Sabtu, 10 Maret 2018

"Luar biasa, biasa atau binasa"

"Luar biasa, biasa atau binasa"
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018


Kompetisi di dunia dan bangsa kita sudah sangat berat, di luar sana berlomba-lomba orang mendapatkan posisi/ kesempatan, ada yg bekerja keras ada juga yg mengandalkan uang sogokan, nepotisme, kolusi, bahkan kadang SARA.
Kalau kamu merasa kamu bukan siapa2, kamu harus bekerja mati2an, belajar sungguh2 ... kenapa....karena kalau kamu ngak menjadi yg luar biasa, tidak akan mungkin mereka mau memberikan kesempatan kepadamu. Karena kalau kamu biasa saja, bisa hidup saja sudah bersyukur, jangan2 malah binasa.

Ngak ada gunanya kamu menangisi keadaan
Ngak ada gunanya kamu berteriak-teriak tidak adil
Memang begini kenyataannya
Memang begini dunia dan negeri yg kamu tinggali
Jangan salahkan mereka yg lebih memilih mereka yg adalah saudaranya atau memilih mereka yg sanggup membayar lebih besar karena kamu dan sainganmu sama2 mempunyai nilai yg setara padahal tempat yg diperebutkan terbatas.
Kalau kamu sadar ngak punya apa2 dan ngak punya siapa2, maka kamu harus memakai apa yg telah diberikan Tuhan kepadamu semaksimal mungkin.  Kalau mereka baca 1x, ya kamu baca 2-3x.  Kalau mereka bekerja 8 jam sehari ya kamu 10 jam atau lebih.  Selalu berikan hasil lebih daripada yg diharapkan dari mu, maka suatu saat mau ngak mau mereka harus memberikan kesempatan itu kepadamu karena memang tidak ada kandidat lain yg lebih baik daripadamu



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018

"Prestise hanya untuk mereka yg berprestasi tapi mungkin hanya terasi untuk mereka yg kontraprestasi"

"Prestise hanya untuk mereka yg berprestasi tapi mungkin hanya terasi untuk mereka yg kontraprestasi"
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 11 Maret 2018


Dunia terkadang hanya melihat hasil, kadang mereka tidak tahu perjalanan seseorang menghasilkan prestasi itu
All or none, kadang meskipun kita sudah bersusah payah, namun bila pada detik2 terakhir, kita menyerah, ya jadi sia-sia semua, karena dunia hanya melihat hasil

Kadang bila kita bersikeras melakukan sesuatu, dan akhirnya berhasil, maka dunia akan memuji2 kita bahwa kita adalah orang yg teguh, tidak mudah terombang-ambing
Tapi bila kita bersikeras dan tidak berhasil juga maka dunia akan mengatai kita orang bodoh, keras kepala, tidak bisa beradaptasi dll.

Jadi berprestasilah, jangan berhenti sebelum berhasil....

