"Untuk yang kelihatan butuh tindakan dan untuk yang tidak kelihatan butuh iman"
Quote by Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 29 September 2018
Lakukanlah yang bisa kamu lakukan terutama untuk hal-hal yang jelas berada dihadapanmu, yang berada dalam wilayah kekuasaan dan kekuatanmu
Sedangkan untuk hal-hal yang kita tidak tahu atau di luar kemampuan kita, berimanlah bahwa Tuhan yang akan menolong dan membukakan jalan
Jumat, 28 September 2018
Yang kelihatan untuk yang kelihatan, dan yang tidak kelihatan untuk yang tidak kelihatan
"Yang kelihatan untuk yang kelihatan, dan yang tidak kelihatan untuk yang tidak kelihatan"
Quote by Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 29 September 2018
Artinya:
Biarlah kita melakukan apa yang kita bisa, sedang yang kita tidak bisa, yang di luar kekuasaan kita, kita serahkan kepada Tuhan
Mirip dengan quote "We do the best and God will do the rest"
Quote by Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 29 September 2018
Artinya:
Biarlah kita melakukan apa yang kita bisa, sedang yang kita tidak bisa, yang di luar kekuasaan kita, kita serahkan kepada Tuhan
Mirip dengan quote "We do the best and God will do the rest"
Kamis, 27 September 2018
GAGAL JANTUNG
GAGAL JANTUNG
Disadur o/ dr.
Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia
jilid 1, 2009
Gagal jantung
pada bayi dan anak adalah suatu Sindrom klinis yg ditandai oleh ketidakmampuan
miokardium memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme
tubuh termasuk kebutuhan untuk pertumbuhan
Gagal jantung
dapat disebabkan oleh:
-PJB (Penyakit Jantung Bawaan)
-PJD (Penyakit
Jantung Didapat) karena: -Berlebihnya: -Beban volume (preload)
-Beban tekanan (afterload)
-Berkurangnya kontraktilitas miokard
-Lain:
-Takikardia supraventrikular
-Blok
jantung komplit
-Anemia
berat
-Kor
pulmonal akut
-Hipertensi
akut
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
-Sesak nafas
terutama saat beraktivitas.
Sesak nafas
dapat mengakibatkan kesulitan makan/ minum.
Jangka
panjang: Gagal tumbuh
-Sering
berkeringat (Peningkatan tonus simpatis)
-Ortopnea:
Sesak nafas agak reda sedikit saat tegak
-Dapat dijumpai
mengi
-Edema di
perifer atau, pada bayi: kelopak mata
PEMERIKSAAN FISIS
Tanda gangguan
miokard
Takikardia:
Bayi: >160x/'
Anak (diam): >100x/'
BILA >200x/', curiga TSV (Takikardi
SupraVentrikular)
Kardiomegali
pada pemeriksaan fisis dan/ atau foto toraks
Peningkatan
tonus simpatis: -Berkeringat
-Gangguan pertumbuhan
Irama derap
(gallop)
Tanda kongesti
vena paru (Gagal jantung kiri):
-Takipne
-Sesak
nafas, terutama saat aktivitas
-Ortopne
-Mengi atau ronkhi
-Batuk
Tanda kongesti
vena sistemik (Gagal jantung kanan):
-Hepatomegali: Kenyal & Tepi
tumpul
-Peningkatan tekanan vena jugularis (tidak ditemukan pada bayi)
-Edema perifer (tidak dijumpai pada bayi)
-Kelopak mata bengkak (bayi)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
-Foto toraks:
HAMPIR SELALU ada kardiomegali
-EKG: -Hasil
tergantung penyebab
-TERUTAMA melihat adanya: -Hipertrofi Atrium/ Ventrikel
-Gangguan
irama: Takikardi Supraventrikular
-Ekokardiografi: Melihat: -Kelainan anatomis
-Kontraktilitas
-Penyebab
-Darah
rutin
-Elektrolit
-Analisa gas
darah
TATA
LAKSANA
Tujuan:
-Hilangkan faktor penyebab, misalnya Penutupan duktus arteriosus persisten
-Hilangkan faktor presipitasi, misalnya Mengobati infeksi, Anemia, Aritmia
-Atasi gagal jantung
UMUM
-Oksigen
-Tirah baring,
posisi setengah duduk.
