksasi otot halus bronkus
Albuterol
Menstimulasi adenyl
cyclase untuk mengkonversi ATP menjadi cAMP
Bronkodilator
dengan merelaksasi otot halus bronkus
Mengurangi
pelepasan mediator dari sel mast dan basofil
Mencegah kebocoran
mikrovaskular sal. nafas
Alfa/ Beta
Agonist
Epi
DOC u/ Rx alergi
berat
Tetap meredakan g/
keracunan histamin ikan (bukan rx alergi)
Menstimulasi
reseptor adrenergik alfa, beta1, beta2 shg:
*Bronkodilatasi*Peningkatan resistensi pemb perifer*HT*Peningkatan aktivitas kronotropik jantung
Inhalasi
antikolinergik
Sbg
bronkodilator
Sinergis dg beta 2
agonist
Ipratropium
Bekerja pd reseptor
muskarinik pd sistem saraf parasimpatis
Menghambat sekresi
kelenjar serous & seromukosa
Tinjauan
pustaka:
1. Histamine
Toxicity from Fish Treatment & Management; Birkun, A, Corden, TE; Sep 26,
2016; https://emedicine.medscape.com/article/1009464-treatment
2. Buletin InfoPOM Vol.17 No. 2 Maret-April
2016
https://bpom-yogya.blogspot.com/.../keracunan-ikan-tongkol.html
3. Scombrotoxin and
scombrotoxin-like poisoning from canned fish; Murray, CK; et al
4. Scombrotoxic
fish poisoning; McLauchlin, J, et al. Journal of Public Health, Volume 28, Issue
1, 1 March 2006, Pages 61-62,
Selasa, 06 Maret 2018
4.4.2 Asma
4.4.2
Asma
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
A/ Keadaan
inflamasi kronik dg penyempitan sal nafas reversibel
Tanda
karakteristik: episode mengi berulang, sering disertai batuk, berespons thd obat
bronkodilator & anti-inflamasi
AB HANYA jika (+)
td pneumonia
Dx:
~Episode batuk
&/ wheezing berulang
~H-inflasi
dada
~Retraksi
~Ekspirasi
memanjang dg mengi yg dapat didengar
~Respons baik thd
bronkodilator
If dx tidak pasti
--> beri 1 dosis bronkodilator kerja cepat
Tx:
-Episode pertama
mengi tanpa distres napas --> RJ HANYA dg Tx penunjang, tidak perlu
bronkodilator
-Px distres nafas
or mengi berulang --> Salb neb/ MDI or epi sk --> evaluasi 20':
*RJ dg salb hirup, if tidak tersedia po*Distres napas menetap --> RI
-Sianosis
sentral or Tidak bisa minum --> RI (O2; Bronkodilator dosis cepat; Dosis
pertama Steroid segera)
^Respon (+) in 20'^If (-) --> bronkodilator kerja cepat interval 20'^If (-) stlh 3 dosis --> aminofilin iv
O2: u/
SEMUA anak dg sianosis or sulit napas yg ganggu bicara/ makan/ menyusu (serangan
sedang-berat)
Bronkodilator kerja cepat: Salb neb/ MDI dg spacer or epi sk
Salb neb
min
6-10L/m
Direkom:
Jet-nebulizer (kompresor udara) or silinder O2
2,5mg/x
q4j --> if perbaikan --> q6-8j
Bila
diperlukan: tiap jam u/ waktu singkat
Salb MDI dg spacer
Lebih baik
dg masker wajah drpd mouthpiece
3-4 puff
& napas dari alat 30''
Epi
sk
0,01ml/kg
1:1.000 M0,3ml
If respon
(-) stlh 20' --> dpt ulang 2x
If gagal
stlh 3 dosis --> RI serangan berat -->: steroid & aminofilin
Bronkodilator po
RJ if no
salb hirup
0,05-0,1mkd
3-4x/h
Steroid
Serangan
wheezing akut berat
Metilprednisolon 0,3mkd 3x/h po 3-5h
Or Dexa
0,3mkd 3x/h iv/po 3-5h
Aminofilin
If respon
(-) stlh 3 dosis bronkodilator kerja cepat
6-8mkd in
20'
If 8j
sblmnya tlh mendapatkan aminofilin, beri dosis setengahnya
Diikuti
dosis rumatan 0,5-1mg/kg/j
Hati2,
margin of safetynya amat sempit
Stop
aminofilin iv if:
*Mulai muntah*FN >180x/m*Sakit kepala*hT*Kejang
If tidak
ada iv, aminofilin supp
AB
HANYA if
(+) inf bakt
Komplikasi
Respon (-)
--> CXR u/ pneumotoraks/ atelektasis
dr. Freddy Adiwninata, Baung, Palembang, 7 Maret 2018
Langganan:
Postingan (Atom)