4.7 Pertusis

4.7 Pertusis
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)

Pertusis berat terjadi pd bayi muda yg belum pernah diberi imunisasi
Stlh masa inkubasi 7-10h, anak timbul demam, biasanya disertai batuk dan keluar c.hidung (scr klinik mirip bapi biasa)
M2, timbul batuk paroksismal yg dpt dikenali sbg pertusis
Batuk dpt berlanjut sd >3b
Anak infeksius selama 2m sd 3m stlh terjadinya py
Dx
Susp if batuk berat >2m
Td diagnostik PALING BERGUNA:
*Batuk paroksismal diikuti suara whoop saat inspirasi, sering disertai muntah
*Perdarahan subkonjungtiva
*Imunisasi belum/ tidak lengkap
*Bayi muda mungkin tidak disertai whoop, tapi diikuti berhentinya napas/ sianosis atau napas berhenti tanpa batuk
*Cek td pneumonia & tanyakan ttg kejang
Tatalaksana
Kasus ringan pd:
^>t6: RJ
^<t6: RI termasuk dg pneumonia, kejang, dehidrasi, gizi buruk, henti napas lama, kebiruan stlh batuk
Antibiotik
Eri po 50mkD 4x/h 10h/ makrolid lain
Tidak memperpendek lama sakit tapi menurunkan periode infeksius
O2
Pd px if pernah sianosis/ apnu/ batuk paroksismal berat
Dg nasal prongs (JANGAN kateter nasofaringeal/ nasal --> picu batuk)
Lanjut sd gx tidak ada
Cek by perawat q3j nasal prongs benar posisi & tidak tertutup mukus & semua sambungan aman
Tatalaksana jalan napas
~Selama batuk paroksismal, letakkan anak telungkup/ miring dg posisi kepala lebih rendah (cegah aspirasi muntahan & bantu pengeluaran sekret)
~If episode sianotik --> isap lendir dari hidung/ tenggorokan dg lembut & hati2
~If apnu --> bersihkan jalan nafas + O2 dg VTP
Perawatan Penunjang
-Hindarkan sejauh mungkin tindakan yg dpt rangsang terjadinya batuk (alat isap lendir, pemeriksaan tenggorok, NGT)
-Jangan beri penekan batuk, obat sedatif, mukolitik, atau antihistamin
-Bila batuk AMAT mengganggu --> antitusif
->39C --> pct
-ASI/ cairan po
-If tidak bisa minum --> NGT & makanan cair porsi kecil tapi sering
-Distres napas --> c.rumatan iv (cegah aspirasi & kurangi rangsang btk)
-Jika penurunan bb terus --> makanan via NGT
Pemantauan
O/ perawat q3j & dokter 1x/h
Letakan dekat O2 & perawat (observasi deteksi & tx dini thd serangan apnu, serangan sianotik, atau episode batuk berat)
Edukasi ortu kenali apnu
Komplikasi
Pneumonia
Komplikasi TERSERING
O/ inf sekunder bak OR aspirasi muntah
Tanda:
*Napas cepat di antara episode batuk
*Demam
*Terjadinya distres napas scr cepat
Kejang
-Anoksia sehubungan apnu/ sianotik
-Ensefalopati karena toksin
If tidak berhenti in 2' --> antikonvulsan
Gizi kurang
Berkurangnya asupan makanan
Sering muntah
Perdarahan
^Perdarahan subkonjungtiva
^Epistaksis
Hernia
H.umbilikalis OR inguinalis
If terjadi obstruksi sal cerna --> rujuk bedah
Tindakan kesehatan masyarakat
*Berikan imunisasi DPT pd px pertusis & setiap anak dlm keluarga yg imunisasinya belum lengkap
*DPT ulang u/ anak yg sebelumnya tlh diimunisasi

*Eri suksinat 50mkD 4x/h 14h u/ <b6 yg demam OR td lain inf sal nafas



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 10 Maret 2018

Jumat, 09 Maret 2018

4.5.2 Difteri

4.5.2 Difteri
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)


Inf bak yg dpt dicegah dg imunisasi
Inf sal nafas atas/ nasofaring menyebabkan selaput keabuan & if kena laring/ trakea sebabkan stridor & sumbatan
Sekret hidung kemerahan
Toksin difteri sebabkan paralisis otot & miokarditis --> mortalitas tinggi
Dx
Cek hidung & tenggorok --> selaput keabuan sulit dilepas
Hati2 pemeriksaan tenggorok --> cetuskan obstrusi total sal nafas
Difteri faring --> bull neck
Tatalaksana
Antitoksin
-Berikan 40.000 unit ADS im/iv ASAP (if terlambat --> tingkatkan mortalitas
Risiko alergi thd serum kuda -->:
*Tes kulit deteksi rx hipersensitivitas
*Tersedia tx u/ anafilaksis
Antibiotik
-Penisilin prokain 50.000 unit/kgBB im 7h
O2:
Hindari kecuali terjadi obstruksi sal nafas
Nasal prongs/ kateter hidung/ nasofaring --> tidak nyaman --> cetuskan obstruksi
Trakeostomi/ intubasi:
Retraksi berat & gelisah
Orotrakeal intubasi --> potensi membran lepas
Perawatan penunjang
->39C: Pct
-If sulit menelan --> pipa nasogastrik
Pemantauan
Min perawat q3j
Min dokter 2x/h
Posisi dekat perawat shg if obstruksi jalan napas dpt dideteksi segera
Komplikasi
Miokarditis & paralisis otot dpt terjadi in 2-7m stlh awitan
Tanda miokarditis:
*Nadi tidak teratur, lemah
*Ggl jtg
Tindakan kesehatan masyarakat
Rawat anak di ruangan isolasi dg perawat yg tlh diimunisasi thd difteri
Lakukan imunisasi pd anak serumah sesuai riw imunisasi
Berikan eritromisin pd kontak serumah sbg tindakan pencegahan