Sedasi kadang
diperlukan: Fenobarbital 2-3mkd q8 1-2 hari
-Koreksi
gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit
-Restriksi
garam jangan terlalu ketat, pada anak garam <0,5g/hari
-Timbang berat
badan tiap hari
-Hilangkan
faktor yang memperberat: Demam, Anemia, Infeksi
MEDIKAMENTOSA
3 jenis obat:
-Inotropik: Tingkatkan kontraktilitas miokard
-Diuretik: Kurangi preload (Volume diastolik
akhir)
-Vasodilator: Kurangi afterload (Tahanan yg dialami
saat ejeksi ventrikel)
Inotropik kerja
cepat: -Dopamin dan Dobutamin
-Kasus kritis atau akut
Inotropik lain:
-Digoksin
-SEMUA kasus tidak kritis
Diuretik HAMPIR
SELALU diberikan bersama Inotropik
Vasodilator:
Tingkatkan curah jantung TANPA tingkatkan konsumsi oksigen miokard
INOTROPIK
Digoksin:
-Lakukan EKG sebelum pemberian digoksin
-Jika mungkin periksa kadar K karena keadaan hipoKalemia mempermudah terjadinya
toksisitas digoksin
-Digoksin dapat diberikan IV (JARANG) dengan dosis 75% dosis oral
-Pemberian IM TIDAK dianjurkan
-Digitalisasi diberikan dengan cara:
-Dosis awal 1/2 dosis digitalisasi
total
-8 jam
kemudian 1/4 dosis total, sisanya 8 jam kemudian
-Dosis
rumat diberikan 12 jam setelah dosis digitalisasi selesai
-Pada
gagal jantung ringan: dapat langsung dosis rumatan
-Tanda-tanda intoksikasi digitalis:
-Pemanjangan PR interval pada EKG
-Bradikardis sinus atau blok pada
sinoatrial
-Takikardia supraventrikular
-Aritmia ventrikular
Dopamin:
-Inotropik dengan efek: -Vasodilatasi renal
-Takikardia
-5-10ug/kg/menit (IV drip)
Dobutamin:
-Inotropik TANPA efek vasodilatasi renal atau takikardia
-5-8ug/kg/menit (IV drip)
Dopamin dan
Dobutamin dapat diberikan bersamaan dalam dosis rendah
DIURETIK
Furosemid:
-1-2mkD 1-2x/hari PO IV
-Dapat menimbulkan hipoKalemia
Spironolakton:
-Dosis sama dengan furosemid
-Dapat diberikan bersama furosemid
-Bersifat menahan kalium
VASODILATOR
Kaptopril:
-BIASAnya diberikan pada gagal jantung karena:
-Beban volume
-Kardiomiopati
-Insufisiensi mitral/ aorta berat
-Pirau kiri ke kanan yg besar
-0,3-3mkD PO 2-3x/hari
-Bersifat retensi Kalium
SERING
Digoksin, Furosemid, dan Kaptopril diberikan bersamaan PO
Pada penderita
yg tidak dapat diberikan PO maka Dopa/ Dobu dan Furosemid IV dapat menjadi
alternatif
Diuretik JANGAN
digunakan sebagai obat tunggal
BEDAH
Tergantung
sebab, misalnya pada Defek septum ventrikel dilakukan penutupan defek setelah
gagal jantung teratasi
SUPORTIF
Perbaikan
penyakit penyerta atau kondisi yg memperburuk gagal jantung, misalnya Demam,
Anemia, dsb
*******dr.
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 27 September 2018***********
FTT (FAILURE to THRIVE)
FTT
(FAILURE to THRIVE)
Disadur o/ dr.
Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia
jilid 1, 2009
FTT adalah
Keadaan ditandai Kenaikan berat badan tidak sesuai seharusnya, tidak naik bahkan
turun dibandingkan sebelumnya
Istilah lebih
tepat: FAIL to GAIN WEIGHT.