Lakukan biakan usap tenggorok pd keluarga serumah



dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 2018

4.5.1 Croup

4.5.1 Croup
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)
 
=Laringotrakeobronkitis viral
Obstruksi sal nafas atas
If berat --> ancam jiwa
TERBERAT pd masa bayi
 
 
Dx
Croup ringan:
*Demam
*Suara serak
*Batuk menggonggong
*Stridor yg hanya terdengar jika anak gelisah
Croup berat:
^Stridor terdengar walau anak tenang
^Napas cepat & retraksi
 
Tatalaksana
Cr. ringan --> RJ
Cr. berat --> RI:
-Steroid: dexa 0,6mkd im/po q6-24j
-Epi: 2ml 1/1.000 + 2-3ml NS via neb 20'
-Pertimbangkan:
*O2:
If ada tanda2 Obstruksi sal respiratorik
Sebaiknya dihindari ec nasal prongs/ kateter hidung/ nasofaring --> tidak nyaman --> memperberat obstruksi sal respiratorik
 
*Intubasi/ trakeostomi:
If retraksi berat & gelisah
If tidak mungkin -->:
^If punya fasilitas: pantau ketat karena bisa terjadi tiba2
^Tidak punya fasilitas: rujuk
Perawatan penunjang:
-Hindari manipulasi berlebihan --> perberat obstruksi
-If demam (>39C) --> Pct

-ASI & makanan cair




dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 9 Maret 2018

Kamis, 08 Maret 2018

Keracunan Ikan Tongkol

Keracunan Ikan Tongkol
dr. Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 9 Maret 2018


Keracunan scombrotoxin umumnya akibat makan ikan dari famili Scomberesocidae & Scombridae termasuk di dalamnya tongkol, tuna, bonito, makerel.
Onset timbulnya gx mulai dari 10' sd 2j stlh makan
Gx
Umum:
*Sharp or peppery taste di mulut
*Flushing area muka dan leher
*Perasaan hangat
*Ketidaknyamanan
*Kadang flushing diikuti sakit kepala hebat dan palpitasi
Lain:
^Pusing
^Pingsan
^Gatal
^Rasa terbakar mulut & tenggorokan
^Pulsasi lemah & kuat
^Ketidakmampuan menelan
^Beberapa gx GI termasuk mual tanpa muntah & diare
Faktor toksin
Sebenarnya histaminlah yg sbg faktor toksinnya.
Histamin dapat dihasilkan oleh enzim dekarboksilase bakteri (seperti Morganella morganii) pd asam amino histidin (kaya terkandung pd daging ikan bewarna gelap)
Toksinnya stabil thd panas, pengalengan atau pengasapan
Murray et al. mengatakan batas toksisitas adalah 20mg/ 100g daging ikan meskipun McLauchlin et al mengatakan 1000ppm (100mg/ 100g)
Penyimpanan di atas suhu 10C memfasilitasi peningkatan histamin secara eksponensial
Disimpulkan dari penemuan histamin >5mg adalah ikan tsb pernah terpapar suhu yg lebih tinggi
Semakin tinggi histamin artinya semakin tidak baik penanganan ikannya
Kejadian "Scrombrotoxin-like" pernah dilaporkan pada anchovies kaleng yg mengandung histamin 60mg/100g
Tatalaksana:
Kebanyakan self-limited, <6j
Tapi kondisi atopik penyerta seperti asma yg dilaporkan dapat memperpanjang durasi dan keparahan
Umumnya, dapat dikontrol dg antihistamin po/iv (H1 & H2 blockers)
Kadang kortikosteroid dapat diberikan
Bila terjadi:
-Bronkospasme --> O2 & Beta 2 agonist
-hT --> c
-Kadang epi diberikan karena px di-dx rx alergi akut --> segera meredakan gx
RI if:
1.Komorbid berat
2.Kasus Refrakter yg butuh dukungan respirator & pressor
Tatalaksana
Sebelum ke RS: terutama suportif
UGD:
*Min symptom --> Reassurance & observasi
*Bermakna scr klinis -->:
-ECG
-Iv line
-O2
-Cardiac monitoring
-H1, H2 blocker --> redakan gx
-Activated charcoal if:
^Makan ikan jumlah banyak
^<1j stlh makan
^Dapat menjaga sal pernafasan scr adekuat
*JARANG: Bronkospasme:
~B2 agonist neb
~Ipratropium bromide neb
~Epi
~Kortikosteroid
*SANGAT JARANG:
#Disfungsi miokardial
#Iskhemia
#Infark
Mayoritas dpt dipulangkan dg Anti H1 & H2 po 3-5h
Sakit kepala diobati dengan Anti H2
Edukasi px bahwa ini akibat pengolahan & penyimpanan ikan yg tidak baik
Bukan rx alergi
Tx
AntiH1 & H2
Adrenergic agents u/ bronkospasme sekunder or hT refrakter
Kortikosteroid u/ bronkospasme berat & angioedema
Antihistamin gen 1
U/ membalikkan gx dari agen penyebab (Histamin)
Mulai dg antiH1
AntiH2 ditambahkan sbg efek sinergis
Difenhidramin
DOC (Drug of Choice) u/ keracunan histamin ikan
po/iv
Meredakan gx karena pelepasan histamin
Hidroksisin
Antagonis reseptor H1 di perifer
Mensupresi aktivitas histamin di daerah subkortikal
U/ mengatasi histamine-mediated pruritus
Sbg alternatif dari difenhidramin
Antagonis H2
U/ hambat reseptor H2 dari sel parietal lambung --> inhibisi sekresi lambung
Dapat digunakan sbg kombinasi dg H1 blockers u/ keracunan histamin ikan berat
Famotidin
Antagonis H2 --> dikombinasikan dg Anti H1 u/ rx alergi yg tidak respon thd anti H1 saja
Ranitidin
Inhibitor reversible kompetitif reseptor H2
Dikombinasikan dg H1 blocker u/ kasus simptomatik berat
ES lebh kurang drpd simetidin
Lebih ditoleransi px yg juga makan obat yg dimetabolisme sitokrom P450
Simetidin
Antagonis H2 --> dikombinasikan dg Anti H1 u/ rx alergi yg tidak respon thd anti H1 saja
Kortikosteroid
Anti inflamasi & imunosupresif
Memodifikasi respon imun thd stimulus tertentu
Metilprednisolon
Glukokortikoid yg:
*Mengurangi efek lambat dari rx anafilaktoid
*Membatasi anafilaksis bifasik
Prednison
Baru aktif stlh dimetabolisme di hati mjd prednisolone --> terpengaruh bila ada kerusakan hati
Kurangi inflamasi dg:
*Membalikkan efek peningkatan permeabilitas kapiler
*Menekan aktivitas PMN
Prednisolon
Dimetabolisme di hati --> efek meningkat pd sirosis
Mengontrol inflamasi dg:
*Menekan migrasi PMN & fibroblast
*Mengembalikan permeabilitas kapiler
*Menstabilkan lisosom pd level seluler
Beta 2 Agonis
Meredakan bronkospasme dengan merelaksasi otot halus bronkus
Albuterol
Menstimulasi adenyl cyclase untuk mengkonversi ATP menjadi cAMP
Bronkodilator dengan merelaksasi otot halus bronkus
Mengurangi pelepasan mediator dari sel mast dan basofil
Mencegah kebocoran mikrovaskular sal. nafas
Alfa/ Beta Agonist
Epi
DOC u/ Rx alergi berat
Tetap meredakan g/ keracunan histamin ikan (bukan rx alergi)
Menstimulasi reseptor adrenergik alfa, beta1, beta2 shg:
*Bronkodilatasi
*Peningkatan resistensi pemb perifer
*HT
*Peningkatan aktivitas kronotropik jantung
Inhalasi antikolinergik
Sbg bronkodilator
Sinergis dg beta 2 agonist
Ipratropium
Bekerja pd reseptor muskarinik pd sistem saraf parasimpatis
Menghambat sekresi kelenjar serous & seromukosa
Tinjauan pustaka:
1. Histamine Toxicity from Fish Treatment & Management; Birkun, A, Corden, TE; Sep 26, 2016; https://emedicine.medscape.com/article/1009464-treatment
2. Buletin InfoPOM Vol.17 No. 2 Maret-April 2016
https://bpom-yogya.blogspot.com/.../keracunan-ikan-tongkol.html
3. Scombrotoxin and scombrotoxin-like poisoning from canned fish; Murray, CK; et al