Ukur: Berat
terhadap umur pada minimal 2 periode pengukuran.
Sedangkan
Tinggi badan dan Lingkar kepala yg juga merupakan parameter pertumbuhan mungkin
masih normal.
Definisi yg
tepat: Perpindahan posisi berat terhadap umur ke bawah melewati lebih dari 2
persentil utama/ standar deviasi pada grafik Berat menurut Umur.
Belum tentu
gizi kurang atau gizi buruk.
FTT BUKAN
diagnosis tapi gejala yg HARUS dicari penyebabnya
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
-Asupan kalori
yg tidak cukup:
-Nafsu makan kurang:
-Anemia (Misal: Defisiensi Fe)
-Masalah psikososial (Misal: Apatis)
-Kelainan SSP (Misal: Hidrosefalus, Tumor)
-Infeksi kronik (Misal ISK, Sindrom Imunodefisiensi
Didapat)
-Gangguan gastrointestinal (Misal: Nyeri akibat
esofagitis refluks)
-Gangguan pada proses makan
-Masalah psikososial (Misal: Apatis,
Rumination)
-Cerebral palsy/ kelainan SSP (Misal:
HiperTonia, hipoTonia)
-Anomali kraniofasial (Misal: Atresia koana,
Sumbing bibir dan
langitan, Micrognathia, Glossoptosis)
-Sesak nafas (Misal: Penyakit jantung bawaan,
Penyakit paru)
-Kelemahan otot menyeluruh (Misal:
Miopati)
-Fistula trakeoesofageal
-Sindrom genetik (Misal: Sindrom Smith - Lemli
-Opitz)
-Sindrom kongenital (Misal: Fetal alcohol
syndrome)
-Paralisis palatum molle
-Unavailability of food
-Tehnik pemberian makan yg tidak
tepat
-Jumlah makanan tidak cukup
-Makanan tidak sesuai usia
-Withholding of food (Misal: Abuse,
Neglect, Psikososial)
-Muntah: -Kelainan SSP (Misal: Peningkatan tekanan intrakranial)
-Obstruksi saluran cerna (Misal: Stenosis Pilorus,
Malrotasi)
-Refluks gastroesofageal
-Obat-obatan (Misal: Pemberian sirup ipekak dengan
sengaja)
-Absorpsi zat
gizi yg tidak mencukupi:
-Malabsorpsi: -Atresia bilier/ sirosis
-Penyakit seliak
-Cystic fibrosis
-Defisiensi enzim
-Intoleransi makanan (Misal: Intoleransi
laktosa)
-Defisiensi imunologik (Misal: Enteropati
sensitif protein)
-Inflammatory bowel disease
-Diare: -Gastroenteritis bakterial
-Infeksi parasit
-Starvation diarrhea
-Diare akibat refeeding
-Hepatitis
-Penyakit Hirschsprung
-Masalah psikososial
-Pengeluaran
energi berlebihan:
-Peningkatan metabolisme/ penggunaan kalori:
-Infeksi kronik/ rekuren (Misal: ISK,
TBC)
-Insufisiensi pernapasan kronik
(Misal: Displasia bronkopulmoner)
-Penyakit jantung bawaan/
didapat
-Keganasan
-Anemia kronik
-Toksin (Misal: Timah)
-Obat-obatan (Misal: Kelebihan
levotiroksin)
-Penyakit endokrin (Misal:
HiperTiroidisme, HiperAldosteronisme)
-Gangguan penggunaan kalori:
-Penyakit metabolik (Misal:
Aminoacidopathies, Kelainan
metabolisme karbohidrat bawaan
-Asidosis tubular ginjal
-Hipoksemia kronik (Misal: Penyakit
jantung sianotik)
PEMERIKSAAN
FISIS
Pemeriksaan
antropometri:
-Minimal dilakukan di 2 periode
-Terutama dalam 3 tahun pertama
-Penurunan persentil berat terhadap
umur melewati 2 persentil mayor:
3rd, 5th, 10th, 25th, 50th, 75th,
90th, 95th, 97th
Mencari
penyakit yang mungkin mendasari:
-BILA masalah pertambahan tinggi yg dominan, pikirkan kelainan Tulang dan
Endokrin: -HiperPlasia Adrenal Kongenital
-hipoTiroid
Ukur: -Arm span
-LS (Lower segmen)
-US (Upper segmen)
-Rasio US/ LS
-BILA masalah pertambahan lingkar kepala: Kelainan neurologis
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan
laboratorium HANYA bermanfaat bila ada temuan signifikan pada Anamnesis dan
Pemeriksaan Fisis
Meliputi: -DPL
(Darah Perifer Lengkap)
-LED (Laju Endap Darah)
-Urinalisis: -pH
-Osmolalitas
-Elemen seluler
-Glukosa
-Keton
-Kultur urin
-Faecalisis: -Parasit
-Malabsorpsi
-Ureum & Kreatinin serum
-AGD (Analisa Gas Darah)
-Elektrolit termasuk Kalsium, Fosfor
-Tes fungsi hati termasuk: -Protein total
-Albumin
-Lain: -Skrining Celiac BILA ada indikasi
BILA dicurigai
kelainan: -Jantung: EKG
-Paru: -Uji mantoux
-Foto Rontgen
-Endokrin atau tulang: -Pemeriksaan usia
tulang
-Bone
survei
-Neurologis: CT scan kepala
TATA
LAKSANA
Masa anak-anak
adalah periode kritis pertumbuhan dan perkembangan
Intervensi dini
pada anak dengan FTT akan memaksimalkan hasil
Syarat utama:
-Kenali penyebab
-Perbaiki secara tepat
2 prinsip tata
laksana: -Diet tinggi kalori untuk catch-up growth
-Pemantauan jangka panjang untuk melihat
adanya gejala sisa
INTERVENSI
PEMBERIAN MAKANAN untuk BAYI dan BALITA FTT
Hitung
kebutuhan kalori dan protein menggunakan prinsip BB ideal menurut PB ATAU TB
saat ini dikalikan RDA kalori/ protein sesuai dengan height age (PB saat ini
ideal untuk usia berapa?)
Evaluasi
pemberian ASI pada bayi:
-Perbaiki
manajemen laktasi
-Pastikan
jumlah asupan serta jadwal pemberian ASI disesuaikan dengan kebutuhan bayi (on
demand)
Frekuensi
pemberian berkisar antara 8-12x/ 24 jam
Lama
pemberian minimal 10 menit tiap payudara untuk memastikan asupan hind-milk
-Atasi masalah
ibu misalnya kelelahan, stress, rasa lapar
-Berkurangnya
produksi susu dapat diatasi dengan: -Pompa ASI
-Metoklopramid
Pemberian ASI
pada batita (1-3 tahun):
-Kebutuhan
ASInya 1/3 dari total kebutuhan kalori dalam sehari
-PASTIkan
pemberian makanan cukup
-Hindari
"ngempeng", bila berlanjut dan mendominasi asupan makanan maka hentikan
pemberian ASI dan tingkatkan asupan susu formula atau MP-ASI
Bottle
Feeding
-Berikan susu
formula yang tepat:
-Starting up untuk yang berusia < 6 bulan
-Follow-on (Formula
lanjutan) untuk usia 6-36
-Pastikan cara
pelarutan dilakukan dengan benar
-Jika perlu
dapat diberikan formula khusus yg tinggi kalori misalnya:
-Formula
prematur
-After discharge formula
-Formula tinggi kalori
-Formula elemental
Pemberian
makanan pada balita
-3x makan dan
2x snack bergizi per hari
-Susu sebanyak
480-960mL per hari
-Stop pemberian
jus, punch, soda sampai berat badan normal
-Hentikan
pemberian makan secara paksa
-Perhatikan
lingkungan tempat memberikan makan
******dr.
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 27 September 2018 *********
ENURESIS
ENURESIS
Disadur o/ dr.
Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia
jilid 1, 2009
Enuresis adalah
istilah untuk anak yang mengompol > 2x/minggu dalam periode
> 3 bulan pada usia > 5 tahun, yg tidak disebabkan
obat
Proses berkemih
normal pada waktu dan tempat tidak tepat
Saat: -Tidur malam:
Enuresis nokturnal monosimtomatik
-Siang
hari: Enuresis diurnal
-Siang dan
malam hari
Enuresis primer:
Anak yg BELUM PERNAH berhenti ngompol sejak bayi
Enuresis sekunder:
Anak usia > 5 tahun yg sebelumnya pernah bebas masa minimal 1
tahun
UMUMnya: -2,5
tahun: Mulai berhenti ngompol
-3 tahun: 75% bebas ngompol
-5 tahun: 10-15% masih ngompol 1x/minggu
-10 tahun: 7%
-15
tahun: 1%
Langkah
promotif/ preventif
-Edukasi orang tua:
-Bahwa enuresis nokturnal BUKAN kelainan psikogenik
-Jangan menghukum anak bila ngompol
-Tingkatkan motivasi anak agar tidak ngompol.
Puji/ penghargaan pada setiap keberhasilan bebas ngompol
-Jangan putus asa dan menyerah BILA gagal.
Coba lagi metode alternatif
Diagnosis
Anamnesis
Anamnesis cermat
memakai check list:
-Pola berkemih
rinci, Sejak kapan dapat berkemih sendiri, Frekuensi & lama berkemih,
Pancaran urin, Keluhan saat berkemih, Bangun malam untuk berkemih, Dsb
-Perihal mengompol:
Siang atau malam, Frekuensi dlm 1 malam atau seminggu, Rasa malu akibat ngompol,
Pola tidur, Mengorok atau tidak, Riwayat keluarga, Upaya yang telah dilakukan
orang tua
-Gejala yang
mengarah ke ISK
-Kelainan pancaran
urin saat berkemih
-Kebiasaan
defekasi
Pemeriksaan
fisis
Inspeksi dan
palpasi daerah abdomen dan genitalia
Pengamatan saat
berkemih
Pemeriksaan
neurologis: -Refleks perifer
-Sensasi perineal
-Tonus sfingter ani
-Pemeriksaan daerah punggung
-Refleks lumbosakral
Pemeriksaan
penunjang
-Urinalisis
-Biakan BILA suspek
infeksi
-USG KADANG
diperlukan terutama pada enuresis diurnal
TATA
LAKSANA
4 prinsip:
-Dimulai dengan
terapi perilaku
-Tingkatkan motivasi untuk
sembuh dengan sistem hadiah
Identifikasi
faktor perancu yg persulit penyembuhan: -Broken home
-Masalah sosial
-Orang tua kurang toleran
-Masalah perilaku anak
-Pengaturan
perilaku: -Minum dan berkemih secara teratur dan sebelum tidur
-Lifting
dan Night awakening
-Retention control training
-Dry bed training
-Hipnoterapi
-Gunakan enuresis
alarm: -Cukup efektif tangani enuresis nokturnal
-Lebih baik daripada dry bed training
-Farmakoterapi: -Lini ke-2
-HANYA BILA gagal terapi perilaku
-DDAVP (Desmopresin): -5-40ug
-Semprot hidung
-Imipramin: -Efektif
-Mudah:
-Kambuh
-Terjadi efek samping
-Kelebihan dosis
-HANYA
untuk ADHD (Attention Deficit Hyperactive
Disorder)
-Oksibutinin: -5-10mg
-Efektif
-Efek samping: -Mulut kering
-Penglihatan kabur
-Konstipasi
-Tremor
-Tolterodin: -Mirip Oksibutinin
-Belum diakui untuk anak
PEMANTAUAN
-Penanganan sangat
kompleks dan berlangsung lama
-Perlu informasi
adekuat dan rinci kepada: -Anak
-Orang
tua
-Nilai respons
pengobatan: -Kartu catatan harian
-Komplit BILA Keberhasilan berkurangnya hari-Tidur Bebas
Ngompol 90% dalam 2
minggu terapi
-Respons parsial: 50-90%
-Non
Responder: <50%
-Respon
Berlanjut BILA respons komplit masih berlanjut 6 bulan setelah stop terapi
TUMBUH
KEMBANG
-Pengobatan lama,
perlu kepatuhan terhadap instruksi
-BILA monoterapi
kurang berhasil, gunakan kombinasi
-JANGAN pakai
antidepresan trisiklik seperti Imipramin
-JANGAN menyerah:
BILA gagal, berikan waktu 3-6 bulan istirahat sebelum metode lain
*******dr. Freddy
Adiwinata, Baung, Palembang, 26 September********
Selasa, 25 September 2018
EHS (ENSEFALITIS HERPES SIMPLEKS)
EHS
(ENSEFALITIS HERPES SIMPLEKS)
Disadur o/ dr.
Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia
jilid 1, 2009
EHS disebabkan oleh
virus herpes simpleks
TERSERING
menimbulkan kematian
Angka kematian
70%
HANYA 2,5% pasien
kembali normal
Keberhasilan terapi
tergantung: -Diagnosis dini
-Waktu memulai pengobatan
Virus herpes
simpleks tipe: -1: Anak
-2: Neonatus
Diagnosis
Anamnesis
Sifat: -Akut
-SubAkut
-Fase prodromal
mirip Influenza, diikuti gambaran KHAS ensefalitis:
-Demam tinggi
-Kejang
-Penurunan kesadaran
-Sakit kepala,
Mual, Muntah, ATAU Perubahan perilaku
Pemeriksaan
fisis
Kesadaran menurun:
40% Sopor koma sampai koma
Gejala peningkatan
tekanan intrakranial
80% gejala
neurologis fokal: -Hemiparesis
-Paresis nervus kranialis
-Kehilangan lapangan penglihatan
-Afasia
-Kejang fokal
Gejala serebral
lain: Kelumpuhan tipe upper motor neuron: -Spastis
-Hiperrefleks
-Reflek patologis
-Klonus
Pemeriksaan
penunjang
-Gambaran darah
tepi tidak spesifik
-Pemeriksaan CSS:
-90%: Peningkatan jumlah sel antara 10-1000 sel/mm3
-50%: Ditemukan eritrosit
-Protein meningkat sedikit sampai 100mg/dL
-Glukosa
normal
-EEG khas:
-Periodic lateralizing epileptiform discharge
-ATAU perlambatan fokal di area: -Temporal
-Frontotemporal
-SERING juga Perlambatan umum yg tidak spesifik
-CT Scan: -3 hari
pertama setelah timbul gejala neurologi: Normal
-Lalu
muncul lesi hipodens di regio frontotemporal
-T2-weight MRI:
-Lesi hiperdens di regio temporal, paling cepat 2 hari setelah timbul
gejala
-Peningkatan intensitas signal pada daerah: -Korteks
-Substansia alba pada:
-Temporal
-Lobus
frontalis inferior
-PCR (Polymerase
Chain Reaction):
-Deteksi cepat titer antibodi virus herpes simpleks (HSV) di
CSS
-Menjadi (+) SEGERA setelah timbul gejala
-Mayoritas tetap (+) selama > 2 minggu
-IgG - IgM HSV-1
dan HSV-2 serum dapat menunjang diagnosis
Tata
Laksana
Medikamentosa
-Asiklovir 10mkd
3x1 10-14 hari dalam infus 100ml NS 1 jam
Neonatus 20mkd 3x1
14-21 hari
-BILA alergi
terhadap asiklovir ATAU HSV resisten: Vidarabin 15mkD 14 hari
-Monitor:
-Keseimbangan cairan dan elektrolit
-Peningkatan tekanan intrakranial
-Tata laksana
kejang
-Di ruang
intensif
-JIKA stabil,
konsultasi Rehab untuk: -Mobilisasi bertahap
-Mengurangi spastisitas
-Mencegah
kontraktur
-BILA ragu, berikan
tata laksana EHS sampai terbukti bukan
Pemantauan pasca
rawat
Gejala sisa SERING:
-Epilepsi
-Gangguan perilaku
-Retardasi mental
Pantau tumbuh
kembang
Bila ada gejala
sisa, konsul departemen terkait
KADANG sindrom
koreoatetosis 1 bulan pasca perawatan
*******dr. Freddy
Adiwinata, Baung, Palembang, 25 September 2018************
Senin, 24 September 2018
ENSEFALITIS
ENSEFALITIS
Disadur o/ dr.
Freddy Adiwinata dari buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia
jilid 1, 2009
Ensefalitis adalah
infeksi jaringan otak yang dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme
(Virus, Bakteri, Jamur, Protozoa)
MAYORITAS tidak
dapat ditentukan penyebabnya
Angka kematian:
35-50%
Gejala sisa:
20-40%
Penyebab TERSERING
& TERPENTING: Virus
Gejala kurang lebih
sama dan khas
Yg bisa disembuhkan
HANYA; -Ensefalitis herpes simpleks
-Ensefalitis varisela
Diagnosis
Anamnesis
-Demam tinggi
mendadak, SERING ditemukan hiperpireksia
-Penurunan
kesadaran dengan cepat
Anak agak besar
SERING mengeluh Nyeri kepala, Ensefalopati, Kejang, dan Kesadaran menurun
-Kejang bersifat
umum ATAU fokal, dapat berupa Status konvulsivus
Dapat ditemukan
sejak awal ataupun kemudian dalam perjalanan penyakitnya
Pemeriksaan
fisis
-SERING
Hiperpireksia, Kesadaran menurun sampai koma dan Kejang.
Kejang dapat
berupa status konvulsivus
-Ditemukan gejala
peningkatan tekanan intrakranial
-Gejala serebral
lain: Kelumpuhan tipe upper motor neuron: -Spastis
-Hiperrefleks
-Refleks patologis
-Klonus
Pemeriksaan
penunjang
-DPL (Darah perifer
lengkap). Tes gula darah dan elektrolit BILA ada indikasi.
-Pungsi lumbal: Tes
CSS (Cairan SerebroSpinal) bisa normal atau menunjukkan abnormalitas ringan
sampai sedang:
-Peningkatan
jumlah sel 50-200/mm3
-Hitung
jenis didominasi sel limfosit
-Protein meningkat tapi tidak melebihi 200mg/dL
-Glukosa normal
-Pencitraan
(CT-Scan ATAU MRI)) kepala: Gambaran edema otak baik umum maupun fokal
-Pemeriksaan EEG
(Elektroensefalografi) SANGAT PENTING: Gambaran Perlambatan/ gelombang
epileptiform baik umum maupun fokal
Tata
Laksana
Medikamentosa
Tidak ada yg
spesifik
Suportif: tata
laksana Hiperpireksia, Keseimbangan cairan dan elektrolit, Peningkatan tekanan
intrakranial, Kejang
Dirawat di ruang
intensif
Obat: Antipiretik,
Cairan intravena, Anti epilepsi, kadang Kortikosteroid
Cegah kejang
berulang: Fenitoin atau Fenobarbital
Atasi peningkatan
tekanan intrakranial: Diuretik osmotik Manitol 0,5-1g/kg/x atau Furosemid
1mkd
Kortikosteroid 2
minggu BILA: -Neuritis optika
-Mielitis
-Vaskulitis inflamasi
-ADEM (Acute Disseminated EncephaloMyelitis)
Dosis tinggi
metil-prednisolon 15mkD 4x1 3-5 hari, dilanjut prednison PO 1-2mkD 7-10
hari
Jika stabil, konsul
Rehab untuk: -Mobilisasi bertahap
-Kurangi spastisitas
-Cegah kontraktur
Pemantauan pasca
rawat
SERING Gejala sisa:
-Gangguan penglihatan
-Palsi
serebral
-Epilepsi
-Retardasi mental
-Gangguan perilaku
Pantau tumbuh
kembang
Konsul departemen
terkait
**********dr.
Freddy Adiwinata, Baung, Palembang, 25 September 2018*********
Langganan:
Postingan (Atom)