4. Scombrotoxic fish poisoning; McLauchlin, J, et al. Journal of Public Health, Volume 28, Issue 1, 1 March 2006, Pages 61-62,

Selasa, 06 Maret 2018

4.4.2 Asma

4.4.2 Asma
(Disadur dr. Freddy Adiwinata dari Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit WHO 2005)


A/ Keadaan inflamasi kronik dg penyempitan sal nafas reversibel
Tanda karakteristik: episode mengi berulang, sering disertai batuk, berespons thd obat bronkodilator & anti-inflamasi
AB HANYA jika (+) td pneumonia
Dx:
~Episode batuk &/ wheezing berulang
~H-inflasi dada
~Retraksi
~Ekspirasi memanjang dg mengi yg dapat didengar
~Respons baik thd bronkodilator
If dx tidak pasti --> beri 1 dosis bronkodilator kerja cepat
Tx:
-Episode pertama mengi tanpa distres napas --> RJ HANYA dg Tx penunjang, tidak perlu bronkodilator
-Px distres nafas or mengi berulang --> Salb neb/ MDI or epi sk --> evaluasi 20':
*RJ dg salb hirup, if tidak tersedia po
*Distres napas menetap --> RI
-Sianosis sentral or Tidak bisa minum --> RI (O2; Bronkodilator dosis cepat; Dosis pertama Steroid segera)
^Respon (+) in 20'
^If (-) --> bronkodilator kerja cepat interval 20'
^If (-) stlh 3 dosis --> aminofilin iv
O2: u/ SEMUA anak dg sianosis or sulit napas yg ganggu bicara/ makan/ menyusu (serangan sedang-berat)
Bronkodilator kerja cepat: Salb neb/ MDI dg spacer or epi sk
Salb neb
min 6-10L/m
Direkom: Jet-nebulizer (kompresor udara) or silinder O2
2,5mg/x q4j --> if perbaikan --> q6-8j
Bila diperlukan: tiap jam u/ waktu singkat
Salb MDI dg spacer
Lebih baik dg masker wajah drpd mouthpiece
3-4 puff & napas dari alat 30''
Epi sk
0,01ml/kg 1:1.000 M0,3ml
If respon (-) stlh 20' --> dpt ulang 2x
If gagal stlh 3 dosis --> RI serangan berat -->: steroid & aminofilin
Bronkodilator po
RJ if no salb hirup
0,05-0,1mkd 3-4x/h
Steroid
Serangan wheezing akut berat
Metilprednisolon 0,3mkd 3x/h po 3-5h
Or Dexa 0,3mkd 3x/h iv/po 3-5h
Aminofilin
If respon (-) stlh 3 dosis bronkodilator kerja cepat
6-8mkd in 20'
If 8j sblmnya tlh mendapatkan aminofilin, beri dosis setengahnya
Diikuti dosis rumatan 0,5-1mg/kg/j
Hati2, margin of safetynya amat sempit
Stop aminofilin iv if:
*Mulai muntah
*FN >180x/m
*Sakit kepala
*hT
*Kejang
If tidak ada iv, aminofilin supp
AB
HANYA if (+) inf bakt
Komplikasi

Respon (-) --> CXR u/ pneumotoraks/ atelektasis


dr. Freddy Adiwninata, Baung, Palembang, 7 Maret 2018